Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Training Balanced Scorecard Indonesia:

Effective Performance Management with Balanced Scorecard

Latar Belakang

Salah satu metode yang sering digunakan manajemen kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC) sebagai metode penilaian kinerja organisasi yang berorientasi pada pandangan strategik masa depan.
Pelatihan ini mencakup metodologi balanced scorecard, tetapi lebih dalam dari BSC-01 (Fundamental Balance Score Card). Topik ini menyediakan lebih banyak alat dan teknik untuk membantu manajer dan analis membangun, menyebarkan, dan mempertahankan sistem scorecard dalam organisasi mereka.

Pengantar Balanced Scorecard diperlukan sebelum mengambil Pelatihan ini karena dibangun di atas pengetahuan sebelumnya dengan berfokus pada kesulitan pengembangan scorecard dan nuansa yang ditemukan di dunia nyata organisasi yang telah menerapkan kerangka BSC.

Topik ini membahas tinjauan singkat dari langkah dasar BSC, dan kemudian secara mendalam membahas tahapan sistem Scorecard di seluruh organisasi, mengevaluasi dampak dari sistem scorecard dan membuat koreksi yang diperlukan. training ini mencakup fokus dengan tambahan kompetensi pada manajemen perubahan dan fasilitasi tim strategis BSC.

 

Trainer

Djadja Sardjana, ST., MM. Human Capital Development Consultant (Linkedin)

 

Partisipan Pelatihan

CEO/Manager/Assistant Manager/Supervisor

 

Materi Pembelajaran

  1. Cara berpikir secara strategis dan menghindari kebuntuan dalam rincian taktis BSC
  2. Bagaimana merancang dan menerapkan scorecard di mana kerangka kerja lainnya telah diperkenalkan
  3. Bagaimana merevisi elemen scorecard yang dirancang buruk, berdasarkan contoh nyata BSC
  4. Simulasi kelompok kecil untuk memahami pilihan keputusan BSC
  5. “Best Practice ” (Praktek terbaik) Balanced scorecard
  6. Konsep Lanjut dalam pengukuran kinerja BSC
  7. Bagaimana melakukan tahapan scorecard di seluruh organisasi perusahaan
  8. Mengatasi hambatan dan tantangan dunia nyata BSC
  9. Evaluasi dokumen perencanaan dan proses BSC

 

Durasi

12 Jam Pelajaran / 2 Hari

E-learning Administrator For Corporate

Intensif Training

E-learning Administrator For Corporate

Pengembangan Elearning kini sudah kian marak di Indonesia. Tidak hanya pemerintahan dan lingkungan akademis, E-learning kini menjadi sebuah kebutuhan baru bagi pengembangan sumber daya manusia di sebuah perusahaan. Dalam menjalankan aplikasi E-learning, diperlukan seseorang yang mampu merancang, membangun dan memelihara berbagai resource yang digunakan dalam aplikasi E-learning. Program pelatihan ini ditujukan bagi tingkat pemula,  dimana materi pelatihan ini terdiri dari 20% materi pemahaman dan 80% praktik yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengembangan sumber daya manusia dengan menggunakan LMS, termasuk keterampilan yang dibutuhkan untuk menginstall, memelihara, dan menyesuaikan kebutuhan E-learning di sebuah perusahaan. Program ini dipandu oleh beberapa pemateri yang sudah malang-melintang berkecimpung dalam  pengembangan E-learning baik di lingkungan pemerintahan maupun BHMN.

 

Objektif

  1. Peserta mampu menganalisis kebutuhan Infrastruktur Elearning di perusahaan masing-masing.
  2. Peserta mampu melakukan instalasi dan konfigurasi server.
  3. Peserta mampu melakukan instalasi dan konfigurasi Learning Management System.
  4. Peserta mampu melakukan pengelolaan LMS untuk pengembangan kegiatan pelatihan berbasis E-learning.

 

Materi Pembelajaran

  1. Infrastruktur pendukung Elearning.
  2. Instalasi dan Konfigurasi Server
  3. Manajemen Pengelolaan eLearning
  4. Instalasi dan Konfigurasi LMS.
  5. Simulasi: Manajemen Learning Management System

 

Siapa yang perlu ikut?

