Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Training Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Salah satu metode yang sering digunakan manajemen kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC) sebagai metode penilaian kinerja organisasi yang berorientasi pada pandangan strategi masa depan.

Pelatihan ini mencakup metoddologi balanced scorecard, tetapi lebih dalam lagi dari BSC-01 (Fundamental Balance Scorecard). Topik ini menyediakan lebih banyak alat dan teknik untuk membantu manajer dan analisis membangun, menyebarkan, dan mempertahankan sistem scorecard dalam organisasi mereka .

Pengantar Balanced Scorecard diperlukan sebelum mengambil pelatihan ini karena dibangun diatas pengetahuan sebelumnya dengan berfokus pada kesulitan pengembangan scorecard dan nuansa yang ditemukan di dunia nyata organisasi yang telah menerapkan kerangka BSC.

Topik ini membahas tinjauan singkat dari langkah dasar BSC, dan kemudian secara mendalam membahas tahapan sistem Scorecard di seluruh organisasi, mengevaluasi dampak dari sistem scorecard dan membuat koreksi yang diperlukan. Training ini mencakup fokus dengan tambahan kompetensi pada manajemen perubahan dan fasilitasi tim Strategis BSC.

 

Materi Pembelajaran

  1. Cara berpikir secara strategis dan menghindari kebuntuan dalam rincian taktis BSC.
  2. Bagaimana merancang  dan menerapkan scorecard dimana kerangka kerja lainnya telah diperkenalkan
  3. Bagaimana merevisi elemen score card yang dirancang buruk, berdasarkan contoh nyata BSC
  4. “Best Practice” (Praktek terbaik) Balanced Scorecard
  5. Konsep lanjut dalam pengukuran kinerja BSC
  6. Bagaimana melakukan tahapan scorecard di seluruh organisasi perusahaan
  7. Mengatasi hambatan dan tantangan dunia nyata BSC
  8. Evaluasi dokumen perencanaan dan proses BSC

 

Partisipan Pelatihan

CEO / Manager / Assistant Manager / Supervisor

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM (Human Capital Development Consultant)

Infografis Interaktif

BIMTEK TIK
Pembuatan Infografis Interaktif untuk Pemerintahan

 

Infografis adalah representasi visual dari informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafis ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas, seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan. Melalui grafis informasi, pemerintahan daerah diharapkan mampu mengembangkan dan mengomunikasikan suatu program layanan melalui symbol-simbol grafis yang menarik. Infografis mengilustasikan informasi yang memiliki sedikit teks, dan berperan sebagai ringkasan visual untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Saat ini, infografis telah ada di segala bentuk media, mulai dari hasil cetakan biasa dan ilmiah hingga papan dan rambu jalan. Perkembangan TIK terkini memungkinkan kita untuk membuat infografis yang lebih bersifat interaktif dan multimedia, sehingga akan lebih memberikan dampak positif terhadap angka penerimaan sosialisasi program pemerintahaan di masyarakat.

 

Tujuan Bimtek

  1. Memahami konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Mengetahui Studi kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Menganalisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Mengoperasikan perangkat lunak pembuatan infografis interaktif
  5. Mendesain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  6. Mengevaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Outline Materi

  1. Konsep infografis untuk publikasi pemerintahan
  2. Studi Kasus dan lesson learned implementasi infografis di pemerintahan
  3. Analisis kebutuhan infografis interaktif
  4. Desain infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan
  5. Fitur-fitur aplikasi Adobe illustrator
  6. Fitur-fitur aplikasi Articulate Storyline
  7. Evaluasi efektifitas infografis interaktif untuk publikasi pemerintahan

 

Pemateri

Asep Tsauri (Konsultan Multimedia dan Elearning)

 

 

Pembelajaran berbasis TI

 || Training Pembuatan Materi Pembelajaran berbasis TI (Teknologi Informasi) ||
=========================================================

Untuk membuat sebuah konten elearning yang bagus dan kompatibel dengan segala platform dibutuhkan pemilihan authoring tool yang baik. Authoring tools sendiri merupakan perangkat aplikasi yabng digunakan untuk membuat konten elearning dengan berbagai macam output sesuai kebutuhan author. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih authoring tools yang tepat terkait dengan jenis konten pendistribusian konten dan tim pengembang konten. Dan khususnya untuk dunia pendidikan, authoring tool ini memungkinkan bagi para pendidik untuk mengembangkan konten digital dari berbagai macam media sehingga menghasilkan konten digital yang interaktif dan profesional.

