Pengajar dan Tonggak Pengajaran Di Era Digital

Pengajar dan Tonggak Pengajaran Di Era Digital

Selasa (24 Juli 2018) Dalam rangka merealisasikan program Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKOMDIK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, menyelenggarakan sebuah kegiatan Pengembangan Inovasi Guru Pembelajar bagi Guru SMK (Angkatan 3). Di era teknologi yang semakin canggih ini, bukan hanya kalangan pembisnis saja yang sedang membumingkan keefisienan penggunaan media digital. Namun kalangan akademik juga terpacu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan menggunakan media tersebut. Khususnya para guru yang menjadi tonggak ilmu untuk para pelajar, harus bisa memanage serta mengolah pengetahuan dan kemampuannya dengan optimal untuk dapat disalurkan secara maksimal.

 

Di era digital ini semua kalangan guru baik usia muda atau lanjut, dituntut untuk dapat menguasai teknologi dilingkungan akademik. Dengan mulai menjamurnya Platform, aplikasi serta web pembelajaran teknologi dapat memudahkan para pengajar untuk memanage dan mengefisiensikan ilmu dan pengetahuannya untuk dapat dicerna pelajar.

ingenio-disdik-smk2Seperti adanya Platform INGENIO yang memiliki fitur lengkap dibandingkan platform lainnya. Dengan tersedianya fitur Kelas Live untuk melakukan interaksi pembelajaran secara langsung. Video Learning Studio yang berguna untuk membuat konten belajar online secara gratis. Fitur Quiz yang mememudahkan guru atau pengajar agar dapat melihat kemampuan peserta didiknya sekaligus menilai perkembangan dalam pembelajaran yang telah disampaikan. Juga kemudahan setting kelas berbayar jika pengajar ingin mendapatkan penghasilan dari kelas yang dibuat. Serta fitur Android Mobile Apps dan offline mode yang memudahkan pengajar atau pelajar dalam mengakses kelasnya tanpa harus risau dengan keterbatasan PC atau jaringan internet. Jadi, kapanpun dan dimanapun ilmu pengetahuan atau keinginan belajar dapat terealisasikan dengan mudah.

SEMINAR E-LEARNING LAUNCHING INGENIO

SEMINAR E-LEARNING LAUNCHING INGENIO

Seminar e-Learning yang diadakan oleh PT Dataquest Leverage Indonesia Sabtu (21/07/2018) mengundang perhatian masyarakat mulai dari kalangan Corporate, Akademik, ataupun Goverenment ada juga beberapa pelajar yang tertarik untuk menghadirinya. Seminar yang diadakan di Gedung Pusdiklat Kadin Jabar tersebut, sekaligus menjadi acara Launching Platform INGENIO terbaru yang memfasilitasi bagi para pengajar dan praktisi untuk berbagi ilmu pengetahuan. Ataupun peserta pengguna yang ingin belajar ilmu baru dengan praktis dan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

launching-ingenio-2Platform Ingenio ini juga, memudahkan para pengajar untuk dapat bergabung dan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, dengan fasilitas yang tersedia di dalam platform tersebut. Adanya fasilitas kelas live yang berguna untuk interaksi atau diskusi secara langsung. Mudahnya membuat kelas online pribadi yang dapat dipasarkan, dan tersedianya fasilitas pembuatan konten belajar online dengan fitur “Video Learning Studio” secara gratis. Ada juga fitur quiz di kelas belajar online yang membuat pengajar dapat menilai kemampuan dan perkembangan pesertanya. Juga pengaturan kelas berbayar yang disediakan bagi para pengajar yang ingin mendapatkan penghasilan dari kelas yang dibuat.

 

Hai Kamu! iya kamu… Kami membuka kesempatan untuk siapapun menjadi bagian penting dari perkembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan di Indonesia. Bagi Kamu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dapat mengajukan diri menjadi instruktur di platform Ingenio. www.ingenio.co.id . Menginspirasi =========== Anda dapat membantu banyak orang dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan yang Anda miliki saat ini. Jadilah seorang inspirator bagi ribuan orang di Indonesia. Membangun Komunitas ================== Dengan berbagi pengetahuan dan keterampilan yang Anda miliki, Anda dapat dengan mudah bertemu dengan orang-orang yang memiliki passion dan hobby yang sama sehingga memudahkan Anda membangun komunitas yang berharga. Mendapatkan Penghasilan ==================== Anda dapat membuat sumber pendapatan baru yang tidak terbatas dengan membagikan pengetahuan dan keterampilan di platform ini. Silakan ajukan diri di https://ingenio.co.id/instructor #ingeniobelajaronline #elearning #indonesia

A post shared by Asep Tsauri (@tsauri28) on

Sedangkan dari sudut peserta tak kalah efisien dan mudahnya menggunakan platform ini. Dengan harga yang relatif terjangkau bahkan ada yang gratis kita sudah bisa belajar dengan praktisinya langsung didukung dengan adanya kelas live. Materi pun akan lebih mudah dicerna manakala diskusi antar peserta dan pengajar dapat berjalan kondusif. Fitur quiz juga dapat menjadi acuan bagi para peserta untuk menguji diri dan mengukur kemampuannya. Ditambah dengan fitur Android Mobile Apps serta offline mode yang memudahkan para pengajar dan peseta untuk mengakses kelasnya dimanapun dan kapanpun.

 

Platform INGENIO sendiri diharapkan dapat menjadi media sekaligus awal kunci terbukanya pemikiran masyarakat agar tidak hanya sekedar melek teknologi tapi sadar dan perduli akan pentingnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kapasitas diri di era digital ini

Training Membangun Roadmap Elearning Perusahaan

Implementasi elearning di perusahaan perlu dipersiapkan dengan matang dan strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat roadmap (peta jalan) yang akan menjadi panduan perusahaan dalam mengimplementasikan elearning hingga menjadi sebuah alat transformasi bisnis di perusahaan.

Dengan menerapkan strategi roadmap yang tepat, diharapkan perusahaan dapat mengimplementasikan elearning dengan rapi, terstruktur dan berorientasi pada tujuan besar yaitu transformasi perusahaan melalui kultur belajar dan berbagi pengetahuan yang lebih baik (better), lebih efisien (cheaper), lebih luas cakupannya (larger) dan lebih cepat (faster).

 

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapakan dapat :

  1. Memahami kedudukan e-learning dalam arsitektur pembelajaran di perusahaan
  2. Memahami aspek kunci dan tahapan implementasi elearning
  3. Menganalisa roadmap pengembangan kebijakan dan tata kelola e-learning
  4. Menganalisa roadmap pengembangan infrastruktur e-learning
  5. Menganalisa roadmap pengembangan aplikasi e-learning
  6. Menganalisa roadmap pengembangan konten dan desain pembelajaran e-learning

 

 

 

Topik-Topik Materi

  1. E-Learning dan Arsitektur Pembelajaran di Perusahaan
  2. Aspek Kunci dan Tahapan Implementasi E-learning
  3. Roadmap kebijakan dan tata kelola e-learning
  4. Roadmap infrastruktur e-learning
  5. Roadmap Aplikasi e-learning
  6. Roadmap Konten dan Desain Pembelajaran E-Learning

 

Durasi

16 Jam Pelatihan (2 hari)

 

Fasilitator

  1. Dr. Djadja A. Sardjana, ST., MM.
  2. Arief Bahtiar, ST., MT.

Kesalahan Umum dalam Pembuatan Kursus E-Learning

kesalahan umum e-learning

Ada beberapa kesalahan yang secara tidak langsung banyak dilakukan oleh para profesional di bidang e-learning. Kesalahan-kesalahan ini pada umumnya terjadi karena para pelaku tidak menyempatkan diri dan waktu mereka untuk lebih mengenal para calon trainee yang akan mengikuti kursus e-learning yang dibangunnya.

Kesalahan-kesalahan tersebut bisa berupa:

1. Terlalu bergantung pada intuisi dan pengalaman, serta tidak memperhatikan kebutuhan para trainee yang sebenarnya

Hal ini umum terjadi para mereka yang ahli dalam suatu bidang tertentu, dimana mereka melupakan bahwa untuk bisa menjadi seorang profesional, ada banyak langkah yang harus diambil. Hal ini justru akan memberatkan para trainee dan bisa menghalangi tercapainya tujuan yang diharapkan.

