Kesalahan Umum dalam Pembuatan Kursus E-Learning

kesalahan umum e-learning

Ada beberapa kesalahan yang secara tidak langsung banyak dilakukan oleh para profesional di bidang e-learning. Kesalahan-kesalahan ini pada umumnya terjadi karena para pelaku tidak menyempatkan diri dan waktu mereka untuk lebih mengenal para calon trainee yang akan mengikuti kursus e-learning yang dibangunnya.

Kesalahan-kesalahan tersebut bisa berupa:

1. Terlalu bergantung pada intuisi dan pengalaman, serta tidak memperhatikan kebutuhan para trainee yang sebenarnya

Hal ini umum terjadi para mereka yang ahli dalam suatu bidang tertentu, dimana mereka melupakan bahwa untuk bisa menjadi seorang profesional, ada banyak langkah yang harus diambil. Hal ini justru akan memberatkan para trainee dan bisa menghalangi tercapainya tujuan yang diharapkan.

2. Berfokus pada upaya menyajikan informasi dan kurang memperhatikan proses pembelajaran dari para trainee.

Penyajian informasi merupakan hal yang penting dalam sebuah kursus e-learning, namun bila hal ini tidak disertai dengan memberikan kesempatan pada para trainee untuk mengaplikasikannya, maka seluruh informasi tersebut akan menjadi sia-sia.

3. Tidak memahami hal yang memotivasi dan mendorong para trainee untuk Belajar

Kurangnya motivasi para trainee menjadi salah satu sumber kegagalan kursus e-learning. Para trainer perlu mencari tahu apa yang menjadi motivasi utama mereka, misalnya saja dengan berfokus pada upaya peningkatan performa kerja setiap trainee. Bila seorang trainee merasa bahwa performa mereka meningkat, maka hal ini bisa membantu meningkatkan antusiasme mereka untuk mengikuti proses pembelajaran.

4. Merancang kursus dalam skala besar

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan kursus e-learning dalam skala besar, namun perlu diperhatikan apakah hal ini memang sudah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan para trainee. Kursus e-learning yang baik adalah kursus yang sederhana dan mampu memenuhi kebutuhan para trainee pada saat mereka membutuhkannya.

5. Tidak menyadari kebutuhan khusus dari para trainee

Setiap trainer perlu mengenal lebih jauh mengenai calon trainee yang akan mengikuti kursus. Cari tahu apakah ada kebutuhan khusus yang perlu diantisipasi sebelumnya misalnya saja kondisi cacat fisik, kondisi lingkungan kerja yang tidak mendukung kegiatan e-learning atau bisa juga berupa hambatan dalam penguasaan tekhnologi.

 

Semua kesalahan tersebut bisa dihindari dengan mencoba mencari informasi lebih dalam mengenai para calon trainee. Sebuah assesmen singkat bisa membantu memberikan gambaran kepada para trainer mengenai calon trainee yang akan mereka hadapi, sehingga mereka bisa merancang kursus e-learning yang benar-benar tepat sasaran.

Storytelling: Cara Jitu Knowledge Sharing

consultacy

Storytelling atau bercerita merupakan sebuah praktek kuno yang telah dilakukan sejak jaman dahulu kala, sebagai salah satu cara untuk menyampaikan sesuatu hal yang penuh makna dan juga emosi. Penggunaan storytelling bisa menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian para pendengar dan secara tidak langsung meningkatkan kemampuan para pendengar untuk mendengarkan dan mempelajari sesuatu dari cerita tersebut.

Sang pencerita atau mereka yang melakukan storytelling bisa berbagi banyak hal termasuk juga pengetahuan yang mereka miliki, pengalaman serta berbagai hal lain yang dalam dunia knowledge management (KM) termasuk dalam golongan tacit knowledge. Cerita yang baik akan mampu meninggalkan kesan yang mendalam kepada para pendengarnya dan hal inilah yang membuat storytelling memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai salah satu metode dalam knowledge sharing.

Salah satu pendapat yang mendukung mengenai penggunan storytelling dalam sebuah organisasi adalah Liebowitz. Menurut beliau, storytelling bisa menangkap cerita dan pengalaman serta rutinitas sebuah organisasi di masa lalu, sehingga memudahkan para pekerja di masa sekarang untuk memanfaatkan inti cerita tersebut dan mengadaptasikannya dengan kondisi yang ada.

