Training Pengembangan Bahan Ajar Video untuk e-Learning (Video Learning)

Overview
Perancangan dan pembuatan bahan ajar video dengan memanfaatkan authoring tools merupakan salah satu cara yang cukup efektif dan efisien dalam mengembangkan bahan ajar eLearning bagi para dosen. Cara ini dinilai praktis dalam meminimalisir penggunaan biaya dan waktu yang dihabiskan dalam membangun E-Learning yang baik. Pada pelatihan ini peserta akan dibekali berbagai materi mengenai tahapan dalam pembuatan konten pembelajaran, dimulai dari pengetahuan mengenai Instructional design hingga pembuatan konten pembelajaran rapid dengan memanfaatkan authoring tools Camtasia Studio. Dengan menggunakan Camtasia Studio, user dapat merekam seluruh aktifitas desktop, membuat instruksi dan kuis serta dapat mempublish file ke dalam bentuk SCORM. Sehingga authoring tools ini cocok untuk digunakan dalam membuat konten pembelajaran eLearning yang interaktif dan menarik.

Materi Pelatihan

  1. Perencanaan bahan ajar untuk elearning
  2. Instructional Design and Authoring Tools
  3. Praktik pembuatan Konten pembelajaran screencast dengan memanfaatkan Camtasia Studio

 

Tujuan Pembelajaran

  1. Mampu memahami perencanaan bahan ajar untuk elearning
  2. Mampu menyesuaikan desain pembelajaran yang sesuai untuk dikemas dalam konten pembelajaran
  3. Mampu mengenali berbagai jenis Authoring Tools dalam pembuatan konten eLearning
  4. Mampu mempraktikkan cara pembuatan konten eLearning dengan menmanfaatkan software Camtasia Studio

 

Target Peserta
Dosen
Pengelola elearning

 

Trainer

Djadja A. Sarjana

Asep Sufyan Tsauri

 

Training Konten Elearning berbasis Animasi untuk PT

Training Konten ELearning
Pembuatan Konten Kreatif berbasis Animasi untuk Perguruan Tinggi

 

Overview

Perguruan tinggi sebagai stakeholder dalam dunia pendidikan memiliki peranan besar untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Kebutuhan akan konsep maupun mekanisme dalam proses belajar mengajar berbasis IT menjadi hal yang sangat penting, terlebih dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi khususnya melalui jaringan internet. Konsep yang dikenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (content) maupun sistemnya yang kita kenal dengan istilah E-Learning.

Tools

1. LMS Moodle versi 2.X
2. Articulate Storyline

Tujuan Pembelajaran

# Mampu memahami area kerja dari software authoring tool Articulate Storyline.
# Mampu membuat project pada Articulate Storyline.
# Mampu mendesain tampilan dengan menggunakan slide master.
# Mampu menambahkan objek (gambar, suara, video, slide interaktif)
# Mampu membuat kuis atau Assesment
# Mampu merekayasa frame pemutar konten E-Learning yang telah dibuat.

Trainer

Asep Sufyan Tsauri (Profesional di bidang desain instruksional dan e-learning) > Linkedin

Durasi

12 Jam / 2 hari

2 Tipe Dasar Metode Pembelajaran Elearning

dq12

Setiap tipe dasar metode pembelajaran elearning memiliki kelebihannya sendiri dimana sistem yang berbeda akan bekerja dengan efektif pada situasi yang berbeda.

Sistem pembelajaran yang menggunakan internet merupakan sistem pembelajaran yang umum dikenal dengan nama e-learning/elearning atau elektronic learning. Sistem pembelajaran ini memungkinkan trainer dan trainee untuk bisa berkomunikasi tanpa harus bertatap muka secara langsung. Keberadaan elearning memungkinkan seseorang untuk terus belajar tanpa adanya batasan jarak dan waktu.

Secara umum, ada 2 tipe dasar metode pembelajaran elearning, dimana keduanya mempergunakan jaringan internet sebagai media komunikasi antara trainer dan trainee. Dua tipe dasar tersebut adalah:

1. Sistem pembelajaran sinkron

Sistem pembelajaran ini sering merupakan sistem belajar elearning secara langsung atau real time. Pada proses ini, sang trainer dan trainee akan berkomunikasi secara langsung via internet baik dengan chatting ataupun via video seperti Skype atau Google Hangout. Ada berbagai kelebihan dari sistem pembelajaran ini yaitu kemampuan untuk melakukan monitoring secara terus menerus serta sistem atau metode belajar yang bisa dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan murid yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

2. Sistem pembelajaran asinkron

Sistem pembelajaran ini merupakan sistem pembelajaran secara tidak langsung. Sistem ini memungkinkan para trainee untuk belajar sesuai dengan tingkat kebutuhan mereka sendiri dan disesuaikan dengan jadwal kosong mereka, tanpa harus berkomunikasi secara langsung dengan trainer mereka. Sistem pembelajaran yang juga dikenal dengan nama web based training atau training berbasis web memungkinkan setiap orang untuk belajar kapanpun dan dimanapun mereka membutuhkannya tanpa harus terikat pada waktu tertentu.