2. Berfokus pada upaya menyajikan informasi dan kurang memperhatikan proses pembelajaran dari para trainee.

Penyajian informasi merupakan hal yang penting dalam sebuah kursus e-learning, namun bila hal ini tidak disertai dengan memberikan kesempatan pada para trainee untuk mengaplikasikannya, maka seluruh informasi tersebut akan menjadi sia-sia.

3. Tidak memahami hal yang memotivasi dan mendorong para trainee untuk Belajar

Kurangnya motivasi para trainee menjadi salah satu sumber kegagalan kursus e-learning. Para trainer perlu mencari tahu apa yang menjadi motivasi utama mereka, misalnya saja dengan berfokus pada upaya peningkatan performa kerja setiap trainee. Bila seorang trainee merasa bahwa performa mereka meningkat, maka hal ini bisa membantu meningkatkan antusiasme mereka untuk mengikuti proses pembelajaran.

4. Merancang kursus dalam skala besar

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan kursus e-learning dalam skala besar, namun perlu diperhatikan apakah hal ini memang sudah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan para trainee. Kursus e-learning yang baik adalah kursus yang sederhana dan mampu memenuhi kebutuhan para trainee pada saat mereka membutuhkannya.

5. Tidak menyadari kebutuhan khusus dari para trainee

Setiap trainer perlu mengenal lebih jauh mengenai calon trainee yang akan mengikuti kursus. Cari tahu apakah ada kebutuhan khusus yang perlu diantisipasi sebelumnya misalnya saja kondisi cacat fisik, kondisi lingkungan kerja yang tidak mendukung kegiatan e-learning atau bisa juga berupa hambatan dalam penguasaan tekhnologi.

 

Semua kesalahan tersebut bisa dihindari dengan mencoba mencari informasi lebih dalam mengenai para calon trainee. Sebuah assesmen singkat bisa membantu memberikan gambaran kepada para trainer mengenai calon trainee yang akan mereka hadapi, sehingga mereka bisa merancang kursus e-learning yang benar-benar tepat sasaran.

Cara Mengukur ROI E-Learning

ROI elearning

ROI atau return of investment, atau nilai balik dari sebuah investasi merupakan salah satu tema yang umum diangkat dalam berbagai diskusi yang menyangkut investasi dalam bentuk apapun. Nilai ROI pada umumnya selalu dikaitkan dengan keuntungan finansial. Di dalam dunia e-learning, para pembuat kursus e-learning juga sering mempertanyakan hal yang sama.

Ada berbagai jenis metode atau formula yang bisa dipergunakan untuk mengukur nilai ROI secara finansial dimana setiap pelaku bisa memilih metode yang paling tepat untuk mereka. Namun di dalam dunia pembelajaran, nilai ROI yang diukur lebih mengacu pada pembuktian kualitas kerja dari sang karyawan terhadap organisasi atau klien mereka, dan bukannya pada keuntungan finansial semata.

Pengukuran nilai ROI yang dilihat dari segi kualitas ini bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu:

Melihat tingkat kepuasan klien

Klien yang puas dan bahagia merupakan salah satu indikasi bahwa pekerjaan yang dilakukan telah berhasil mendapatkan ROI. Untuk bisa membuat klien merasa puas dan bahagia, setiap proyek e-learning harus direncanakan dengan matang dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh klien. Proses perencanaan yang matang, yang kemudian diikuti dengan proses pelaksaan yang sesuai dengan timeline serta diakhiri dengan evaluasi akan memberikan gambaran tentang tingkat kepuasan klien, yang merupakan nilai ROI itu sendiri.