Objektif Workshop:
1. Peserta mampu menjelaskan fungsi dan peran Instructional Design dalam memproduksi konten pembelajaran.
2. Peserta mampu membedakan jenis dan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools.
3. Peserta mampu membedakan berbagai jenis Dokumentasi Instructional Design
4. Peserta mampu membuat video pembelajaran dengan menggunakan Camtasia
5. Peserta mampu membuat konten animasi dengan menggunakan Articulate
6. Peserta mampu membuat kuis animasi dengan menggunakan aplikasi Articulate
7. Peserta mampu mempublish project ke dalam bentuk SCORM

Materi Pembelajaran:
1. Peserta mampu menganalisis konten pembelajaran yang cocok untuk digunakan dalam beberapa model eLearning.
2. Peserta mampu membedakan fungsi dari masing-masing aplikasi authoring tools
3. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Slide untuk digunakan di dalam eLearning
4. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Audio untuk digunakan di dalam eLearning
5. Peserta mampu membuat konten pembelajaran Video untuk digunakan di dalam eLearning

Fasilitas:
1. Ruangan Eksklusif
2. Komputer per orang
3. Modul Pelatihan
4. Training Kit
5. Tas Pelatihan
6. Makan siang dan Snack
7. Sertifikat
8. Souvenir Pelatihan

4 Tips Mewujudkan Kantor Paperless

paperless

4 Tips Mewujudkan Kantor Paperless : Istilah ‘kantor paperless’ atau ‘kantor tanpa kertas’ yang telah didengungkan hampir lima dekade terakhir tampaknya tidak dapat diwujudkan semudah yang dibayangkan. Berbagai aktivitas yang dijalankan di tempat kerja tidak serta merta dapat ‘di-dijital-isasi’ karena berbagai alasan, seperti surat-surat perjanjian dan dokumen-dokumen lain yang tetap diperlukan dalam bentuk fisik kertas.

Namun demikian,  mewujudkan ‘kantor tanpa kertas’ dapat diupayakan (meskipun tidak 100%) dengan beberapa tips berikut ini :

#1 Batasi Penggunaan dan Bujet Pembelian Kertas

Apabila memang penggunaan kertas oleh para karyawan tidak dapat dihindari, cobalah untuk menghitung ulang berapa halaman kertas yang dihabiskan oleh tiap karyawan tiap harinya? Apakah memungkinkan untuk mengurangi jumlah halaman yang dihabiskan tiap harinya?

Membatasi penggunaan kertas berarti membiasakan para karyawan untuk lebih cermat dalam menggunakan kertas yang tersedia. Dengan pembatasan penggunaan karyawan diharapkan dapat lebih hemat dan cerdik dalam menghabiskan kertas, apakah dengan menggunakan kembali kertas-kertas bekas dan atau mengalihkan ke bentuk dijital.

Dengan membatasi penggunaan kertas oleh para karyawan otomatis dapat mengurangi bujet perusahaan secara keseluruhan juga, dan lebih penting lagi adalah membiasakan budaya menghemat kertas pada karyawan.

#2 Perbarui Proses Bisnis Anda

Jika Anda serius ingin mewujudkan ‘kantor tanpa kertas’ maka fokuslah pada pembaruan proses bisnis yang selama ini berjalan. Periksalah kembali berbagai prosedur yang menghabiskan sumberdaya kertas selama ini.

Beberapa upaya dapat dilakukan :

  1. Ubahlah prosedur penandatanganan dokumen fisik (terutama pada proses bisnis internal) menjadi bentuk penandatanganan elektronik.
  2. Ubahlah prosedur pengiriman dokumen yang selama ini menggunakan mesin fax menjadi pengiriman dukumen dijital berbentuk pdf melalui email. Banyak aplikasi gratis yang dapat dengan mudah mengkonversi dokumen menjadi format dijital seperti pdf ini.

