Infografis Interaktif

BIMTEK TIK
Pembuatan Infografis Interaktif untuk Pemerintahan

 

Infografis adalah representasi visual dari informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafis ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas, seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan. Melalui grafis informasi, pemerintahan daerah diharapkan mampu mengembangkan dan mengomunikasikan suatu program layanan melalui symbol-simbol grafis yang menarik. Infografis mengilustasikan informasi yang memiliki sedikit teks, dan berperan sebagai ringkasan visual untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Saat ini, infografis telah ada di segala bentuk media, mulai dari hasil cetakan biasa dan ilmiah hingga papan dan rambu jalan. Perkembangan TIK terkini memungkinkan kita untuk membuat infografis yang lebih bersifat interaktif dan multimedia, sehingga akan lebih memberikan dampak positif terhadap angka penerimaan sosialisasi program pemerintahaan di masyarakat.

 

Tujuan Bimtek

  1. Memahami konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Mengetahui Studi kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Menganalisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Mengoperasikan perangkat lunak pembuatan infografis interaktif
  5. Mendesain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  6. Mengevaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Outline Materi

  1. Konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Studi Kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Analisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Desain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  5. Fitur-fitur aplikasi Adobe illustrator
  6. Fitur-fitur aplikasi Articulate Storyline
  7. Evaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Pemateri

Asep Tsauri (Konsultan Multimedia dan Elearning)

 

 

Pembelajaran berbasis TI

 || Training Pembuatan Materi Pembelajaran berbasis TI (Teknologi Informasi) ||
=========================================================

Untuk membuat sebuah konten elearning yang bagus dan kompatibel dengan segala platform dibutuhkan pemilihan authoring tool yang baik. Authoring tools sendiri merupakan perangkat aplikasi yabng digunakan untuk membuat konten elearning dengan berbagai macam output sesuai kebutuhan author. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih authoring tools yang tepat terkait dengan jenis konten pendistribusian konten dan tim pengembang konten. Dan khususnya untuk dunia pendidikan, authoring tool ini memungkinkan bagi para pendidik untuk mengembangkan konten digital dari berbagai macam media sehingga menghasilkan konten digital yang interaktif dan profesional.

Objektif Workshop:
1. Peserta mampu menjelaskan fungsi dan peran Instructional Design dalam memproduksi konten pembelajaran.
2. Peserta mampu membedakan jenis dan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools.
3. Peserta mampu membedakan berbagai jenis Dokumentasi Instructional Design
4. Peserta mampu membuat video pembelajaran dengan menggunakan Camtasia
5. Peserta mampu membuat konten animasi dengan menggunakan Articulate
6. Peserta mampu membuat kuis animasi dengan menggunakan aplikasi Articulate
7. Peserta mampu mempublish project ke dalam bentuk SCORM

Materi Pembelajaran:
1. Peserta mampu menganalisis konten pembelajaran yang cocok untuk digunakan dalam beberapa model eLearning.
2. Peserta mampu membedakan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools
3. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Slide untuk digunakan di dalam eLearning
4. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Audio untuk digunakan di dalam eLearning
5. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Video untuk digunakan di dalam eLearning

Fasilitas:
1. Ruangan Eksklusif
2. Komputer per orang
3. Modul Pelatihan
4. Training Kit
5. Tas Pelatihan
6. Makan siang dan Snack
7. Sertifikat
8. Souvenir Pelatihan

LMS Moodle CCC

LMS Moodle CCC [Course Creator Certificate]
Program Training dan Sertifikasi Online Course Creator
E-Learning Perguruan Tinggi

Course CreatorCertificate (CCC) adalah sebuah program sertifikasi yang memvalidasi pengetahuan dan keterampilan Anda dalam merancang dan mengembangkan konten pembelajaran dengan menggunakan e-Learning dengan memanfaatkan LMS Moodle. Seorang course creator tidak sebatas memiliki kemampuan dalam menggunakan LMS saja, tetapi juga harus memiliki pengetahuan konseppembelajaran yang dikembangkan e-Learning. Course Creator adalah seseorang yang bertanggung jawab akan kelas yang dibuatnya. Oleh sebab itu, sekurang kurangnya seorang course creator harus memilki pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisis, mendesain dan mengembangkan sebuah online course dengan memanfaatkan Learning AMnagement System. Pada program ini, kami menyediakan sebuah pelatihan yang dapat anda ikuti untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti ujian sertifikasi.

