Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Salah satu metode yang sering digunakan manajemen kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC) sebagai metode penilaian kinerja organisasi yang berorientasi pada pandangan strategi masa depan.

Pelatihan ini mencakup metoddologi balanced scorecard, tetapi lebih dalam lagi dari BSC-01 (Fundamental Balance Scorecard). Topik ini menyediakan lebih banyak alat dan teknik untuk membantu manajer dan analisis membangun, menyebarkan, dan mempertahankan sistem scorecard dalam organisasi mereka .

Pengantar Balanced Scorecard diperlukan sebelum mengambil pelatihan ini karena dibangun diatas pengetahuan sebelumnya dengan berfokus pada kesulitan pengembangan scorecard dan nuansa yang ditemukan di dunia nyata organisasi yang telah menerapkan kerangka BSC.

Topik ini membahas tinjauan singkat dari langkah dasar BSC, dan kemudian secara mendalam membahas tahapan sistem Scorecard di seluruh organisasi, mengevaluasi dampak dari sistem scorecard dan membuat koreksi yang diperlukan. Training ini mencakup fokus dengan tambahan kompetensi pada manajemen perubahan dan fasilitasi tim Strategis BSC.

 

Materi Pembelajaran

  1. Cara berpikir secara strategis dan menghindari kebuntuan dalam rincian taktis BSC.
  2. Bagaimana merancang  dan menerapkan scorecard dimana kerangka kerja lainnya telah diperkenalkan
  3. Bagaimana merevisi elemen score card yang dirancang buruk, berdasarkan contoh nyata BSC
  4. “Best Practice” (Praktek terbaik) Balanced Scorecard
  5. Konsep lanjut dalam pengukuran kinerja BSC
  6. Bagaimana melakukan tahapan scorecard di seluruh organisasi perusahaan
  7. Mengatasi hambatan dan tantangan dunia nyata BSC
  8. Evaluasi dokumen perencanaan dan proses BSC

 

Partisipan Pelatihan

CEO / Manager / Assistant Manager / Supervisor

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM (Human Capital Development Consultant)

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

dq10

Sebelum menganut sistem penilaian kinerja modern Balanced Scorecard, sebagian besar perusahaan masih menganut sistem tradisional yang mengedepankan tangible asset yang melingkupi aspek finansial dan keuntungan semata. Sistem tradisional tersebut menggunakan penilaian keuangan ROI (Return on Investment), profit margin, maupun rasio operasi yang mengedepankan kekayaan serta laba yang cenderung hanya meraup keuntungan jangka pendek.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

Jika perusahaan ingin bertahan selama mungkin di masa mendatang dan bersaing secara kompetitif di era informasi, maka perusahaan harus mulai memikirkan keuntungan jangka panjang. Salah satunya dengan memikirkan loyalitas pelanggan. Dalam sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, loyalitas pelanggan menjadi salah satu perspektif yang diperhatikan dan dikatagorikan sebagai Intangible Asset yang menyangkut pentingnya sumberdaya manusia.

Perspektif-perspektif non keuangan tersebut akan memberikan keuntungan yang saling menguntungkan antara pemilik perusahaan, para pemegang saham, maupun para pelanggan yang loyal dan bersifat profit. Untuk lebih lengkapnya, terdapat beberapa alasan spesifik terkait ketepatan waktu sebuah perusahaan menganut sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, yaitu :

  • Harga

Loyalitas pelanggan menjadi sangat penting di tengah maraknya kompetitor di ranah produk yang sama bagi sebuah perusahaan. Persaingan akan semakin gencar dengan diluncurkan banyak sistem yang mempermudah tranksaksi produk. Jika perusahaan masih berkutat di sistem tradisional tanpa adanya transformasi performa meliputi inisiatif maupun inovasi, maka bukan tidak mungkin jika perusahaan tersebut akan bangkrut sewaktu-waktu tergerus oleh zaman dan kebutuhan.

  • Produktivitas

Produktivitas akan mempengaruhi harga (meliputi keuntungan dan laba) pada produk perusahaan. Perusahaan yang kurang produktif dalam memanajemen sumberdaya manusia tentu akan mengalami kerugian yang signifikan di masa sekarang maupun di masa mendatang.

  • Profitabilitas

Konsep profit atau keuntungan tidak akan terlaksana tanpa adanya sistem yang terintergrasi dan menyeluruh. Sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard akan melingkupi seluruh aspek yang mengedapankan pengembangan seluruh sumberdaya yang ada. Hal ini apabila diterapkan secara konsisten akan mampu mendongkrak nilai keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

Waspada! 4 Rintangan Implementasi BSC

http://www.dataquest.co.id/events/month/

Meskipun Balanced Scorecard merupakan metode terbaik dalam meningkatkan kinerja manajemen suatu perusahaan, namun faktanya, masih ditemukan sejumlah perusahaan yang merasa gagal saat mengimplementasikannya. Rupanya terdapat beberapa hal yang abai diwaspadai para pemangku kepentingan di perusahaan supaya mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari metode Balanced Scorecard tersebut.