Ada berbagai potensi manfaat dan applikasi dari storytelling yang bisa dipergunakan di dalam sebuah organisasi atau sebuah perusahaan. Storytelling bisa dipergunakan dalam upaya untuk melakukan monitoring terhadap sebuah sistem yang sedang berjalan, sebagai upaya pemecahan masalah, sebagai metode pemanasan dalam sebuah workshop, sebagai bentuk latihan dalam sebuah tim atau komunitas dan bisa juga dimanfaatkan sebagai cara untuk memecah penghalang yang ada antara orang-orang yang berasal dari disiplin ilmu atau asal budaya yang berbeda.

Untuk bisa mendapatkan hasil yang diinginkan melalui storytelling, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Hal-hal ini dipaparkan oleh Sole dan Wilson pada tahun 2002 dan hal-hal tersebut adalah:

  • Menetapkan tujuan yang jelas dari cerita tersebut
  • Memberikan cerita yang sederhana, yaitu cerita yang mudah dipahami oleh para pendengarnya
  • Mencoba untuk menggunakan lebih dari satu medium dalam proses bercerita misalnya saja gambar atau video
  • Memonitor bagaimana reaksi para pendengar dalam mendengarkan cerita. Bisa dilakukan perubahan-perubahan tertentu agar cerita tersebut bisa menjadi lebih menarik baik dalam hal cara bercerita ataupun penambahan medium cerita
  • Melatih kemampuan bercerita agar menjadi lebih baik lagi.

Artikel tentang Knowledge Management sebelumnya :

1. Cara Efektif Menerapkan Knowledge Management

2. Cara memilih strategi manajemen pengetahuan yang tepat

3. Tips Knowledge Management untuk meningkatkan Service Quality

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

dq10

Sebelum menganut sistem penilaian kinerja modern Balanced Scorecard, sebagian besar perusahaan masih menganut sistem tradisional yang mengedepankan tangible asset yang melingkupi aspek finansial dan keuntungan semata. Sistem tradisional tersebut menggunakan penilaian keuangan ROI (Return on Investment), profit margin, maupun rasio operasi yang mengedepankan kekayaan serta laba yang cenderung hanya meraup keuntungan jangka pendek.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

Jika perusahaan ingin bertahan selama mungkin di masa mendatang dan bersaing secara kompetitif di era informasi, maka perusahaan harus mulai memikirkan keuntungan jangka panjang. Salah satunya dengan memikirkan loyalitas pelanggan. Dalam sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, loyalitas pelanggan menjadi salah satu perspektif yang diperhatikan dan dikatagorikan sebagai Intangible Asset yang menyangkut pentingnya sumberdaya manusia.

Perspektif-perspektif non keuangan tersebut akan memberikan keuntungan yang saling menguntungkan antara pemilik perusahaan, para pemegang saham, maupun para pelanggan yang loyal dan bersifat profit. Untuk lebih lengkapnya, terdapat beberapa alasan spesifik terkait ketepatan waktu sebuah perusahaan menganut sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, yaitu :

  • Harga

Loyalitas pelanggan menjadi sangat penting di tengah maraknya kompetitor di ranah produk yang sama bagi sebuah perusahaan. Persaingan akan semakin gencar dengan diluncurkan banyak sistem yang mempermudah tranksaksi produk. Jika perusahaan masih berkutat di sistem tradisional tanpa adanya transformasi performa meliputi inisiatif maupun inovasi, maka bukan tidak mungkin jika perusahaan tersebut akan bangkrut sewaktu-waktu tergerus oleh zaman dan kebutuhan.

  • Produktivitas

Produktivitas akan mempengaruhi harga (meliputi keuntungan dan laba) pada produk perusahaan. Perusahaan yang kurang produktif dalam memanajemen sumberdaya manusia tentu akan mengalami kerugian yang signifikan di masa sekarang maupun di masa mendatang.

  • Profitabilitas

Konsep profit atau keuntungan tidak akan terlaksana tanpa adanya sistem yang terintergrasi dan menyeluruh. Sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard akan melingkupi seluruh aspek yang mengedapankan pengembangan seluruh sumberdaya yang ada. Hal ini apabila diterapkan secara konsisten akan mampu mendongkrak nilai keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

Waspada! 4 Rintangan Implementasi BSC

http://www.dataquest.co.id/events/month/

Meskipun Balanced Scorecard merupakan metode terbaik dalam meningkatkan kinerja manajemen suatu perusahaan, namun faktanya, masih ditemukan sejumlah perusahaan yang merasa gagal saat mengimplementasikannya. Rupanya terdapat beberapa hal yang abai diwaspadai para pemangku kepentingan di perusahaan supaya mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari metode Balanced Scorecard tersebut.