Adapun jenis tes yang digunakan dalam program sertifikasi ini yaitu:
1. Objective Test : Meliputi materi-materi konseptual mengenai konsep pembelajaran berbasis e-Learning dan2. Performance Test : Memvalidasi kemampuan anda dalam mengguankan LMS Moodle 2.X sebagai perangkat dalam mengembangkan e-Learning.

Instruktur
Para pakar e-Learning dari Perguruan Tinggi ternama.

Perguruan Tinggi yang pernah mengikuti training & sertifikasi ini, diantaranya:

  • Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Universitas Budi Luhur
  • Universitas Hang Tuah Surabaya
  • Politeknik Piksi Ganesha
  • Universitas Nasional
  • President University
  • Universitas Sahid Jakarta
  • Universitas Pancasila
  • Universitas Al-Azhar Indonesia
  • Universitas Borobudur
  • Universitas Swadaya Gunung Jati
  • STIE INABA Bandung
  • Universitas Katolik Parahyangan
  • Universitas Nusa Cendana
  • Universitas Negeri Malang
  • Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Universitas Sriwijaya
  • Universitas Riau Kepulauan Batam
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Universitas Hasanuddin
  • Politeknik Negeri Bandung
  • Universitas Pattimura
  • Dan lain sebagainya.

Siapa saja yang dapat mengikuti Training ini?
Dosen, Pengelola Kelas Online.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

dq10

Sebelum menganut sistem penilaian kinerja modern Balanced Scorecard, sebagian besar perusahaan masih menganut sistem tradisional yang mengedepankan tangible asset yang melingkupi aspek finansial dan keuntungan semata. Sistem tradisional tersebut menggunakan penilaian keuangan ROI (Return on Investment), profit margin, maupun rasio operasi yang mengedepankan kekayaan serta laba yang cenderung hanya meraup keuntungan jangka pendek.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

Jika perusahaan ingin bertahan selama mungkin di masa mendatang dan bersaing secara kompetitif di era informasi, maka perusahaan harus mulai memikirkan keuntungan jangka panjang. Salah satunya dengan memikirkan loyalitas pelanggan. Dalam sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, loyalitas pelanggan menjadi salah satu perspektif yang diperhatikan dan dikatagorikan sebagai Intangible Asset yang menyangkut pentingnya sumberdaya manusia.

Perspektif-perspektif non keuangan tersebut akan memberikan keuntungan yang saling menguntungkan antara pemilik perusahaan, para pemegang saham, maupun para pelanggan yang loyal dan bersifat profit. Untuk lebih lengkapnya, terdapat beberapa alasan spesifik terkait ketepatan waktu sebuah perusahaan menganut sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, yaitu :

  • Harga

Loyalitas pelanggan menjadi sangat penting di tengah maraknya kompetitor di ranah produk yang sama bagi sebuah perusahaan. Persaingan akan semakin gencar dengan diluncurkan banyak sistem yang mempermudah tranksaksi produk. Jika perusahaan masih berkutat di sistem tradisional tanpa adanya transformasi performa meliputi inisiatif maupun inovasi, maka bukan tidak mungkin jika perusahaan tersebut akan bangkrut sewaktu-waktu tergerus oleh zaman dan kebutuhan.

  • Produktivitas

Produktivitas akan mempengaruhi harga (meliputi keuntungan dan laba) pada produk perusahaan. Perusahaan yang kurang produktif dalam memanajemen sumberdaya manusia tentu akan mengalami kerugian yang signifikan di masa sekarang maupun di masa mendatang.