Pada dasarnya, metode Balanced Scorecard memfokuskan seluruh level dalam suatu perusahaan pada indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) berdasarkan strategi yang ditetapkan. Namun untuk mengoptimalkan, sebaiknya perusahaan menggunakan sistem Balanced Scorecard yang dirancang otomatis dengan software Balanced Scorecard. Penggunaan software otomatis akan memudahkan perusahaan dalam proses pemantauan hingga pengelolaan kinerja. Software ini cenderung efisien karena bisa dikerjakan dengan cepat dalam keadaan online. Penyelesaian masalah juga bisa dilakukan dengan cepat dan terintegrasi langsung dengan pemiliki KPI.

Software Balanced Scorecard juga akan berdampak positif pada pelaksanaan rapat-rapat ekskutif. Para pemilik KPI bisa memfokuskan kinerja yang masih jauh dari harapan. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya dengan membicarakan pengambilan keputusan, namun secara signifikan bisa dialihkan pada strategi kinerja jangka panjang perusahaan.

Di samping itu, terdapat empat faktor rintangan yang harus diwaspadai supaya implementasi Balanced Scorecard bisa bermanfaat secara optimal.

#1 Rintangan visi

Faktanya, tidak semua anggota perusahaan memahami visi dan misi perusahaan mereka. Kondisi ini dapat mengacaukan fokus pelaksaan strategi kinerja. Sistem Balanced Scorecard otomatis juga tidak akan bisa berjalan secara efektif.

#2 Rintangan orang

Seluruh anggota perusahaan merupakan aset penting yang harus dijaga dioptimalkan kemampuannya demi tercapainya kinerja yang optimal. Namun faktanya, tidak semua perusahaan memperlakukan seluruh anggotanya dengan baik. Menurunnya kinerja anggota perusahaan akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap unggulnya produk perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian bonus maupun hukuman untuk memotivasi para anggota perusahaan.

#3 Rintangan sumberdaya

Sumberdaya ini meliputi penggunaan anggaran yang tidak semestinya pada suatu perusahaan dan menyebabkan pemborosan. Untuk dapat mencapai strategi meningkatkan kinerja, diperlukan dana yang seharusnya dilibatkan ke dalam anggaran perusahaan. Supaya efektif, dana tersebut harus relevan dengan strategi peningkatkan kinerja. Terutama yang terkait dengan metode Balanced Scorecard.

#4 Rintangan manajemen

Manajemen yang baik akan fokus pada upaya implementasi strategi kinerja jangka panjang. Bukan pada pengambilan keputusan jangka pendek. Sehingga hal ini seringkali menyebabkan metode Balanced Scorecard tidak efektif diimplementasikan.

Bagaimana? apakah 4 Rintangan Implementasi BSC tersebut sudah dapat Anda waspadai?

4 Tahap Penting Penyusunan Strategi Manajemen dalam Balanced Scorecard

Penyusunan Strategi Manajemen dalam Balanced Scorecard

Konsep BSC merupakan konsep yang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam hal penyusunan strategi manajemen di sebuah organisasi atau sebuah perusahaan. Konsep yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton memiliki nilai lebih, dimana konsep ini menyediakan pandangan menyeluruh mengenai berbagai aspek di dalam sebuah perusahaan.

Tidak hanya itu, para manajer juga bisa menggunakan BSC sebagai cara untuk mengembangkan penyusunan strategi manajemen yang bekerja melalui 4 proses atau tahapan penting yaitu:

  • ¬†Menerjemahkan visi menjadi strategi.

Setiap perusahaan atau organisasi pastinya memiliki visi tersendiri. Untuk memudahkan setiap anggota perusahaan untuk bisa mewujudkan visi tersebut, maka perlu ditetapkan tujuan-tujuan yang jelas, yang masing-masing dapat diukur dengan jelas. Tujuan-tujuan ini akan mendorong setiap anggota untuk bekerja menuju arah kesuksesan dalam jangka waktu panjang

  • Komunikasi dan hubungan

Pada tahap ini seorang manajer akan mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak baik atasan maupun bawahan. Konsep BSC akan membantu dalam memastikan sang manajer bahwa semua pihak di dalam perusahaan, yang berasal dari departemen dan level yang berbeda memahami dengan jelas strategi jangka panjang yang dipergunakan oleh perusahaan tersebut dan hendaknya semua pihak menyelaraskan langkah mereka dengan strategi tersebut