Setiap tipe dasar metode pembelajaran elearning memiliki kelebihannya sendiri dimana sistem yang berbeda akan bekerja dengan efektif pada situasi yang berbeda. Sebagai contoh, materi training manajemen yang tidak terspesialisasi untuk hal-hal khusus sangat cocok menggunakan sistem pembelajaran asinkronisasi atau pembelajaran secara tidak langsung. Sementare itu, untuk materi training lain seperti materi bahasa asing, maka sistem pembelajaran sinkron akan jauh lebih efektif karena sang trainee bisa langsung berkomunikasi dengan sang trainer dan apabila ada hal-hal yang perlu dikoreksi, maka sang trainer bisa melakukannya secara langsung.

Infografik Blendedlearning

infografik blendedlearning
Sumber: Ingenio.co.id

Infografik Blendedlearning untuk Perusahaan

Ada banyak metode dan model pembelajaran / training perusahaan yang dapat diterapkan, salah satunya adalah metode blendedlearning. Apa itu blendedlearning? Blendedlearning adalah model penerapan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran dalam pendidikan formal dan meningkatkan kapasitas / ruang untuk menyelenggarakan pembelajaran di perusahaan. Tujuan pembelajaran / kompetensi hasil pembelajaran dapat dicapai dengan optimal memanfaatkan model tersebut. Dengan terbatasnya jumlah kelas, jumlah instruktur, tidak menjadi hambatan training tersebut diterapkan.

Dalam infografik ini dijelaskan mengenai konsep blendedlearning itu sendiri, model-model penerapan dan persentasi / porsi dari sesi online dan tatap muka.

PT Dataquest Leverage Indonesia akan menyelenggarakan training “Blendedlearning for Corporate” dimana dalam training tersebut akan dikupas secara mendetail tentang metodologi blendedlearning ini dan bagaimana penerapannya di perusahaan (baik di lembaga diklat, training center maupun corporate univesity).

Untuk mengetahui detailnya dapat Anda klik tautan berikut ini > Training “Blendedlearning for Corporate”

3 Manfaat Budaya Perusahaan yang Sehat

Manfaat Budaya Perusahaan yang Sehat

Setiap perusahaan, baik yang berskala besar maupun berskala kecil pastinya memiliki budaya perusahaan mereka masing-masing. Budaya yang dimaksud disini mengacu pada nilai dan perilaku umum dari para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Ada dua jenis budaya perusahaan yang umumnya berkembang yaitu budaya perusahaan yang sehat dan tidak sehat. Untuk budaya perusahaan yang tidak sehat ditandai dengan perilaku para karyawan yang bekerja hanya untuk kepentingan diri mereka sendiri, misalnya hanya untuk mendapatkan gaji serta tunjangan lainnya. Sementara budaya perusahaan yang sehat ditandai dengan perilaku para karyawan yang mau dan secara sukarela bekerja sebagai anggota tim yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan berupaya untuk membawanya ke level yang lebih baik.

 3 Manfaat Budaya Perusahaan yang Sehat

Budaya perusahaan yang sehat  adalah jenis budaya yang diidamkan oleh semua perusahaan karena budaya ini memiliki berbagai manfaat di berbagai area, misalnya:

  1. Meningkatkan reputasi dari perusahaan tersebut.

    Manfaat Budaya perusahaan yang sehat akan membuat perusahaan tersebut mendapatkan reputasi positif yang akan menarik berbagai pihak untuk melakukan kerja sama. Selain itu, reputasi ini akan menarik perhatian para pekerja profesional untuk turut bergabung di dalamnya.

  2. Meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.

    Manfaat Budaya perusahaan yang sehat akan mendorong para pekerja untuk bekerja lebih baik, baik dalam segi kualitas dan kuantitas. Tingkat produktivitas dan kualitas kerja yang lebih tinggi akan menghasilkan produk atau jasa yang lebih tinggi, yang berarti mendapatkan kepuasan konsumen yang lebih baik yang berimbas pada keuntungan perusahaan yang semakin meningkat. Secara tidak langsung hal ini juga berarti kesejahteraan finansial para karyawan akan meningkat pula.

