Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips memaksimalkan balanced scorecard: Konsep balanced scorecard (BSC) adalah konsep yang sangat umum dan sangat bermanfaat dalam sistem manajemen dan perencanaan strategi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Pentingnya penggunaan konsep ini membuat hampir setiap perusahaan menyediakan sumber daya sendiri untuk memaksimalkan penggunaan konsep BSC.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk memaksimalkan balanced scorecard sehingga bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan:

  • Tidak berhenti pada pengukuran semata.
    Konsep BSC memang merupakan konsep yang dapat dipergunakan untuk mengukur performa dari perusahaan atau organisasi dari 4 perspektif yang berbeda yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan juga perspektif pertumbuhan dan perkembangan. Namun banyak perusahaan yang menghabiskan sumber daya untuk upaya pengukuran semata dan tidak mengambil langkah lebih lanjut berdasarkan hasil pengukuran tadi
  • Tidak membiarkan budget yang ada menjadi penghalang utama pelaksanaan strategi.
    Keterbatasan budget memang menjadi sebuah masalah yang umum dihadapi oleh sebuah perusahaan, namun hal ini tidak bisa dijadikan faktor utama yang mendikte arah jalannya strategi yang hendak dijalankan. Kondisi yang paling ideal adalah perencanaan strategi yang solid, yang dibarengi dengan evaluasi dengan menggunakan konsep BSC yang akan membantu menjaga proses budgeting agar tidak keluar jalur
  • Memulai segala sesuatunya dengan tepat.
    Pemilihan konten strategi yang tepat adalah kunci awal pelaksanaan yang sukses. Sebuah strategi yang tepat yang dibuat seiring dengan hasil BSC harus bisa menjawa semua tantangan dan meminimalisir resiko-resiko kesalahan yang mungkin terjadi
  • Menggunakan konsep BSC yang tepat, yang sesuai dengan ukuran perusahaan

Hal-hal tersebut akan sangat membantu dalam memaksimalkan penggunaan konsep BSC di dalam setiap lingkup perusahaan atau organisasi, sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang. Kelebihan ini membuat konsep BSC sangat populer untuk dipergunakan oleh bisnis, industri, perusahaan serta berbagai organisasi lainnya.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Selain memiliki kelebihan tersebut, konsep BSC juga sangat populer karena memiliki berbagai manfaat atau keuntungan bagi para penggunanya yaitu:

  • Meningkatkan komunikasi diantara departemen yang berbeda dalam satu perusahaan dalam hal upaya pencapaian visi perusahaan tersebut
  • Memudahkan para karyawan untuk bisa menjalankan strategi perusahaan setiap harinya
  • Memaksimalkan kerja sama dimana seluruh anggota tim akan terpacu untuk bekerja sama dan mendorong satu sama lain agar bisa meraih kesuksesan
  • Konsep BSC juga memungkinkan adanya proses pembelajaran secara terus menerus melalui umpan balik yang diterima dari berbagai pihak
  • Membantu dalam meningkatkan fokus perusahaan terhadap strategi yang akan dipergunakan serta hasil akhir yang diharapkan
  • Menunjukkan target-taget yang jelas yang perlu dicapai di masa yang akan datang
  • Membantu dalam menetapkan prioritas sesuai dengan tingkat kebutuhan dan waktu yang tersedia
  • Menyediakan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai operasi bisnis yang sedang berjalan
  • Merupakan alat yang tepat dalam merubah strategi menjadi tindakan yang efektif dan memberikan hasil yang diharapkan, dan masih banyak lagi keuntungan lainnya

Konsep BSC membantu perusahaan atau organisasi lainnya untuk melihat secara objektif dan membawa visi yang ada ke dalam bentuk tindakan yang sebenarnya, dan hal inilah yang membuat semua bentuk organisasi akan mendapatkan manfaat dari penggunaan konsep ini.

Cara Mudah Memahami Balanced Scorecard

Cara Mudah Memahami Balanced Scorecard

Konsep Balanced Scorecard atau BSC diperkenalkan oleh Dr. Robert Kaplan dan David Norton sebagai sebuah alat atau sebagai sebuah cara untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan.