#3 Sediakan Infrastruktur Pendukung

‘kantor tanpa kertas’ perlu didukung oleh infrastruktur kantor yang memadai. Apakah sudah tersedia scanner di tiap unit kerja? Atau pernah kah Anda mempertimbangkan untuk memberikan fasilitas proyektor / monitor tambahan bagi karyawan?

Scanner akan sangat membantu karyawan dalam melakukan dijitalisasi dokumen dan proyektor akan sangat membantu karyawan dalam mengatasi permasalahan lintas rujukan yang selama ini harus melalui dokumen yang tercetak.

#4 Gunakan Aplikasi-Aplikasi Pendukung

Era teknologi dijital saat ini telah memberikan solusi terbaik untuk mewujudkan ‘kantor tanpa kertas’. Berbagai software dapat mendukung produktivitas karyawan seperti aplikasi Optical Character Reconition (OCR), Google Docs, Evernote dan sebagainya.

Apakah Anda siap mewujudkan ‘kantor tanpa kertas’ mulai hari ini?

Waspada! 4 Rintangan Implementasi BSC

http://www.dataquest.co.id/events/month/

Meskipun Balanced Scorecard merupakan metode terbaik dalam meningkatkan kinerja manajemen suatu perusahaan, namun faktanya, masih ditemukan sejumlah perusahaan yang merasa gagal saat mengimplementasikannya. Rupanya terdapat beberapa hal yang abai diwaspadai para pemangku kepentingan di perusahaan supaya mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari metode Balanced Scorecard tersebut.

Pada dasarnya, metode Balanced Scorecard memfokuskan seluruh level dalam suatu perusahaan pada indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) berdasarkan strategi yang ditetapkan. Namun untuk mengoptimalkan, sebaiknya perusahaan menggunakan sistem Balanced Scorecard yang dirancang otomatis dengan software Balanced Scorecard. Penggunaan software otomatis akan memudahkan perusahaan dalam proses pemantauan hingga pengelolaan kinerja. Software ini cenderung efisien karena bisa dikerjakan dengan cepat dalam keadaan online. Penyelesaian masalah juga bisa dilakukan dengan cepat dan terintegrasi langsung dengan pemiliki KPI.

Software Balanced Scorecard juga akan berdampak positif pada pelaksanaan rapat-rapat ekskutif. Para pemilik KPI bisa memfokuskan kinerja yang masih jauh dari harapan. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya dengan membicarakan pengambilan keputusan, namun secara signifikan bisa dialihkan pada strategi kinerja jangka panjang perusahaan.

Di samping itu, terdapat empat faktor rintangan yang harus diwaspadai supaya implementasi Balanced Scorecard bisa bermanfaat secara optimal.

#1 Rintangan visi

Faktanya, tidak semua anggota perusahaan memahami visi dan misi perusahaan mereka. Kondisi ini dapat mengacaukan fokus pelaksaan strategi kinerja. Sistem Balanced Scorecard otomatis juga tidak akan bisa berjalan secara efektif.

#2 Rintangan orang

Seluruh anggota perusahaan merupakan aset penting yang harus dijaga dioptimalkan kemampuannya demi tercapainya kinerja yang optimal. Namun faktanya, tidak semua perusahaan memperlakukan seluruh anggotanya dengan baik. Menurunnya kinerja anggota perusahaan akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap unggulnya produk perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian bonus maupun hukuman untuk memotivasi para anggota perusahaan.

#3 Rintangan sumberdaya

Sumberdaya ini meliputi penggunaan anggaran yang tidak semestinya pada suatu perusahaan dan menyebabkan pemborosan. Untuk dapat mencapai strategi meningkatkan kinerja, diperlukan dana yang seharusnya dilibatkan ke dalam anggaran perusahaan. Supaya efektif, dana tersebut harus relevan dengan strategi peningkatkan kinerja. Terutama yang terkait dengan metode Balanced Scorecard.

#4 Rintangan manajemen

Manajemen yang baik akan fokus pada upaya implementasi strategi kinerja jangka panjang. Bukan pada pengambilan keputusan jangka pendek. Sehingga hal ini seringkali menyebabkan metode Balanced Scorecard tidak efektif diimplementasikan.

Bagaimana? apakah 4 Rintangan Implementasi BSC tersebut sudah dapat Anda waspadai?

logo-dq-001

Copyright © 2020 Dataquest Leverage Indonesia. All Rights Reserved.