Pada dasarnya, metode Balanced Scorecard memfokuskan seluruh level dalam suatu perusahaan pada indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) berdasarkan strategi yang ditetapkan. Namun untuk mengoptimalkan, sebaiknya perusahaan menggunakan sistem Balanced Scorecard yang dirancang otomatis dengan software Balanced Scorecard. Penggunaan software otomatis akan memudahkan perusahaan dalam proses pemantauan hingga pengelolaan kinerja. Software ini cenderung efisien karena bisa dikerjakan dengan cepat dalam keadaan online. Penyelesaian masalah juga bisa dilakukan dengan cepat dan terintegrasi langsung dengan pemiliki KPI.

Software Balanced Scorecard juga akan berdampak positif pada pelaksanaan rapat-rapat ekskutif. Para pemilik KPI bisa memfokuskan kinerja yang masih jauh dari harapan. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya dengan membicarakan pengambilan keputusan, namun secara signifikan bisa dialihkan pada strategi kinerja jangka panjang perusahaan.

Di samping itu, terdapat empat faktor rintangan yang harus diwaspadai supaya implementasi Balanced Scorecard bisa bermanfaat secara optimal.

#1 Rintangan visi

Faktanya, tidak semua anggota perusahaan memahami visi dan misi perusahaan mereka. Kondisi ini dapat mengacaukan fokus pelaksaan strategi kinerja. Sistem Balanced Scorecard otomatis juga tidak akan bisa berjalan secara efektif.

#2 Rintangan orang

Seluruh anggota perusahaan merupakan aset penting yang harus dijaga dioptimalkan kemampuannya demi tercapainya kinerja yang optimal. Namun faktanya, tidak semua perusahaan memperlakukan seluruh anggotanya dengan baik. Menurunnya kinerja anggota perusahaan akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap unggulnya produk perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian bonus maupun hukuman untuk memotivasi para anggota perusahaan.

#3 Rintangan sumberdaya

Sumberdaya ini meliputi penggunaan anggaran yang tidak semestinya pada suatu perusahaan dan menyebabkan pemborosan. Untuk dapat mencapai strategi meningkatkan kinerja, diperlukan dana yang seharusnya dilibatkan ke dalam anggaran perusahaan. Supaya efektif, dana tersebut harus relevan dengan strategi peningkatkan kinerja. Terutama yang terkait dengan metode Balanced Scorecard.

#4 Rintangan manajemen

Manajemen yang baik akan fokus pada upaya implementasi strategi kinerja jangka panjang. Bukan pada pengambilan keputusan jangka pendek. Sehingga hal ini seringkali menyebabkan metode Balanced Scorecard tidak efektif diimplementasikan.

Bagaimana? apakah 4 Rintangan Implementasi BSC tersebut sudah dapat Anda waspadai?

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips memaksimalkan balanced scorecard: Konsep balanced scorecard (BSC) adalah konsep yang sangat umum dan sangat bermanfaat dalam sistem manajemen dan perencanaan strategi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Pentingnya penggunaan konsep ini membuat hampir setiap perusahaan menyediakan sumber daya sendiri untuk memaksimalkan penggunaan konsep BSC.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk memaksimalkan balanced scorecard sehingga bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan:

  • Tidak berhenti pada pengukuran semata.
    Konsep BSC memang merupakan konsep yang dapat dipergunakan untuk mengukur performa dari perusahaan atau organisasi dari 4 perspektif yang berbeda yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan juga perspektif pertumbuhan dan perkembangan. Namun banyak perusahaan yang menghabiskan sumber daya untuk upaya pengukuran semata dan tidak mengambil langkah lebih lanjut berdasarkan hasil pengukuran tadi
  • Tidak membiarkan budget yang ada menjadi penghalang utama pelaksanaan strategi.
    Keterbatasan budget memang menjadi sebuah masalah yang umum dihadapi oleh sebuah perusahaan, namun hal ini tidak bisa dijadikan faktor utama yang mendikte arah jalannya strategi yang hendak dijalankan. Kondisi yang paling ideal adalah perencanaan strategi yang solid, yang dibarengi dengan evaluasi dengan menggunakan konsep BSC yang akan membantu menjaga proses budgeting agar tidak keluar jalur
  • Memulai segala sesuatunya dengan tepat.
    Pemilihan konten strategi yang tepat adalah kunci awal pelaksanaan yang sukses. Sebuah strategi yang tepat yang dibuat seiring dengan hasil BSC harus bisa menjawa semua tantangan dan meminimalisir resiko-resiko kesalahan yang mungkin terjadi
  • Menggunakan konsep BSC yang tepat, yang sesuai dengan ukuran perusahaan