  1. Tim Pengembang Aplikasi E-learning di perusahaan
  2. Administrator/Pengelola Teknis E-learning Perusahaan
  3. Tim IT di perusahaan

 

Trainer

  1. Arief Bahtiar, ST., MTKonwledge Management and Elearning Consultant (Linkedin)

Menyusun Alat Evaluasi Elearning

Training
Menyusun Alat Evaluasi Elearning
(Strategi jitu merumuskan test yang paling tepat untuk mengukur ketuntasan belajar Karyawan Melalui Elearning)

A.     Overview

Kirkpatrick model memberikan panduan yang sangat jelas bagaimana kita dapat mengukur keberhasilan suatu training, termasuk melalui media E-learning. Melalui pengelompokan 4 (empat) level evaluasi, kita dapat menentukan apakah training yang telah diselenggarakan telah tepat sasaran sesuai harapan yang secara eksplisit dinyatakan dalam objektif training?

Dalam training ini akan dipelajari secara mendalam bagaimana menyusun alat evaluasi hingga level ke-2 dari model Kirkpatrick. Pada Level pertama (reaksi) akan disampaikan bagaimana teori dan implementasi menyusun survey yang dapat menggambarkan dengan jelas reaksi peserta pelatihan setelah mengikuti training, sedangkan pada level ke-2 (knowledge) akan disampaikan teori dan strategi implementasi menyusun soal-soal yang dapat mengukur kemampuan peserta training secara tepat sasaran.  Selain itu, dalam training ini juga akan dibahas bagaimana strategi dan tips/trik untuk mengimplementasikan alat evaluasi ke dalam Learning Management System (elearning) perusahaan, khususnya LMS berbasis Moodle.

 

B.      Objektif pelatihan

  1. Memahami teori dan implementasi model Kirkpatrick dalam penerapan elearning
  2. Memahami langkah-langkah menyusun objektif pelatihan
  3. Memahami cara memetakan objektif pelatihan terhadap alat evaluasi pelatihan
  4. Menyusun alat evaluasi training pada level pertama (reaction) Kirkpatrick model
  5. Menyusun alat evaluasi training pada level kedua (knowledge) Kirkpatrick model
  6. Mengimplementasikan alat evaluasi ke dalam Learning Management System berbasis Moodle

 

C.      Target Peserta

  1. Pengelola diklat/training perusahaan
  2. Pengelola e-learning/knowledge management perusahaan
  3. Divisi/unit assessment SDM

 

D.     Materi Pembelajaran

Pengenalan Kirkpatrick model
Penyusunan objektif pelatihan menggunakan Bloom Taxonomy
Penyusunan alat evaluasi training pada level pertama (reaction) Kirkpatrick model
Penyusunan alat evaluasi training pada level kedua (knowledge) Kirkpatrick model
Simulasi menyusun alat evaluasi ke dalam Learning Management System berbasis Moodle

 

Good To Great : Building a Culture of Discipline

Apa yang membuat perusahaan yang hebat tetap hebat dan bagaimana mereka mempertahankan kehebatannya seiring perubahan zaman? Bisakah perusahaan berkategori baik (good) berubah menjadi perusahaan hebat (great)? Langkah perubahan apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan yang baik untuk menjadi hebat? Prinsip dasar apa (input principles) yang mesti ditanamkan untuk meggerakkan seluruh karyawan meraih target kinerja yang hebat, dari pekerja berkinerja mediocre menjadi excellent ?

pamflet depan buat web

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Training Membangun Corporate Culture

Training Membangun Corporate Culture

Planning and Implementing a Successful Corporate Culture and Value Strategy

 

Latar Belakang

Bagaimana perusahaan-perusahaan GE, Sony, Toyota, atau IBM mampu bertahan puluhan bahkan ratusan tahun dan selama waktu tersebut mampu secara konsisten mempertahankan kinerjanya yang excellent? