Training Membangun Roadmap Elearning Perusahaan

Implementasi elearning di perusahaan perlu dipersiapkan dengan matang dan strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat roadmap (peta jalan) yang akan menjadi panduan perusahaan dalam mengimplementasikan elearning hingga menjadi sebuah alat transformasi bisnis di perusahaan.

Dengan menerapkan strategi roadmap yang tepat, diharapkan perusahaan dapat mengimplementasikan elearning dengan rapi, terstruktur dan berorientasi pada tujuan besar yaitu transformasi perusahaan melalui kultur belajar dan berbagi pengetahuan yang lebih baik (better), lebih efisien (cheaper), lebih luas cakupannya (larger) dan lebih cepat (faster).

 

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti training ini, peserta diharapakan dapat :

  1. Memahami kedudukan e-learning dalam arsitektur pembelajaran di perusahaan
  2. Memahami aspek kunci dan tahapan implementasi elearning
  3. Menganalisa roadmap pengembangan kebijakan dan tata kelola e-learning
  4. Menganalisa roadmap pengembangan infrastruktur e-learning
  5. Menganalisa roadmap pengembangan aplikasi e-learning
  6. Menganalisa roadmap pengembangan konten dan desain pembelajaran e-learning

 

 

 

Topik-Topik Materi

  1. E-Learning dan Arsitektur Pembelajaran di Perusahaan
  2. Aspek Kunci dan Tahapan Implementasi E-learning
  3. Roadmap kebijakan dan tata kelola e-learning
  4. Roadmap infrastruktur e-learning
  5. Roadmap Aplikasi e-learning
  6. Roadmap Konten dan Desain Pembelajaran E-Learning

 

Durasi

16 Jam Pelatihan (2 hari)

 

Fasilitator

  1. Dr. Djadja A. Sardjana, ST., MM.
  2. Arief Bahtiar, ST., MT.

Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Salah satu metode yang sering digunakan manajemen kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC) sebagai metode penilaian kinerja organisasi yang berorientasi pada pandangan strategi masa depan.

Pelatihan ini mencakup metoddologi balanced scorecard, tetapi lebih dalam lagi dari BSC-01 (Fundamental Balance Scorecard). Topik ini menyediakan lebih banyak alat dan teknik untuk membantu manajer dan analisis membangun, menyebarkan, dan mempertahankan sistem scorecard dalam organisasi mereka .

Pengantar Balanced Scorecard diperlukan sebelum mengambil pelatihan ini karena dibangun diatas pengetahuan sebelumnya dengan berfokus pada kesulitan pengembangan scorecard dan nuansa yang ditemukan di dunia nyata organisasi yang telah menerapkan kerangka BSC.

Topik ini membahas tinjauan singkat dari langkah dasar BSC, dan kemudian secara mendalam membahas tahapan sistem Scorecard di seluruh organisasi, mengevaluasi dampak dari sistem scorecard dan membuat koreksi yang diperlukan. Training ini mencakup fokus dengan tambahan kompetensi pada manajemen perubahan dan fasilitasi tim Strategis BSC.

 

Materi Pembelajaran

  1. Cara berpikir secara strategis dan menghindari kebuntuan dalam rincian taktis BSC.
  2. Bagaimana merancang  dan menerapkan scorecard dimana kerangka kerja lainnya telah diperkenalkan
  3. Bagaimana merevisi elemen score card yang dirancang buruk, berdasarkan contoh nyata BSC
  4. “Best Practice” (Praktek terbaik) Balanced Scorecard
  5. Konsep lanjut dalam pengukuran kinerja BSC
  6. Bagaimana melakukan tahapan scorecard di seluruh organisasi perusahaan
  7. Mengatasi hambatan dan tantangan dunia nyata BSC
  8. Evaluasi dokumen perencanaan dan proses BSC

 

Partisipan Pelatihan

CEO / Manager / Assistant Manager / Supervisor

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM (Human Capital Development Consultant)

Infografis Interaktif

BIMTEK TIK
Pembuatan Infografis Interaktif untuk Pemerintahan

 

Infografis adalah representasi visual dari informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafis ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas, seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan. Melalui grafis informasi, pemerintahan daerah diharapkan mampu mengembangkan dan mengomunikasikan suatu program layanan melalui symbol-simbol grafis yang menarik. Infografis mengilustasikan informasi yang memiliki sedikit teks, dan berperan sebagai ringkasan visual untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Saat ini, infografis telah ada di segala bentuk media, mulai dari hasil cetakan biasa dan ilmiah hingga papan dan rambu jalan. Perkembangan TIK terkini memungkinkan kita untuk membuat infografis yang lebih bersifat interaktif dan multimedia, sehingga akan lebih memberikan dampak positif terhadap angka penerimaan sosialisasi program pemerintahaan di masyarakat.

 

Tujuan Bimtek

  1. Memahami konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Mengetahui Studi kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Menganalisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Mengoperasikan perangkat lunak pembuatan infografis interaktif
  5. Mendesain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  6. Mengevaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Outline Materi

  1. Konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Studi Kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Analisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Desain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  5. Fitur-fitur aplikasi Adobe illustrator
  6. Fitur-fitur aplikasi Articulate Storyline
  7. Evaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Pemateri

Asep Tsauri (Konsultan Multimedia dan Elearning)

 

 

Aplikasi Pengaduan Masyarakat berbasis Android

BIMTEK IT
Pembuatan Aplikasi Pengaduan Masyarakat berbasis Android

Teknologi Informasi dapat memberikan keuntungan (benefit) pada setiap lini pelayanan berupa Better (lebih baik), Cheaper (lebih murah), Larger (lebih luas) dan Faster (lebih cepat). Dengan kehadiran teknologi informasi setiap kegiatan pelayanan masyarakat dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Apalagi, saat ini hampir setiap individu masyarakat telah memiliki perangkat teknologi informasi yang senantiasa dibawa kemana pun yang bersangkutan beraktifitas, artinya teknologi informasi secara tidak langsung sudah dapat diakses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat dan menjadi peluang besar dalam pengembangan layanan masyarakat lebih luas dan efektif.

Pembangunan dan pelayanan publik adalah amanah yang tidak bisa dilepaskan dari pemerintahan daerah. di antara berbagai layanan dasar yang harus disediakan oleh pemerintah daerah diperlukan sistem pengaduan masyarakat untuk menjamin setiap layanan publik yang dilaksanakan tepat sasaran. Sistem pengaduan masyakat diharapkan dapat menampung masukan, kritik, saran dan informasi dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan analisis kinerja menuju pemerintahan yang lebih baik. Namun demikian, sistem pengaduan masyakat saat ini yang berkembang masih terpaku pada sistem pesan singkat (sms) dan aplikasi berbasis web, dimana sebagian besar masyarakat saat ini sudah jarang menggunakan kedua aplikasi layanan tersebut.

Sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google.inc telah mengubah peta persebaran akses teknologi informasi oleh masyarakat, perangkat telepon pintar (smartphone) rata-rata menggunakan sistem operasi ini (mengalahkan sistem operasi lainnya seperti iOS, Windows phone, dll) sehingga dalam menciptakan sebuah aplikasi teknologi berbasis Android adalah pilihan tepat, karena akan menjangkau pengguna lebih banyak dibandingkan dengan sistem operasi lainnya.

 

Tujuan Bimtek

  1. Memahami pentingnya sistem pengaduan masyarakat berbasis mobile
  2. Mengetahui strategi implementasi dalam pengembangan sistem mobile
  3. Menganalisis kebutuhan sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android
  4. Mengembangkan fitur-fitur kunci sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android

 

Materi Pelatihan

  1. Sistem pengaduan masyarakat
  2. Android sebagai sistem operasi perangkat mobile
  3. Strategi implementasi aplikasi mobile di pemerintahan
  4. Analisa kebutuhan sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android
  5. Pengembangan fitur-fitur sistem aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android

 

Pembelajaran berbasis TI

 || Training Pembuatan Materi Pembelajaran berbasis TI (Teknologi Informasi) ||
=========================================================

Untuk membuat sebuah konten elearning yang bagus dan kompatibel dengan segala platform dibutuhkan pemilihan authoring tool yang baik. Authoring tools sendiri merupakan perangkat aplikasi yabng digunakan untuk membuat konten elearning dengan berbagai macam output sesuai kebutuhan author. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih authoring tools yang tepat terkait dengan jenis konten pendistribusian konten dan tim pengembang konten. Dan khususnya untuk dunia pendidikan, authoring tool ini memungkinkan bagi para pendidik untuk mengembangkan konten digital dari berbagai macam media sehingga menghasilkan konten digital yang interaktif dan profesional.

Objektif Workshop:
1. Peserta mampu menjelaskan fungsi dan peran Instructional Design dalam memproduksi konten pembelajaran.
2. Peserta mampu membedakan jenis dan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools.
3. Peserta mampu membedakan berbagai jenis Dokumentasi Instructional Design
4. Peserta mampu membuat video pembelajaran dengan menggunakan Camtasia
5. Peserta mampu membuat konten animasi dengan menggunakan Articulate
6. Peserta mampu membuat kuis animasi dengan menggunakan aplikasi Articulate
7. Peserta mampu mempublish project ke dalam bentuk SCORM

Materi Pembelajaran:
1. Peserta mampu menganalisis konten pembelajaran yang cocok untuk digunakan dalam beberapa model eLearning.
2. Peserta mampu membedakan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools
3. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Slide untuk digunakan di dalam eLearning
4. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Audio untuk digunakan di dalam eLearning
5. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Video untuk digunakan di dalam eLearning

Fasilitas:
1. Ruangan Eksklusif
2. Komputer per orang
3. Modul Pelatihan
4. Training Kit
5. Tas Pelatihan
6. Makan siang dan Snack
7. Sertifikat
8. Souvenir Pelatihan

LMS Moodle CCC

LMS Moodle CCC [Course Creator Certificate]
Program Training dan Sertifikasi Online Course Creator
E-Learning Perguruan Tinggi

Course CreatorCertificate (CCC) adalah sebuah program sertifikasi yang memvalidasi pengetahuan dan keterampilan Anda dalam merancang dan mengembangkan konten pembelajaran dengan menggunakan e-Learning dengan memanfaatkan LMS Moodle. Seorang course creator tidak sebatas memiliki kemampuan dalam menggunakan LMS saja, tetapi juga harus memiliki pengetahuan konseppembelajaran yang dikembangkan e-Learning. Course Creator adalah seseorang yang bertanggung jawab akan kelas yang dibuatnya. Oleh sebab itu, sekurang kurangnya seorang course creator harus memilki pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisis, mendesain dan mengembangkan sebuah online course dengan memanfaatkan Learning AMnagement System. Pada program ini, kami menyediakan sebuah pelatihan yang dapat anda ikuti untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti ujian sertifikasi.

Adapun jenis tes yang digunakan dalam program sertifikasi ini yaitu:
1. Objective Test : Meliputi materi-materi konseptual mengenai konsep pembelajaran berbasis e-Learning dan2. Performance Test : Memvalidasi kemampuan anda dalam mengguankan LMS Moodle 2.X sebagai perangkat dalam mengembangkan e-Learning.

Instruktur
Para pakar e-Learning dari Perguruan Tinggi ternama.

Perguruan Tinggi yang pernah mengikuti training & sertifikasi ini, diantaranya:

  • Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Universitas Budi Luhur
  • Universitas Hang Tuah Surabaya
  • Politeknik Piksi Ganesha
  • Universitas Nasional
  • President University
  • Universitas Sahid Jakarta
  • Universitas Pancasila
  • Universitas Al-Azhar Indonesia
  • Universitas Borobudur
  • Universitas Swadaya Gunung Jati
  • STIE INABA Bandung
  • Universitas Katolik Parahyangan
  • Universitas Nusa Cendana
  • Universitas Negeri Malang
  • Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Universitas Sriwijaya
  • Universitas Riau Kepulauan Batam
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Universitas Hasanuddin
  • Politeknik Negeri Bandung
  • Universitas Pattimura
  • Dan lain sebagainya.

Siapa saja yang dapat mengikuti Training ini?
Dosen, Pengelola Kelas Online.

Creating and Delivering a Successful Knowledge Management Strategy

Creating and Delivering a Successful Knowledge Management Strategy

 

Latar Belakang

Pada dekade terakhir, manajemen pengetahuan (Knowledge Management) telah semakin menjadi praktik strategis penting yang memungkinkan organisasi untuk beroperasi secara lebih efisien dan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar. Namun, dalam perkembangannya di berbagai perusahaan Knowledge Management belum dapat diterapkan dengan baik dan sukses karena berbagai faktor penghambat yang terjadi dalam pelaksanaannya, seperti masalah dukungan manajemen, budaya belajar dan berbagi yang rendah serta alat ukur yang tidak terstandar dalam mengukur efektifitas knowledge management tersebut.

Dalam training ini akan disampaikan 3 (tiga) faktor kunci bagaimana membuat dan menyelenggarakan Knowledge Management di perusahaan agar berjalan dengan sukses dan mencapai tujuannya, diantaranya bagaimana mendapatkan dukungan top management, bagaimana membuat budaya pembelajaran di organisasi menggunakan berbagai media dan bagaimana mengukur efektifitas penyelenggaraan Knowledge Management itu sendiri.

 

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami pentingnya dukungan top management dalam pelaksanaan knowledge management di perusahaan
  2. Mengetahui strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dukungan top management dalam penyelenggaraan knowledge management
  3. Memahami pentingnya budaya berbagi (sharing) dan belajar (learning) di organisasi dalam penerapan KM
  4. Mengetahui strategi dan alat (tool) yang dapat diterapkan dalam rangka menumbuhkan budaya berbagi (sharing) dan belajar (learning) di organisasi
  5. Mengetahui cara menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan knowledge management yang efektif

 

Topik Materi

  1. Knowledge Management dalam Learning Organization
  2. Menyusun visi, misi dan tujuan knowledge management
  3. Dukungan Top Management dalam penyelenggaraan KM
  4. Membangun tim Knowledge Management
  5. Pemanfaatan teknologi dalam knowledge management
  6. Membangun kultur berbagi (sharing) dan belajar (learning) dalam organisasi
  7. Menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan KM yang efektif

 

Trainer

Djadja Sardjana (Konsultan E-learning dan Knowledge Management) (https://www.linkedin.com/in/djadja)

 

Menyusun Alat Evaluasi eLearning

Menyusun Alat Evaluasi Elearning
(Strategi jitu merumuskan test yang paling tepat untuk mengukur ketuntasan belajar Karyawan Melalui Elearning)

 

Overview

Kirkpatrick model memberikan panduan yang sangat jelas bagaimana kita dapat mengukur keberhasilan suatu training, termasuk melalui media E-learning. Melalui pengelompokan 4 (empat) level evaluasi, kita dapat menentukan apakah training yang telah diselenggarakan telah tepat sasaran sesuai harapan yang secara eksplisit dinyatakan dalam objektif training?

Dalam training ini akan dipelajari secara mendalam bagaimana menyusun alat evaluasi hingga level ke-2 dari model Kirkpatrick. Pada Level pertama (reaksi) akan disampaikan bagaimana teori dan implementasi menyusun survey yang dapat menggambarkan dengan jelas reaksi peserta pelatihan setelah mengikuti training, sedangkan pada level ke-2 (knowledge) akan disampaikan teori dan strategi implementasi menyusun soal-soal yang dapat mengukur kemampuan peserta training secara tepat sasaran.  Selain itu, dalam training ini juga akan dibahas bagaimana strategi dan tips/trik untuk mengimplementasikan alat evaluasi ke dalam Learning Management System (elearning) perusahaan, khususnya LMS berbasis Moodle.