Hal-hal tersebut akan sangat membantu dalam memaksimalkan penggunaan konsep BSC di dalam setiap lingkup perusahaan atau organisasi, sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang. Kelebihan ini membuat konsep BSC sangat populer untuk dipergunakan oleh bisnis, industri, perusahaan serta berbagai organisasi lainnya.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Selain memiliki kelebihan tersebut, konsep BSC juga sangat populer karena memiliki berbagai manfaat atau keuntungan bagi para penggunanya yaitu:

  • Meningkatkan komunikasi diantara departemen yang berbeda dalam satu perusahaan dalam hal upaya pencapaian visi perusahaan tersebut
  • Memudahkan para karyawan untuk bisa menjalankan strategi perusahaan setiap harinya
  • Memaksimalkan kerja sama dimana seluruh anggota tim akan terpacu untuk bekerja sama dan mendorong satu sama lain agar bisa meraih kesuksesan
  • Konsep BSC juga memungkinkan adanya proses pembelajaran secara terus menerus melalui umpan balik yang diterima dari berbagai pihak
  • Membantu dalam meningkatkan fokus perusahaan terhadap strategi yang akan dipergunakan serta hasil akhir yang diharapkan
  • Menunjukkan target-taget yang jelas yang perlu dicapai di masa yang akan datang
  • Membantu dalam menetapkan prioritas sesuai dengan tingkat kebutuhan dan waktu yang tersedia
  • Menyediakan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai operasi bisnis yang sedang berjalan
  • Merupakan alat yang tepat dalam merubah strategi menjadi tindakan yang efektif dan memberikan hasil yang diharapkan, dan masih banyak lagi keuntungan lainnya

Konsep BSC membantu perusahaan atau organisasi lainnya untuk melihat secara objektif dan membawa visi yang ada ke dalam bentuk tindakan yang sebenarnya, dan hal inilah yang membuat semua bentuk organisasi akan mendapatkan manfaat dari penggunaan konsep ini.

Cara Efektif Penerapan Manajemen Pengetahuan

Cara Efektif Penerapan Manajemen Pengetahuan

Penerapan manajemen pengetahuan adalah hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk bisa menerapkan manajemen pengetahuan yang benar-benar efektif dan bisa dipahami oleh semua pihak yang terlibat, maka ada beberapa langkah penting yang bisa diambil

Sebagai salah satu kunci dalam kesuksesan sebuah perusahaan, penerapan manajemen pengetahuan adalah hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk bisa menerapkan manajemen pengetahuan yang benar-benar efektif dan bisa dipahami oleh semua pihak yang terlibat, maka ada beberapa langkah penting yang bisa diambil yaitu:

  • Pemilihan anggota tim yang tepat

Penerapan manajemen pengetahuan akan jauh lebih efektif bila dijalankan oleh tim yang berfokus pada hal tersebut. Anggota tim hendaknya memiliki berbagai pengetahuan dan kemampuan termasuk diantaranya pengetahuan mengenai manajamen pengetahuan, kemampuan komunikasi, perencanaan strategis, pengetahuan tekhnologi informasi dan juga pengetahuan mengenai proses bisnis yang berjalan

  • Penetapan strategi dasar dari manajemen pengetahuan yang hendak diterapkan

Penerapan strategi dasar ini bisa dimulai dengan melakukan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, treats). Setelah melakukan analisis, maka bisa dipilih strategi yang paling tepat, yaitu strategi yang bisa menonjolkan hal terbaik dari perusahaan tersebut dan memperbaiki atau menutupi kelemahan yang ada