  • Perencanaan bisnis

Penggunaan konsep BSC akan memudahkan para manajer dan semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk bisa melakukan alokasi sumber daya yang tepat dan menentukan prioritas yang perlu didahulukan, dimana hal ini merupakan bagian dari strategi kerja jangka panjang

  • Umpan balik dan pembelajaran

Tahapan ini memberikan kesempatan bagi sebuah perusahaan untuk berkembang dan terus menerus belajar melalui umpan balik atau feedback dari berbagai pihak. Dengan konsep BSC sebagai pusat dari sistem manajemen yang ada, setiap perusahaan akan bisa memonitor hasil jangka pendek yang berhasil diraih berdasasarkan tiga aspek atau tiga perspektif yaitu perspektif pelanggan, proses bisnis internal dan juga perspektif pembelajaran, dimana kemudian bisa dilakukan evaluasi mengenai performa kerja yang ada dan pembaharuan strategi bila diperlukan.

Masing-masing tahapan memiliki peran yang penting terhadap upaya pencapaian tujuan jangka panjang yang ditandai dengan keberhasilan-keberhasilan pada setiap tujuan jangka pendek, demi kesuksesan perusahaan tersebut kini dan nanti.

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips memaksimalkan balanced scorecard: Konsep balanced scorecard (BSC) adalah konsep yang sangat umum dan sangat bermanfaat dalam sistem manajemen dan perencanaan strategi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Pentingnya penggunaan konsep ini membuat hampir setiap perusahaan menyediakan sumber daya sendiri untuk memaksimalkan penggunaan konsep BSC.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk memaksimalkan balanced scorecard sehingga bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan:

  • Tidak berhenti pada pengukuran semata.
    Konsep BSC memang merupakan konsep yang dapat dipergunakan untuk mengukur performa dari perusahaan atau organisasi dari 4 perspektif yang berbeda yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan juga perspektif pertumbuhan dan perkembangan. Namun banyak perusahaan yang menghabiskan sumber daya untuk upaya pengukuran semata dan tidak mengambil langkah lebih lanjut berdasarkan hasil pengukuran tadi
  • Tidak membiarkan budget yang ada menjadi penghalang utama pelaksanaan strategi.
    Keterbatasan budget memang menjadi sebuah masalah yang umum dihadapi oleh sebuah perusahaan, namun hal ini tidak bisa dijadikan faktor utama yang mendikte arah jalannya strategi yang hendak dijalankan. Kondisi yang paling ideal adalah perencanaan strategi yang solid, yang dibarengi dengan evaluasi dengan menggunakan konsep BSC yang akan membantu menjaga proses budgeting agar tidak keluar jalur
  • Memulai segala sesuatunya dengan tepat.
    Pemilihan konten strategi yang tepat adalah kunci awal pelaksanaan yang sukses. Sebuah strategi yang tepat yang dibuat seiring dengan hasil BSC harus bisa menjawa semua tantangan dan meminimalisir resiko-resiko kesalahan yang mungkin terjadi
  • Menggunakan konsep BSC yang tepat, yang sesuai dengan ukuran perusahaan

Hal-hal tersebut akan sangat membantu dalam memaksimalkan penggunaan konsep BSC di dalam setiap lingkup perusahaan atau organisasi, sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang. Kelebihan ini membuat konsep BSC sangat populer untuk dipergunakan oleh bisnis, industri, perusahaan serta berbagai organisasi lainnya.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Selain memiliki kelebihan tersebut, konsep BSC juga sangat populer karena memiliki berbagai manfaat atau keuntungan bagi para penggunanya yaitu:

  • Meningkatkan komunikasi diantara departemen yang berbeda dalam satu perusahaan dalam hal upaya pencapaian visi perusahaan tersebut
  • Memudahkan para karyawan untuk bisa menjalankan strategi perusahaan setiap harinya
  • Memaksimalkan kerja sama dimana seluruh anggota tim akan terpacu untuk bekerja sama dan mendorong satu sama lain agar bisa meraih kesuksesan
  • Konsep BSC juga memungkinkan adanya proses pembelajaran secara terus menerus melalui umpan balik yang diterima dari berbagai pihak
  • Membantu dalam meningkatkan fokus perusahaan terhadap strategi yang akan dipergunakan serta hasil akhir yang diharapkan
  • Menunjukkan target-taget yang jelas yang perlu dicapai di masa yang akan datang
  • Membantu dalam menetapkan prioritas sesuai dengan tingkat kebutuhan dan waktu yang tersedia
  • Menyediakan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai operasi bisnis yang sedang berjalan
  • Merupakan alat yang tepat dalam merubah strategi menjadi tindakan yang efektif dan memberikan hasil yang diharapkan, dan masih banyak lagi keuntungan lainnya

Konsep BSC membantu perusahaan atau organisasi lainnya untuk melihat secara objektif dan membawa visi yang ada ke dalam bentuk tindakan yang sebenarnya, dan hal inilah yang membuat semua bentuk organisasi akan mendapatkan manfaat dari penggunaan konsep ini.

