[Infografis] Roadmap Implementasi Elearning

Infografis Roadmap Implementasi Elearning

Roadmap Implementasi Elearning
[klik pada gambar untuk ukuran lebih besar]
  1. Tahap Inisiatif.
    Elearning baru sekedar dicoba dan dieksplorasi oleh unit / divisi kerja yang bertanggungjawab terhadap kegiatan diklat (biasanya divisi Diklat / Pengembangan SDM / Learning Center / dsb)
  2. Tahap Alat Dukung.
    Elearning dijadikan sebagai komponen tambahan dalam proses diklat / training yang berjalan di perusahaan (eksisting). Elearning menjadi media tambahan / pendukung training yang berjalan.
  3. Tahap Enabler.
    Elearning dijadikan sebagai media utama untuk menjalankan diklat yang sebelumnya tidak ada. Elearning akan menjadi pembuka peluang baru, terobosan organisasi dan media baru.
  4. Tahap Alat Transformasi.
    Elearning adalah alat untuk membawa perusahaan ke level lebih tinggi melalui keunggulan teknologi yaitu BCLF — better, cheaper, larger dan faster. Elearning menjadi penggerak utama, breakthrough, akselerator, pembaruan.

 

===

Download Ebook: 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips memaksimalkan balanced scorecard: Konsep balanced scorecard (BSC) adalah konsep yang sangat umum dan sangat bermanfaat dalam sistem manajemen dan perencanaan strategi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Pentingnya penggunaan konsep ini membuat hampir setiap perusahaan menyediakan sumber daya sendiri untuk memaksimalkan penggunaan konsep BSC.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk memaksimalkan balanced scorecard sehingga bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan:

  • Tidak berhenti pada pengukuran semata.
    Konsep BSC memang merupakan konsep yang dapat dipergunakan untuk mengukur performa dari perusahaan atau organisasi dari 4 perspektif yang berbeda yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan juga perspektif pertumbuhan dan perkembangan. Namun banyak perusahaan yang menghabiskan sumber daya untuk upaya pengukuran semata dan tidak mengambil langkah lebih lanjut berdasarkan hasil pengukuran tadi
  • Tidak membiarkan budget yang ada menjadi penghalang utama pelaksanaan strategi.
    Keterbatasan budget memang menjadi sebuah masalah yang umum dihadapi oleh sebuah perusahaan, namun hal ini tidak bisa dijadikan faktor utama yang mendikte arah jalannya strategi yang hendak dijalankan. Kondisi yang paling ideal adalah perencanaan strategi yang solid, yang dibarengi dengan evaluasi dengan menggunakan konsep BSC yang akan membantu menjaga proses budgeting agar tidak keluar jalur
  • Memulai segala sesuatunya dengan tepat.
    Pemilihan konten strategi yang tepat adalah kunci awal pelaksanaan yang sukses. Sebuah strategi yang tepat yang dibuat seiring dengan hasil BSC harus bisa menjawa semua tantangan dan meminimalisir resiko-resiko kesalahan yang mungkin terjadi
  • Menggunakan konsep BSC yang tepat, yang sesuai dengan ukuran perusahaan

Hal-hal tersebut akan sangat membantu dalam memaksimalkan penggunaan konsep BSC di dalam setiap lingkup perusahaan atau organisasi, sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.

logo-dq-001

Copyright © 2020 Dataquest Leverage Indonesia. All Rights Reserved.