 

Objektif pelatihan

  1. Memahami teori dan implementasi model Kirkpatrick dalam penerapan elearning
  2. Memahami langkah-langkah menyusun objektif pelatihan
  3. Memahami cara memetakan objektif pelatihan terhadap alat evaluasi pelatihan
  4. Menyusun alat evaluasi training pada level pertama (reaction) Kirkpatrick model
  5. Menyusun alat evaluasi training pada level kedua (knowledge) Kirkpatrick model
  6. Mengimplementasikan alat evaluasi ke dalam Learning Management System berbasis Moodle

 

Materi Pembelajaran

  1. Pengenalan Kirkpatrick model
  2. Penyusunan objektif pelatihan menggunakan Bloom Taxonomy
  3. Penyusunan alat evaluasi training pada level pertama (reaction) Kirkpatrick model
  4. Penyusunan alat evaluasi training pada level kedua (knowledge) Kirkpatrick model
  5. Simulasi menyusun alat evaluasi ke dalam Learning Management System berbasis Moodle

 

Trainer

Asep Tsauri. Instructional Design Consultant (https://www.linkedin.com/in/tsauri28)

 

 

Blendedlearning Perguruan Tinggi

PT Dataquest Leverage Indonesia bekerjasama dengan Pakar dari Perguruan Tinggi ternama dengan bangga mempersembahkan:

PENGEMBANGAN SISTEM BLENDED LEARNING dan PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING UNTUK PERGURUAN TINGGI
(Konsep, Perancangan, Implementasi LMS Moodle untuk Blended Learning)


Blended Learning merupakan terobosan terkini dalam dunia pengajaran. Blended Learning merupakan metodologi pengajaran yang menggabungkan pengajaran tatap muka dengan pengajaran dimediasi komputer. Dengan menggabungkan kedua lingkungan belajar tersebut akan memberi akses lebih besar terhadap pengalaman pembelajaran yang maju serta akan bisa menghemat biaya. Blended Learning dalam hal ini akan mengembangkan kemungkinan kualitas dan kuantitas interaksi manusia dalam setting pengajaran. Blended Learning juga menyediakan penggabungan baik teknologi dan interaksi yang merupakan hasil dari pengalaman belajar yang “socially supported”, konstruktif.

Manfaat yang akan dapatkan dengan mengikuti workshop ini:
1. Website Blended Learning Standard ITB
2. Theme Moodle Standard ITB
3. Perancangan Sistem Blended Learning
4. Pengelolaan LMS Moodle
5. Setup dan Pengelolaan Course Homepage
6. Pengelolaan Interaksi dan Komunikasi Menggunakan Moodle
7. Pengelolaan Konten Perkuliahan Menggunakan Moodle
8. Pengelolaan Soal Assesment
9. Contoh Pengembangan Konten Multimedia e-Learning ITB
10. Software Aplikasi Open Source untuk pengembangan e-learning
11. Comlabs Learning (e-Learning berbasis Moodle versi Desktop)

Instruktur:
Arief Bahtiar, MT.

Senior Developer / Researcher e-Learning
Praktisi Blended Learning ITB

Rapid E-Learning Content

Training

Rapid E-learning Content Development with Articulate Storyline

 

Overview

Dalam membangun E-Learning yang berkualitas terkadang membutuhkan waktu berbulan-bulan serta biaya yang tinggi, sehingga dalam menerapkan E-Learning yang baik tergantung pula pada kemampuan finansial yang dimiliki oleh setiap institusi/perusahaan. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam mengembangkan eLearning yang efisien dan efektif adalah dengan menggunakan authoring tools. Cara ini dinilai praktis dalam meminimalisir penggunaan biaya dan waktu yang dihabiskan dalam membangun E-Learning yang baik. Pada pelatihan ini peserta akan dibekali berbagai materi mengenai tahapan dalam pembuatan konten pembelajaran, dimulai dari pengetahuan mengenai Instructional design hingga pembuatan konten pembelajaran menggunakan authoring tools articulate story line. Articulate storyline sendiri merupakan sebuah authoring tools yang mudah digunakan dalam menciptakan konten pembelajaran yang interaktif.

 

Materi Pelatihan

  1. eLearning dan Knowledge Management
  2. Instructional Design and Authoring Tools
  3. Praktik pembuatan Konten Animasi dengan memanfaatkan Articulate Storyline

 

 

Tujuan Pembelajaran

  • Mampu memahami peranan eLearning dalam Knowledge Management
  • Mampu menyesuaikan desain pembelajaran yang sesuai untuk dikemas dalam konten pembelajaran
  • Mampu mengenali berbagai jenis Authoring Tools dalam pembuatan konten eLearning
  • Mampu mempraktikkan cara pembuatan konten eLearning dengan menggunakan software Articulate Storyline