  3. Tingkat turnover yang rendah.

    Manfaat Budaya perusahaan yang sehat akan membuat para karyawan merasa betah untuk bekerja di perusahaan tersebut dan enggan untuk pindah ke perusahaan lain. Hal ini berarti tingkat turnover yang rendah, yang mengurangi biaya yang pengeluaran di bidang SDM.

 

Tips Membangun Budaya Perusahaan yang Efektif

budaya perusahaan yang efektif

Membangun budaya perusahaan yang efektif bukan hanya akan memperbesar kemungkinan untuk membuat perusahaan tersebut tumbuh dan berkembang, namun juga akan mampu membuat perusahaan tersebut mampu berdiri untuk jangka waktu yang sangat lama.

Ada beberapa kunci kesuksesan sebuah perusahaan ataupun sebuah organisasi termasuk diantaranya adalah orang-orang yang berdedikasi dan juga budaya perusahaan yang efektif. Upaya membangun budaya perusahaan yang efektif tidak boleh diabaikan begitu saja. Budaya perusahaan akan menjadi jiwa dan penggerak semangat kerja para pekerjanya.

Oleh karena itu, berbagai upaya perlu terus dilakukan untuk membangun dan menciptakan budaya perusahaan yang benar-benar efektif dan berikut ini adalah beberapa tips membangun budaya perusahaan yang efektif:

  1. Menetapkan tujuan yang jelas.
    Tujuan yang jelas adalah sebuah visi yang perlu ditetapkan sejak awal. Tujuan ini lebih mengarah pada tujuan utama dari pembuatan perusahaan tersebut dan bukan hanya pada tujuan pemasaran dan keuntungan semata. Tujuan ini harusnya mampu menginspirasi dan memberikan semangat bagi setiap orang yang tergabung didalamnya
  2. Menetapkan nilai dan standar yang jelas.
    Nilai dan standar yang diterapkan oleh sebuah perusahaan juga harus jelas serta diketahui dan dipahami oleh semua orang yang terlibat.
  3. Memimpin dengan menerapkan contoh.
    Budaya sebuah perusahaan tidak akan terbangun bila sang pemimpin tidak mampu memberikan contoh. Saat sebuah perusahaan telah menetapkan tujuan, nilai, dan standar kerja di perusahaan tersebut, sang pemimpin harus menjadi orang pertama yang menerapkan semua hal tersebut. Seorang pemimpin harus mampu menunjukkan kepada semua orang mengenai segala kerja keras yang mereka lakukan, yang sesuai dengan tujuan, nilai dan standar kerja perusahaan mereka, dimana hal ini akan menginspirasi orang-orang disekitarnya untuk menerapkan hal yang sama.
  4. Memperkerjakan orang-orang terbaik bukan berdasarkan kemampuannya, namun berdasarkan sikapnya.
    Prinsip ini mulai dikembangkan sejak 40 tahun yang lalu oleh perusahaan Southweast dengan alasan bahwa skill atau kemampuan seseorang bisa dilatih, namun sikap yang dimiliki seseorang akan jauh lebih berpengaruh terhadap kinerja perusahaan di  masa yang akan datang.

Membangun budaya perusahaan yang efektif bukan hanya akan memperbesar kemungkinan untuk membuat perusahaan tersebut tumbuh dan berkembang, namun juga akan mampu membuat perusahaan tersebut mampu berdiri untuk jangka waktu yang sangat lama. Jadi, sudahkah perusahaan Anda menerapkan 4 (empat) Tips Membangun Budaya Perusahaan yang Efektif di atas?

Training Pengambilan Keputusan

Training Pengambilan Keputusan:

Membangun Keterampilan Pengambilan Keputusan Bagi Manajer dan Supervisor

 

Objectives

Adapun tujuan yang ingin di capai setelah mengikuti modul ini adalah :

  1. Menjelaskan pengertian pengambilan keputusan
  2. Menjelaskan model pengambilan keputusan rasional
  3. Menjelaskan faktor berpengaruh terhadap pengambilan keputusan
    individual
  4. Memahami kreativitas sebagai bagian dari pengambilan keputusan

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM. Human Capital Development Consultant (Linkedin)

 

Peserta

Para Manajer dan supervisor.

 

Durasi

12 jam / 2 hari

Training Manajemen Konflik untuk Perusahaan

Training Manajemen Konflik:

Manajemen Konflik Sebagai Strategi Dinamika Perusahaan

Pemahaman bahwa konflik adalah sesuatu hal negatif yang dapat terjadi di perusahaan merupakan pemahaman yang kurang tepat. Konflik sesungguhnya memiliki banyak jenis dan karakter, sehingga perlu dilakukan manajemen konflik dengan tepat, bahkan untuk beberapa konflik yang terjadi dapat menjadi peluang berkembangnya perusahaan ke arah yang lebih baik.