Salah satu konsep yang sangat sering dipergunakan di dalam dunia bisnis, industri, pemerintahan dan juga organisasi nonprofit adalah konsep balanced scorecard (BSC). Konsep ini sendiri diperkenalkan oleh Dr. Robert Kaplan dan David Norton sebagai sebuah alat atau sebagai sebuah cara untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan. Namun, belakangan konsep BSC berkembang menjadi sebuah sistem manajamen dan juga perencanaan strategi yang dipergunakan untuk menyelaraskan aktivitas bisnis dengan visi dari sebuah perusahaan atau organisasi.

Konsep BSC merupakan konsep yang holistik alias menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu area saja. Saat ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan atau sebuah organisasi secara menyeluruh, yang mencakup 4 area yaitu:

  • Keuangan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur segala biaya yang diperlukan termasuk biaya balik modal (ROI) dan juga besarnya pemasukan yang diterima perusahaan atau organisasi tersebut
  • Pelanggan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan juga untuk mengukur nilai pasar yang telah dikuasai
  • Proses bisnis internal
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur biaya serta tingkat kualitas yang berkaitan dengan proses bisnis yang berlangsung
  • Pembelajaran dan pertumbuhan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur beberapa hal misalnya manajemen pengetahuan dan tingkat kepuasan para pekerja

Keempat area tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak ada yang berdiri sendiri. Keempat area tersebut merupakan 4 faktor penting yang membentuk visi dan strategi dari sebuah perusahaan. Hasil dari penggunaan konsep BSC untuk mengukur salah satu area yang ada akan bisa dijadikan bahan untuk mengembangkan area yang lain dan hal inilah yang membuat konsep BSC sangat bermanfaat bagi dunia industri, bisnis dan berbagai bentuk organisasi lainnya.

Cara Efektif Penerapan Manajemen Pengetahuan

Cara Efektif Penerapan Manajemen Pengetahuan

Penerapan manajemen pengetahuan adalah hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk bisa menerapkan manajemen pengetahuan yang benar-benar efektif dan bisa dipahami oleh semua pihak yang terlibat, maka ada beberapa langkah penting yang bisa diambil

Sebagai salah satu kunci dalam kesuksesan sebuah perusahaan, penerapan manajemen pengetahuan adalah hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk bisa menerapkan manajemen pengetahuan yang benar-benar efektif dan bisa dipahami oleh semua pihak yang terlibat, maka ada beberapa langkah penting yang bisa diambil yaitu:

  • Pemilihan anggota tim yang tepat

Penerapan manajemen pengetahuan akan jauh lebih efektif bila dijalankan oleh tim yang berfokus pada hal tersebut. Anggota tim hendaknya memiliki berbagai pengetahuan dan kemampuan termasuk diantaranya pengetahuan mengenai manajamen pengetahuan, kemampuan komunikasi, perencanaan strategis, pengetahuan tekhnologi informasi dan juga pengetahuan mengenai proses bisnis yang berjalan

  • Penetapan strategi dasar dari manajemen pengetahuan yang hendak diterapkan

Penerapan strategi dasar ini bisa dimulai dengan melakukan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, treats). Setelah melakukan analisis, maka bisa dipilih strategi yang paling tepat, yaitu strategi yang bisa menonjolkan hal terbaik dari perusahaan tersebut dan memperbaiki atau menutupi kelemahan yang ada

  • Melakukan asesmen dan audit

Asesmen dan audit perlu dilakukan terhadap sistem informasi dan pengetahuan yang telah ada. Proses asesmen dan audit ini hendaknya bisa mengungkap aspek-aspek mengenai sistem informasi dan pengetahuan yang telah ada misalnya saja jenis informasi yang tersedia, cara penyimpanan informasi tersebut, pihak yang bertanggung jawab terhadap masing-masing informasi, kriteria yang menjadi patokan dalam penyimpanan informasi, cara penambahan informasi dan cara penggunaan informasi yang ada untuk kebaikan perusahaan

  • Melakukan pengecekan terhadap sistem IT

Langkah ini lebih bertujuan untuk melihat apakah sistem IT yang dipergunakan telah mampu memberikan dukungan terhadap proses penggunaan informasi yang ada dan apakah sistem IT tersebut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada

  • Mengembangkan rencana manajamen pengetahuan yang tepat

Rencana ini dibuat berdasarkan hasil asesmen dan audit yang telah dilakukan sebelumnya. Rencana penerapan manajemen pengetahuan yang tepat adalah rencana yang mampu menjawab pertanyaan 4W 1H (what, where, why, when, how). Rencana inilah yang akan dilaksanakan sebagai bagian penerapan konsep manajemen pengetahuan di masing-masing perusahaan.