Melihat perubahan yang berhasil diraih setelah proses pembelajaran e-learning selesai

Setiap proyek pembelajaran e-learning pastinya memiliki sebuah tujuan yang spesifik. Para desainer program e-learning akan membuat kursus e-learning yang sesuai dengan tujuan tersebut. Untuk memastikan bahwa kursus tersebut berhasil mengantarkan para trainee menuju tujuan yang dimaksud, perlu dibuat sebuah sistem pengukuran. Jika kursus tersebut melatih para trainee untuk bisa meningkatkan produktivitas kerja dalam hal entri data dengan menggunakan sebuah software baru, maka sistem pengukuran yang bisa dipergunakan adalah dengan mengukur penambahan jumlah data yang bisa dimasukkan oleh setiap orang per harinya. Bila terjadi peningkatan dalam hal produktivitas, maka hal ini berarti kursus tersebut membawa perubahan yang berarti dan perubahan itulah yang menjadi ROI.

Pengurangan biaya produksi

Pengurangan biaya produksi adalah salah satu metode yang bisa ditempuh untuk bisa mendapatkan ROI yang lebih banyak. Secara logika, semakin sedikit biaya produksi yang dipergunakan, maka ROI yang didapatkan akan semakin besar. Pengurangan biaya produksi bisa dilakukan dengan berbagai cara tanpa harus mengurangi kualitas dari isi kursus itu sendiri.

Pada dasarnya, pengukuran nilai ROI dalam dunia e-learning lebih mengacu pada nilai positif yang bisa dibawa oleh para desainer kursus dan bisa dinikmati oleh para klien dan bukan pada nilai finansialnya itu sendiri.

Cara Mudah Membangun dan Membuat Kursus E-Learning

evolusi meja kerja

Popularitas dari e-learning saat ini semakin meroket, dimana ada begitu banyak kursus yang menggunakan metode ini dibandingkan dengan metode konvensional. Tidak heran pula bila banyak pelaku e-learning yang bermunculan dan menawarkan beragam kursus e-learning.

Popularitas dari e-learning saat ini semakin meroket, dimana ada begitu banyak kursus yang menggunakan metode ini dibandingkan dengan metode konvensional. Tidak heran pula bila banyak pelaku e-learning yang bermunculan dan menawarkan beragam kursus e-learning. Untuk bisa menciptakan kursus e-learning yang efektif dan menarik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

 Membuat struktur kursus e-learning yang jelas

Struktur yang dimaksud disini mengacu pada beberapa hal mulai dari format kursus e-learning yang akan dipergunakan, model desain instruksional, tipe atau jenis interaksi yang akan dipakai dan juga tipe tekhnologi yang akan dipergunakan

Menggunakan alat pembuatan e-learning

Salah satu cara termudah untuk membangun dan mengembangkan kursus e-learning adalah dengan menggunakan alat khusus pembuatan e-learning. Beberapa alat yang paling populer adalah Adobe Captivate dan Articulate Storyline. Kedua alat ini bisa membantu menciptakan proses pembelajaran e-learning yang interaktif dengan menggunakan berbagai macam konten dan media. Saat ini tersedia pula berbagai alat atau program lain yang dapat dipergunakan untuk tujuan ini

Melibatkan sumber-sumber informasi dari luar

Salah satu fokus utama dari e-learning adalah menghantarkan informasi kepada mereka yang membutuhkannya. Sebagian besar dari informasi-informasi ini sebenarnya sudah tersedia di luar sana dan hal ini bisa dimanfaatkan oleh para pengembang kursus e-learning. Para pengembang kursus bisa memanfaatkan hal tersebut dengan cara memberikan akses atau informasi kepada para trainee tentang bagaimana cara menemukan informasi tersebut. Hal ini akan sangat membantu para trainee untuk bisa belajar secara independen. Disisi lain, para pengembang kursus e-learning tidak perlu membuat terlalu banyak konten. Selain itu, apabila terjadi perubahan pada data atau informasi yang berkaitan dengan tema kursus tersebut, para trainee akan bisa mendapatkan update terbaru dengan mudah.

Berikan kesempatan bagi para trainee untuk mengaplikasikan ilmu baru mereka

Penggunaan latihan atau lembar kerja sederhana akan memberikan kesempatan bagi para trainee untuk melihat sejauh mana mereka mampu menyerap ilmu yang ada, dan juga memberi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu tersebut secara langsung

Berbagai hal tersebut bisa membuat sebuah kursus e-learning menjadi jauh lebih efektif dan menarik. Jangan lupa pula untuk menyediakan sistem pendukung, dimana para trainee bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan seperti halaman FAQ. Hal ini akan mendorong terciptanya kursus e-learning yang lebih efektif, untuk kepuasan semua pihak.

Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Salah satu metode yang sering digunakan manajemen kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC) sebagai metode penilaian kinerja organisasi yang berorientasi pada pandangan strategi masa depan.

Pelatihan ini mencakup metoddologi balanced scorecard, tetapi lebih dalam lagi dari BSC-01 (Fundamental Balance Scorecard). Topik ini menyediakan lebih banyak alat dan teknik untuk membantu manajer dan analisis membangun, menyebarkan, dan mempertahankan sistem scorecard dalam organisasi mereka .

Pengantar Balanced Scorecard diperlukan sebelum mengambil pelatihan ini karena dibangun diatas pengetahuan sebelumnya dengan berfokus pada kesulitan pengembangan scorecard dan nuansa yang ditemukan di dunia nyata organisasi yang telah menerapkan kerangka BSC.

Topik ini membahas tinjauan singkat dari langkah dasar BSC, dan kemudian secara mendalam membahas tahapan sistem Scorecard di seluruh organisasi, mengevaluasi dampak dari sistem scorecard dan membuat koreksi yang diperlukan. Training ini mencakup fokus dengan tambahan kompetensi pada manajemen perubahan dan fasilitasi tim Strategis BSC.

 

Materi Pembelajaran

  1. Cara berpikir secara strategis dan menghindari kebuntuan dalam rincian taktis BSC.
  2. Bagaimana merancang  dan menerapkan scorecard dimana kerangka kerja lainnya telah diperkenalkan
  3. Bagaimana merevisi elemen score card yang dirancang buruk, berdasarkan contoh nyata BSC
  4. “Best Practice” (Praktek terbaik) Balanced Scorecard
  5. Konsep lanjut dalam pengukuran kinerja BSC
  6. Bagaimana melakukan tahapan scorecard di seluruh organisasi perusahaan
  7. Mengatasi hambatan dan tantangan dunia nyata BSC
  8. Evaluasi dokumen perencanaan dan proses BSC

 

Partisipan Pelatihan

CEO / Manager / Assistant Manager / Supervisor

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM (Human Capital Development Consultant)

Infografis Interaktif

BIMTEK TIK
Pembuatan Infografis Interaktif untuk Pemerintahan

 

Infografis adalah representasi visual dari informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafis ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas, seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan. Melalui grafis informasi, pemerintahan daerah diharapkan mampu mengembangkan dan mengomunikasikan suatu program layanan melalui symbol-simbol grafis yang menarik. Infografis mengilustasikan informasi yang memiliki sedikit teks, dan berperan sebagai ringkasan visual untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Saat ini, infografis telah ada di segala bentuk media, mulai dari hasil cetakan biasa dan ilmiah hingga papan dan rambu jalan. Perkembangan TIK terkini memungkinkan kita untuk membuat infografis yang lebih bersifat interaktif dan multimedia, sehingga akan lebih memberikan dampak positif terhadap angka penerimaan sosialisasi program pemerintahaan di masyarakat.

 

Tujuan Bimtek

  1. Memahami konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Mengetahui Studi kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Menganalisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Mengoperasikan perangkat lunak pembuatan infografis interaktif
  5. Mendesain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  6. Mengevaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Outline Materi

  1. Konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Studi Kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Analisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Desain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  5. Fitur-fitur aplikasi Adobe illustrator
  6. Fitur-fitur aplikasi Articulate Storyline
  7. Evaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Pemateri

Asep Tsauri (Konsultan Multimedia dan Elearning)

 

 

Aplikasi Pengaduan Masyarakat berbasis Android

BIMTEK IT
Pembuatan Aplikasi Pengaduan Masyarakat berbasis Android

Teknologi Informasi dapat memberikan keuntungan (benefit) pada setiap lini pelayanan berupa Better (lebih baik), Cheaper (lebih murah), Larger (lebih luas) dan Faster (lebih cepat). Dengan kehadiran teknologi informasi setiap kegiatan pelayanan masyarakat dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Apalagi, saat ini hampir setiap individu masyarakat telah memiliki perangkat teknologi informasi yang senantiasa dibawa kemana pun yang bersangkutan beraktifitas, artinya teknologi informasi secara tidak langsung sudah dapat diakses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat dan menjadi peluang besar dalam pengembangan layanan masyarakat lebih luas dan efektif.