  • Melakukan asesmen dan audit

Asesmen dan audit perlu dilakukan terhadap sistem informasi dan pengetahuan yang telah ada. Proses asesmen dan audit ini hendaknya bisa mengungkap aspek-aspek mengenai sistem informasi dan pengetahuan yang telah ada misalnya saja jenis informasi yang tersedia, cara penyimpanan informasi tersebut, pihak yang bertanggung jawab terhadap masing-masing informasi, kriteria yang menjadi patokan dalam penyimpanan informasi, cara penambahan informasi dan cara penggunaan informasi yang ada untuk kebaikan perusahaan

  • Melakukan pengecekan terhadap sistem IT

Langkah ini lebih bertujuan untuk melihat apakah sistem IT yang dipergunakan telah mampu memberikan dukungan terhadap proses penggunaan informasi yang ada dan apakah sistem IT tersebut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada

  • Mengembangkan rencana manajamen pengetahuan yang tepat

Rencana ini dibuat berdasarkan hasil asesmen dan audit yang telah dilakukan sebelumnya. Rencana penerapan manajemen pengetahuan yang tepat adalah rencana yang mampu menjawab pertanyaan 4W 1H (what, where, why, when, how). Rencana inilah yang akan dilaksanakan sebagai bagian penerapan konsep manajemen pengetahuan di masing-masing perusahaan.

Cara Memilih Strategi Manajemen Pengetahuan yang Tepat

Cara Memilih Strategi Manajemen Pengetahuan yang Tepat

Pembahasan mengenai manajemen pengetahuan (management knowledge) pada umumnya melibatkan berbagai strategi atau pendekatan yang berbeda. Beberapa strategi befokus pada penggunaan pengetahuan yang ada sementara strategi yang lain berfokus pada area bisnis yang ada dan ada juga strategi yang lebih berfokus pada hasil akhir yang ingin dicapai.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah strategi mana yang paling tepat untuk digunakan? Setiap strategi akan bekerja secara efektif untuk jenis perusahaan yang berbeda. Untuk membantu dalam memilih strategi yang tepat, ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan, salah satunya adalah nilai disiplin yang dianut oleh perusahaan tersebut. Nilai disiplin yang berbeda akan bekerja dengan baik pada strategi yang berbeda pula yaitu:

  • Nilai disiplin yang mengutamakan pada keunggulan produk atau jasa yang ditawarkan.
    Perusahaan yang menganut nilai seperti ini sangat membutuhkan strategi yang mendukung nilai kreativitas yang tinggi untuk bisa menciptakan produk baru yang bisa masuk ke dalam pasar. Strategi manajemen pengetahuan yang tepat adalah strategi yang melibatkan banyak orang seperti strategi forum diskusi, kolaborasi, komunitas-komunitas dan strategi lainnya yang sejenis.
  • Nilai disiplin yang berfokus pada kedekatan dengan para pelanggan.
    Perusahaan yang menganut nilai ini perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai para pelanggan mereka dan contoh strategi manajemen pengetahuan yang bisa diterapkan adalah data mining, CRM dan juga strategi bisnis inteligensi
  • Nilai disiplin yang berfokus pada kelancaran proses operasional.
    Perusahaan yang menganut nilai ini selalu berupaya untuk mengatasi berbagai rintangan dalam proses produksi dan juga berupaya untuk mengoptimalkan proses bisnis. Strategi manajemen pengetahuan yang tepat untuk perusahaan yang menganut nilai seperti ini adalah strategi BPR, strategi transfer melalui praktek, strategi proses perbaikan dan beberapa strategi lainnya.

Memahami nilai disiplin yang dianut oleh sebuah perusahaan akan sangat membantu dalam memilih strategi manajemen pengetahuan yang tepat, demi kebaikan perusahaan itu sendiri.

Cara Jitu Meningkatkan Efisiensi dan Inisiatif Manajemen Pengetahuan

Cara Jitu Meningkatkan Efisiensi dan Inisiatif Manajemen Pengetahuan

Isu mengenai manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan salah satu isu yang sangat sering diperdebatkan di kalangan usaha dan industri belakangan ini. Ada begitu banyak cara, metode, dan strategi yang bisa dipergunakan dalam upaya penerapan manajemen pengetahuan. Namun, tidak semua perusahaan mampu memanfaatkan atau mengelola manajemen pengetahuan mereka dengan baik dan sesuai harapan.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa ditempuh dalam upaya meningkatkan tingkat efisiensi dan inisiatif manajemen pengetahuan yang dimiliki, yaitu:

  • Melakukan proses perawatan terhadap pengetahuan yang ada
    Pentingnya perawatan terhadap sistem manajemen pengetahuan merupakan hal yang sangat penting, namun pada kenyataannya banyak perusahaan yang tidak melakukan hal ini. Ada beberapa cara mudah untuk bisa melakukan perawatan terhadap sistem manajemen pengetahuan misalnya saja dengan menggunakan software khusus atau bisa juga dengan memperkerjakan seseorang yang khusus melakukan perawatan dalam sistem ini
  • Membuat budget khusus yang dipergunakan untuk melakukan perawatan terhadap sistem manajemen pengetahuan. Hal ini bisa dilakukan untuk memastikan agar sistem manajemen pengetahuan akan tetap terjaga dan memberikan manfaat bukan hanya kepada salah satu bidang saja, namun juga terhadap bidang-bidang lain di perusahaan yang sama.
  • Think out of Box atau berpikir di luar kotak
    Kebanyakan perusahaan berpikir bahwa manajemen pengetahuan hanyalah bermanfaat untuk bidang customer service. Namun sesungguhnya hal ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang lain dalam perusahaan tersebut misalnya saja bidang pemasaran, bidang penjualan, bidang training dan juga bidang pemberdayaan sumber daya manusia.

Hal yang perlu dipahami oleh setiap perusahaan mengenai manajemen pengetahuan adalah bahwa hal tersebut bukanlah sebuah bentuk teknologi semata, namun bisa dikatakan sebagai salah satu kunci untuk mempertahankan keberadaan dan kesuksesan sebuah perusahaan.

2 Tipe Dasar Metode Pembelajaran Elearning

dq12

Setiap tipe dasar metode pembelajaran elearning memiliki kelebihannya sendiri dimana sistem yang berbeda akan bekerja dengan efektif pada situasi yang berbeda.

Sistem pembelajaran yang menggunakan internet merupakan sistem pembelajaran yang umum dikenal dengan nama e-learning/elearning atau elektronic learning. Sistem pembelajaran ini memungkinkan trainer dan trainee untuk bisa berkomunikasi tanpa harus bertatap muka secara langsung. Keberadaan elearning memungkinkan seseorang untuk terus belajar tanpa adanya batasan jarak dan waktu.

Secara umum, ada 2 tipe dasar metode pembelajaran elearning, dimana keduanya mempergunakan jaringan internet sebagai media komunikasi antara trainer dan trainee. Dua tipe dasar tersebut adalah:

1. Sistem pembelajaran sinkron

Sistem pembelajaran ini sering merupakan sistem belajar elearning secara langsung atau real time. Pada proses ini, sang trainer dan trainee akan berkomunikasi secara langsung via internet baik dengan chatting ataupun via video seperti Skype atau Google Hangout. Ada berbagai kelebihan dari sistem pembelajaran ini yaitu kemampuan untuk melakukan monitoring secara terus menerus serta sistem atau metode belajar yang bisa dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan murid yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

2. Sistem pembelajaran asinkron

Sistem pembelajaran ini merupakan sistem pembelajaran secara tidak langsung. Sistem ini memungkinkan para trainee untuk belajar sesuai dengan tingkat kebutuhan mereka sendiri dan disesuaikan dengan jadwal kosong mereka, tanpa harus berkomunikasi secara langsung dengan trainer mereka. Sistem pembelajaran yang juga dikenal dengan nama web based training atau training berbasis web memungkinkan setiap orang untuk belajar kapanpun dan dimanapun mereka membutuhkannya tanpa harus terikat pada waktu tertentu.

Setiap tipe dasar metode pembelajaran elearning memiliki kelebihannya sendiri dimana sistem yang berbeda akan bekerja dengan efektif pada situasi yang berbeda. Sebagai contoh, materi training manajemen yang tidak terspesialisasi untuk hal-hal khusus sangat cocok menggunakan sistem pembelajaran asinkronisasi atau pembelajaran secara tidak langsung. Sementare itu, untuk materi training lain seperti materi bahasa asing, maka sistem pembelajaran sinkron akan jauh lebih efektif karena sang trainee bisa langsung berkomunikasi dengan sang trainer dan apabila ada hal-hal yang perlu dikoreksi, maka sang trainer bisa melakukannya secara langsung.