Training ini akan membahas pemahaman konflik yang tepat, tahap-tahap konflik, gaya manajemen konflik dan tips resolusi konflik.

Objectives

Adapun tujuan yang di harapkan setelah mengikuti modul ini adalah :

  1. Memberikan pemahaman tentang konflik secara tepat
  2. Mampu membedakan akibat buruk dari yang baik dari konflik
  3. Memahami anggapan salah mengenai konflik
  4. Memahami berbagai jenis konflik
  5. Mengidentifikasi tahap-tahap konflik
  6. Mengidentifikasi berbagai gaya manajemen konflik

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM. Human Capital Development Consultant (Linkedin)

 

Peserta

Para Manajer dan supervisor .

 

Durasi

12 jam / 2 hari.

Training Manajemen SDM Perusahaan

Training Manajemen SDM Perusahaan:

Merencanakan Roadmap Pengelolaan SDM Perusahaan yang Unggul.

Sumber daya manusia (SDM) adalah modal terbesar yang dimiliki oleh sebuah perusahaan di era informasi dan kreatif ini. Kita telah meninggalkan era industri yang hanya mengandalkan SDM sebagai tenaga kerja yang mencurahkan lebih banyak tenaga fisik dibandingkan kemampuan kerja otak, sehingga paradigma SDM sebagai ‘resources’ semakin bergeser menjadi ‘capital’ atau modal perusahaan. Seirama dengan hal itu, era kompetisi bisnis saat ini semakin menuntut perusahaan untuk dapat menghasilkan inovasi produk atau jasa yang semakin memudahkan konsumen, tentu hal ini pun menuntut kemampuan / komptensi SDM di perusahaan yang tidak hanya baik namun harus luar biasa sehingga dapat mengoptimalkan seluruh daya pemikirannya untuk kemajuan perusahaan.

Melalui training ini peserta akan diberikan wawasan tentang perubahan peta persaingan bisnis yang menuntuk SDM yang luar biasa, peran & tanggung jawab manajemen SDM perusahaan serta pendekatan terintegrasi manajemen SDM.

Objectives

  1. Memahami manajemen SDM dalam lingkungan yang berubah
  2. Menjelaskan peran manajemen SDM
  3. Menjelaskan tanggung jawab manajemen SDM dan manajer lini
  4. Memahami pendekatan terintegrasi manajemen SDM

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM. Human Capital Development Consultant (Linkedin)

 

Peserta

Para Manajer dan supervisor bidang/unit kerja SDM/human capital/HRD

 

Durasi

12 jam / 2 hari

Training Komunikasi Bisnis

Training Komunikasi Bisnis:

Membangun Keterampilan Komunikasi Bisnis Bagi Manajer dan Supervisor

Indonesia akan memulai era ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) pada tahun 2015 ini. Perjanjian yang sudah dirumuskan dan disepakati 2 dekade itu akan dijalankan sebagai komitmen Negara-negara ASEAN mewujudkan slogan “Satu ASEAN”. Dengan diberlakukannya AFTA, Anggota ASEAN akan memasuki era perdagangan bebas, di mana batasan Negara tidak lagi menjadi sebuah kendala bagi kegiatan ekonomi dan perdagangan di kawasan tenggara benua Asia ini.

Dalam menghadapi era perdagangan bebas ini diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi komunikasi bisnis yang baik. sehingga diharapkan dapat memberikan impact yang besar terhadap kemajuan bisnis perusahaan.

Kendala-kendala komunikasi bisnis ada bermacam-macam, namun dengan kehati-hatian dan kecermatan, sebagian kendala tersebut akan dapat diatasi. Presentasi yang disampaikan akan lebih bermakna dengan meminimalisir kendala, sehingga pesan yang disampaikan dapat memberikan efek yang diharapkan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistem informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistem informasi dan teknologi mempercepat proses globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media.

Melalui pelatihan ini, peserta akan dibekali dengan dasar-dasar komunikasi bisnis yang baik dan efektif serta diberikan tips-tips untuk menghadapi era perdagangan bebas.

 

Objectives

Setelah mengikuti pelatihan ini Peserta diharapkan dapat :

  1. Menjelaskan Model Komunikasi
  2. Mendemonstrasikan menyusun pesan efektif
  3. Menjelaskan komunikasi non verbal
  4. Menjelaskan prinsip dasar,jenis,arah dan hambatan komunikasi bisnis
  5. Menjelaskan manfaat keterampilan mendengarkan
  6. Memahami grapevine

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM. Human Capital Development Consultant (Linkedin)

 

Peserta

Para Manajer dan supervisor

 

Durasi

12 jam / 2 hari