Pembangunan dan pelayanan publik adalah amanah yang tidak bisa dilepaskan dari pemerintahan daerah. di antara berbagai layanan dasar yang harus disediakan oleh pemerintah daerah diperlukan sistem pengaduan masyarakat untuk menjamin setiap layanan publik yang dilaksanakan tepat sasaran. Sistem pengaduan masyakat diharapkan dapat menampung masukan, kritik, saran dan informasi dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan analisis kinerja menuju pemerintahan yang lebih baik. Namun demikian, sistem pengaduan masyakat saat ini yang berkembang masih terpaku pada sistem pesan singkat (sms) dan aplikasi berbasis web, dimana sebagian besar masyarakat saat ini sudah jarang menggunakan kedua aplikasi layanan tersebut.

Sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google.inc telah mengubah peta persebaran akses teknologi informasi oleh masyarakat, perangkat telepon pintar (smartphone) rata-rata menggunakan sistem operasi ini (mengalahkan sistem operasi lainnya seperti iOS, Windows phone, dll) sehingga dalam menciptakan sebuah aplikasi teknologi berbasis Android adalah pilihan tepat, karena akan menjangkau pengguna lebih banyak dibandingkan dengan sistem operasi lainnya.

 

Tujuan Bimtek

  1. Memahami pentingnya sistem pengaduan masyarakat berbasis mobile
  2. Mengetahui strategi implementasi dalam pengembangan sistem mobile
  3. Menganalisis kebutuhan sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android
  4. Mengembangkan fitur-fitur kunci sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android

 

Materi Pelatihan

  1. Sistem pengaduan masyarakat
  2. Android sebagai sistem operasi perangkat mobile
  3. Strategi implementasi aplikasi mobile di pemerintahan
  4. Analisa kebutuhan sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android
  5. Pengembangan fitur-fitur sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android

 

Pembelajaran berbasis TI

 || Training Pembuatan Materi Pembelajaran berbasis TI (Teknologi Informasi) ||
=========================================================

Untuk membuat sebuah konten elearning yang bagus dan kompatibel dengan segala platform dibutuhkan pemilihan authoring tool yang baik. Authoring tools sendiri merupakan perangkat aplikasi yabng digunakan untuk membuat konten elearning dengan berbagai macam output sesuai kebutuhan author. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih authoring tools yang tepat terkait dengan jenis konten pendistribusian konten dan tim pengembang konten. Dan khususnya untuk dunia pendidikan, authoring tool ini memungkinkan bagi para pendidik untuk mengembangkan konten digital dari berbagai macam media sehingga menghasilkan konten digital yang interaktif dan profesional.

Objektif Workshop:
1. Peserta mampu menjelaskan fungsi dan peran Instructional Design dalam memproduksi konten pembelajaran.
2. Peserta mampu membedakan jenis dan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools.
3. Peserta mampu membedakan berbagai jenis Dokumentasi Instructional Design
4. Peserta mampu membuat video pembelajaran dengan menggunakan Camtasia
5. Peserta mampu membuat konten animasi dengan menggunakan Articulate
6. Peserta mampu membuat kuis animasi dengan menggunakan aplikasi Articulate
7. Peserta mampu mempublish project ke dalam bentuk SCORM

Materi Pembelajaran:
1. Peserta mampu menganalisis konten pembelajaran yang cocok untuk digunakan dalam beberapa model eLearning.
2. Peserta mampu membedakan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools
3. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Slide untuk digunakan di dalam eLearning
4. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Audio untuk digunakan di dalam eLearning
5. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Video untuk digunakan di dalam eLearning

Fasilitas:
1. Ruangan Eksklusif
2. Komputer per orang
3. Modul Pelatihan
4. Training Kit
5. Tas Pelatihan
6. Makan siang dan Snack
7. Sertifikat
8. Souvenir Pelatihan

logo-dq-001

Copyright © 2020 Dataquest Leverage Indonesia. All Rights Reserved.