Cara Memilih Strategi Manajemen Pengetahuan yang Tepat

Cara Memilih Strategi Manajemen Pengetahuan yang Tepat

Pembahasan mengenai manajemen pengetahuan (management knowledge) pada umumnya melibatkan berbagai strategi atau pendekatan yang berbeda. Beberapa strategi befokus pada penggunaan pengetahuan yang ada sementara strategi yang lain berfokus pada area bisnis yang ada dan ada juga strategi yang lebih berfokus pada hasil akhir yang ingin dicapai.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah strategi mana yang paling tepat untuk digunakan? Setiap strategi akan bekerja secara efektif untuk jenis perusahaan yang berbeda. Untuk membantu dalam memilih strategi yang tepat, ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan, salah satunya adalah nilai disiplin yang dianut oleh perusahaan tersebut. Nilai disiplin yang berbeda akan bekerja dengan baik pada strategi yang berbeda pula yaitu:

  • Nilai disiplin yang mengutamakan pada keunggulan produk atau jasa yang ditawarkan.
    Perusahaan yang menganut nilai seperti ini sangat membutuhkan strategi yang mendukung nilai kreativitas yang tinggi untuk bisa menciptakan produk baru yang bisa masuk ke dalam pasar. Strategi manajemen pengetahuan yang tepat adalah strategi yang melibatkan banyak orang seperti strategi forum diskusi, kolaborasi, komunitas-komunitas dan strategi lainnya yang sejenis.
  • Nilai disiplin yang berfokus pada kedekatan dengan para pelanggan.
    Perusahaan yang menganut nilai ini perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai para pelanggan mereka dan contoh strategi manajemen pengetahuan yang bisa diterapkan adalah data mining, CRM dan juga strategi bisnis inteligensi
  • Nilai disiplin yang berfokus pada kelancaran proses operasional.
    Perusahaan yang menganut nilai ini selalu berupaya untuk mengatasi berbagai rintangan dalam proses produksi dan juga berupaya untuk mengoptimalkan proses bisnis. Strategi manajemen pengetahuan yang tepat untuk perusahaan yang menganut nilai seperti ini adalah strategi BPR, strategi transfer melalui praktek, strategi proses perbaikan dan beberapa strategi lainnya.

Memahami nilai disiplin yang dianut oleh sebuah perusahaan akan sangat membantu dalam memilih strategi manajemen pengetahuan yang tepat, demi kebaikan perusahaan itu sendiri.

Blendedlearning Perguruan Tinggi

PT Dataquest Leverage Indonesia bekerjasama dengan Pakar dari Perguruan Tinggi ternama dengan bangga mempersembahkan:

PENGEMBANGAN SISTEM BLENDED LEARNING dan PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING UNTUK PERGURUAN TINGGI
(Konsep, Perancangan, Implementasi LMS Moodle untuk Blended Learning)


Blended Learning merupakan terobosan terkini dalam dunia pengajaran. Blended Learning merupakan metodologi pengajaran yang menggabungkan pengajaran tatap muka dengan pengajaran dimediasi komputer. Dengan menggabungkan kedua lingkungan belajar tersebut akan memberi akses lebih besar terhadap pengalaman pembelajaran yang maju serta akan bisa menghemat biaya. Blended Learning dalam hal ini akan mengembangkan kemungkinan kualitas dan kuantitas interaksi manusia dalam setting pengajaran. Blended Learning juga menyediakan penggabungan baik teknologi dan interaksi yang merupakan hasil dari pengalaman belajar yang “socially supported”, konstruktif.

Manfaat yang akan dapatkan dengan mengikuti workshop ini:
1. Website Blended Learning Standard ITB
2. Theme Moodle Standard ITB
3. Perancangan Sistem Blended Learning
4. Pengelolaan LMS Moodle
5. Setup dan Pengelolaan Course Homepage
6. Pengelolaan Interaksi dan Komunikasi Menggunakan Moodle
7. Pengelolaan Konten Perkuliahan Menggunakan Moodle
8. Pengelolaan Soal Assesment
9. Contoh Pengembangan Konten Multimedia e-Learning ITB
10. Software Aplikasi Open Source untuk pengembangan e-learning
11. Comlabs Learning (e-Learning berbasis Moodle versi Desktop)

Instruktur:
Arief Bahtiar, MT.

Senior Developer / Researcher e-Learning
Praktisi Blended Learning ITB

Rapid E-Learning Content

Training

Rapid E-learning Content Development with Articulate Storyline

 

Overview

Dalam membangun E-Learning yang berkualitas terkadang membutuhkan waktu berbulan-bulan serta biaya yang tinggi, sehingga dalam menerapkan E-Learning yang baik tergantung pula pada kemampuan finansial yang dimiliki oleh setiap institusi/perusahaan. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam mengembangkan eLearning yang efisien dan efektif adalah dengan menggunakan authoring tools. Cara ini dinilai praktis dalam meminimalisir penggunaan biaya dan waktu yang dihabiskan dalam membangun E-Learning yang baik. Pada pelatihan ini peserta akan dibekali berbagai materi mengenai tahapan dalam pembuatan konten pembelajaran, dimulai dari pengetahuan mengenai Instructional design hingga pembuatan konten pembelajaran menggunakan authoring tools articulate story line. Articulate storyline sendiri merupakan sebuah authoring tools yang mudah digunakan dalam menciptakan konten pembelajaran yang interaktif.

 

Materi Pelatihan

  1. eLearning dan Knowledge Management
  2. Instructional Design and Authoring Tools
  3. Praktik pembuatan Konten Animasi dengan memanfaatkan Articulate Storyline

 

 

Tujuan Pembelajaran

  • Mampu memahami peranan eLearning dalam Knowledge Management
  • Mampu menyesuaikan desain pembelajaran yang sesuai untuk dikemas dalam konten pembelajaran
  • Mampu mengenali berbagai jenis Authoring Tools dalam pembuatan konten eLearning
  • Mampu mempraktikkan cara pembuatan konten eLearning dengan menggunakan software Articulate Storyline

 

 

 

Cara Jitu Meningkatkan Efisiensi dan Inisiatif Manajemen Pengetahuan

Cara Jitu Meningkatkan Efisiensi dan Inisiatif Manajemen Pengetahuan

Isu mengenai manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan salah satu isu yang sangat sering diperdebatkan di kalangan usaha dan industri belakangan ini. Ada begitu banyak cara, metode, dan strategi yang bisa dipergunakan dalam upaya penerapan manajemen pengetahuan. Namun, tidak semua perusahaan mampu memanfaatkan atau mengelola manajemen pengetahuan mereka dengan baik dan sesuai harapan.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa ditempuh dalam upaya meningkatkan tingkat efisiensi dan inisiatif manajemen pengetahuan yang dimiliki, yaitu:

  • Melakukan proses perawatan terhadap pengetahuan yang ada
    Pentingnya perawatan terhadap sistem manajemen pengetahuan merupakan hal yang sangat penting, namun pada kenyataannya banyak perusahaan yang tidak melakukan hal ini. Ada beberapa cara mudah untuk bisa melakukan perawatan terhadap sistem manajemen pengetahuan misalnya saja dengan menggunakan software khusus atau bisa juga dengan memperkerjakan seseorang yang khusus melakukan perawatan dalam sistem ini
  • Membuat budget khusus yang dipergunakan untuk melakukan perawatan terhadap sistem manajemen pengetahuan. Hal ini bisa dilakukan untuk memastikan agar sistem manajemen pengetahuan akan tetap terjaga dan memberikan manfaat bukan hanya kepada salah satu bidang saja, namun juga terhadap bidang-bidang lain di perusahaan yang sama.
  • Think out of Box atau berpikir di luar kotak
    Kebanyakan perusahaan berpikir bahwa manajemen pengetahuan hanyalah bermanfaat untuk bidang customer service. Namun sesungguhnya hal ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang lain dalam perusahaan tersebut misalnya saja bidang pemasaran, bidang penjualan, bidang training dan juga bidang pemberdayaan sumber daya manusia.