Cara Mudah Memahami Balanced Scorecard

Cara Mudah Memahami Balanced Scorecard

Konsep Balanced Scorecard atau BSC diperkenalkan oleh Dr. Robert Kaplan dan David Norton sebagai sebuah alat atau sebagai sebuah cara untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan.

Salah satu konsep yang sangat sering dipergunakan di dalam dunia bisnis, industri, pemerintahan dan juga organisasi nonprofit adalah konsep balanced scorecard (BSC). Konsep ini sendiri diperkenalkan oleh Dr. Robert Kaplan dan David Norton sebagai sebuah alat atau sebagai sebuah cara untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan. Namun, belakangan konsep BSC berkembang menjadi sebuah sistem manajamen dan juga perencanaan strategi yang dipergunakan untuk menyelaraskan aktivitas bisnis dengan visi dari sebuah perusahaan atau organisasi.

Konsep BSC merupakan konsep yang holistik alias menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu area saja. Saat ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan atau sebuah organisasi secara menyeluruh, yang mencakup 4 area yaitu:

  • Keuangan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur segala biaya yang diperlukan termasuk biaya balik modal (ROI) dan juga besarnya pemasukan yang diterima perusahaan atau organisasi tersebut
  • Pelanggan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan juga untuk mengukur nilai pasar yang telah dikuasai
  • Proses bisnis internal
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur biaya serta tingkat kualitas yang berkaitan dengan proses bisnis yang berlangsung
  • Pembelajaran dan pertumbuhan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur beberapa hal misalnya manajemen pengetahuan dan tingkat kepuasan para pekerja

Keempat area tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak ada yang berdiri sendiri. Keempat area tersebut merupakan 4 faktor penting yang membentuk visi dan strategi dari sebuah perusahaan. Hasil dari penggunaan konsep BSC untuk mengukur salah satu area yang ada akan bisa dijadikan bahan untuk mengembangkan area yang lain dan hal inilah yang membuat konsep BSC sangat bermanfaat bagi dunia industri, bisnis dan berbagai bentuk organisasi lainnya.

Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Training Balanced Scorecard Indonesia:

Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Latar Belakang

Salah satu metode yang sering digunakan manajemen kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC) sebagai metode penilaian kinerja organisasi yang berorientasi pada pandangan strategik masa depan.
Pelatihan ini mencakup metodologi balanced scorecard, tetapi lebih dalam dari BSC-01 (Fundamental Balance Score Card). Topik ini menyediakan lebih banyak alat dan teknik untuk membantu manajer dan analis membangun, menyebarkan, dan mempertahankan sistem scorecard dalam organisasi mereka.

Pengantar Balanced Scorecard diperlukan sebelum mengambil Pelatihan ini karena dibangun di atas pengetahuan sebelumnya dengan berfokus pada kesulitan pengembangan scorecard dan nuansa yang ditemukan di dunia nyata organisasi yang telah menerapkan kerangka BSC.

Topik ini membahas tinjauan singkat dari langkah dasar BSC, dan kemudian secara mendalam membahas tahapan sistem Scorecard di seluruh organisasi, mengevaluasi dampak dari sistem scorecard dan membuat koreksi yang diperlukan. training ini mencakup fokus dengan tambahan kompetensi pada manajemen perubahan dan fasilitasi tim strategis BSC.

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM. Human Capital Development Consultant (Linkedin)

 

Partisipan Pelatihan

CEO/Manager/Assistant Manager/Supervisor

 

Materi Pembelajaran

  1. Cara berpikir secara strategis dan menghindari kebuntuan dalam rincian taktis BSC
  2. Bagaimana merancang dan menerapkan scorecard di mana kerangka kerja lainnya telah diperkenalkan
  3. Bagaimana merevisi elemen scorecard yang dirancang buruk, berdasarkan contoh nyata BSC
  4. Simulasi kelompok kecil untuk memahami pilihan keputusan BSC
  5. “Best Practice ” (Praktek terbaik) Balanced scorecard
  6. Konsep Lanjut dalam pengukuran kinerja BSC
  7. Bagaimana melakukan tahapan scorecard di seluruh organisasi perusahaan
  8. Mengatasi hambatan dan tantangan dunia nyata BSC
  9. Evaluasi dokumen perencanaan dan proses BSC

 

Durasi

12 Jam Pelajaran / 2 Hari