  • Profitabilitas

Konsep profit atau keuntungan tidak akan terlaksana tanpa adanya sistem yang terintergrasi dan menyeluruh. Sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard akan melingkupi seluruh aspek yang mengedapankan pengembangan seluruh sumberdaya yang ada. Hal ini apabila diterapkan secara konsisten akan mampu mendongkrak nilai keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

Waspada! 4 Rintangan Implementasi BSC

http://www.dataquest.co.id/events/month/

Meskipun Balanced Scorecard merupakan metode terbaik dalam meningkatkan kinerja manajemen suatu perusahaan, namun faktanya, masih ditemukan sejumlah perusahaan yang merasa gagal saat mengimplementasikannya. Rupanya terdapat beberapa hal yang abai diwaspadai para pemangku kepentingan di perusahaan supaya mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari metode Balanced Scorecard tersebut.

Pada dasarnya, metode Balanced Scorecard memfokuskan seluruh level dalam suatu perusahaan pada indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) berdasarkan strategi yang ditetapkan. Namun untuk mengoptimalkan, sebaiknya perusahaan menggunakan sistem Balanced Scorecard yang dirancang otomatis dengan software Balanced Scorecard. Penggunaan software otomatis akan memudahkan perusahaan dalam proses pemantauan hingga pengelolaan kinerja. Software ini cenderung efisien karena bisa dikerjakan dengan cepat dalam keadaan online. Penyelesaian masalah juga bisa dilakukan dengan cepat dan terintegrasi langsung dengan pemiliki KPI.

Software Balanced Scorecard juga akan berdampak positif pada pelaksanaan rapat-rapat ekskutif. Para pemilik KPI bisa memfokuskan kinerja yang masih jauh dari harapan. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya dengan membicarakan pengambilan keputusan, namun secara signifikan bisa dialihkan pada strategi kinerja jangka panjang perusahaan.

Di samping itu, terdapat empat faktor rintangan yang harus diwaspadai supaya implementasi Balanced Scorecard bisa bermanfaat secara optimal.

#1 Rintangan visi

Faktanya, tidak semua anggota perusahaan memahami visi dan misi perusahaan mereka. Kondisi ini dapat mengacaukan fokus pelaksaan strategi kinerja. Sistem Balanced Scorecard otomatis juga tidak akan bisa berjalan secara efektif.

#2 Rintangan orang

Seluruh anggota perusahaan merupakan aset penting yang harus dijaga dioptimalkan kemampuannya demi tercapainya kinerja yang optimal. Namun faktanya, tidak semua perusahaan memperlakukan seluruh anggotanya dengan baik. Menurunnya kinerja anggota perusahaan akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap unggulnya produk perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian bonus maupun hukuman untuk memotivasi para anggota perusahaan.

#3 Rintangan sumberdaya

Sumberdaya ini meliputi penggunaan anggaran yang tidak semestinya pada suatu perusahaan dan menyebabkan pemborosan. Untuk dapat mencapai strategi meningkatkan kinerja, diperlukan dana yang seharusnya dilibatkan ke dalam anggaran perusahaan. Supaya efektif, dana tersebut harus relevan dengan strategi peningkatkan kinerja. Terutama yang terkait dengan metode Balanced Scorecard.

#4 Rintangan manajemen

Manajemen yang baik akan fokus pada upaya implementasi strategi kinerja jangka panjang. Bukan pada pengambilan keputusan jangka pendek. Sehingga hal ini seringkali menyebabkan metode Balanced Scorecard tidak efektif diimplementasikan.

Bagaimana? apakah 4 Rintangan Implementasi BSC tersebut sudah dapat Anda waspadai?

logo-dq-001

Copyright © 2020 Dataquest Leverage Indonesia. All Rights Reserved.