Hal yang perlu dipahami oleh setiap perusahaan mengenai manajemen pengetahuan adalah bahwa hal tersebut bukanlah sebuah bentuk teknologi semata, namun bisa dikatakan sebagai salah satu kunci untuk mempertahankan keberadaan dan kesuksesan sebuah perusahaan.

Tips Knowledge Management untuk Meningkatkan Service Quality

Tips Knowledge Management untuk Meningkatkan Service Quality

Kualitas pelayanan (Service Quality) yang baik adalah salah satu kunci utama untuk memuaskan para pelanggan. Para pekerja yang bekerja di bidang customer service adalah salah satu tombak utama dalam hal ini. Disinilah pengelolaan manajemen pengetahuan menjadi sangat penting, karena hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan disisi lain juga bisa meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.

Knowledge Management untuk Meningkatkan Service Quality

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh oleh setiap perusahaan dalam upaya melakukan pengelolaan manajemen pengetahuan yang mereka miliki agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan yaitu:

  • Membuat dokumentasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut dan mengumpulkan semua dokumentasi tersebut di dalam satu lokasi yang mudah dijangkau dan mudah diakses oleh semua orang, baik para karyawan dan juga para pelanggan. Hal-hal yang didokumentasikan bisa berupa cara penggunaan produk atau jasa, spesifikasi produk, penyelesaian masalah yang sering muncul dan berbagai hal lainnya.
  • Selalu melakukan up-date terhadap berbagai informasi dan mendokumentasikan informasi tersebut dalam berbagai media mulai dari artikel, foto dan berbagai bentuk lainnya. Hal ini akan sangat membantu terutama dalam proses transisi karyawan baru. Ketersediaan dokumentasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan produk atau jasa yang ada akan membantu dalam mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk melatih karyawan baru
  • Memberikan platform yang memungkinkan para karyawan dan juga para pelanggan untuk memberikan kritik, saran dan masukan. Keberadaan platform seperti ini akan membantu para pemilik perusahaan untuk mengevaluasi mengenai bermanfaat atau tidaknya pengetahuan yang mereka miliki selama ini

Penerapan model manajemen pengetahuan tersebut adalah kunci dalam meningkatkan pelayanan yang bisa diterapkan dalam berbagai bidang usaha dalam berbagai skala baik besar, menengah maupun skala kecil.

4 Jenis Budaya Perusahaan

Jenis Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan yang mengacu pada nilai, perilaku dan standar yang telah menjadi hal yang umum atau bisa dikatakan telah menjadi karakter dari para anggota perusahaan memiliki dampak cukup besar terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Ada berbagai jenis budaya perusahaan yang berkembang dan tidak ada satu jenis budaya yang tepat untuk segala jenis perusahaan.

Masing-masing jenis budaya mampu mendorong berkembangnya sifat tertentu sementara di sisi lain akan menghambat berkembangnya sifat-sifat yang lain.

4 Jenis Budaya Perusahaan

Setidaknya ada 4 jenis budaya perusahaan yang umum ditemukan di masyarakat saat ini:

  • Budaya hierarki, dimana budaya ini memiliki struktur organisasi yang terkontrol dan juga aturan yang jelas dimana semua orang yang terlibat dalam perusahaan diharapkan untuk melakukan hal yang benar dan sesuai aturan
  • Budaya pasar. Budaya seperti ini lebih menekankan atau berfokus pada kompetisi di tengah ketatnya persaingan yang ada untuk memenangkan persaingan dan mendapatkan hasil yang diinginkan
  • Budaya adhoracy lebih menekankan pada penciptaan inovasi-inovasi terbaru. Sistem kerja yang berkembang pada perusahaan dengan budaya seperti ini pada umumnya lebih bersifat dinamis dan fleksibel tidak terikat pada aturan yang kaku
  • Budaya klan atau kelompok. Budaya kerja yang seperti ini lebih menekankan pada upaya untuk melakukan segala sesuatunya secara bersama-sama. Prinsip mentoring dan mendorong setiap anggota perusahaan untuk menjadi lebih baik adalah prinsip dasar yang diterapkan dalam budaya ini

Ingatlah bahwa tidak ada aturan baku mengenai jenis budaya yang tepat untuk jenis perusahaan tertentu. Hal yang bisa dilakukan oleh setiap pemilik perusahaan adalah memilih jenis budaya yang mendukung upaya mereka dalam mencapai tujuan utama dari perusahaan tersebut.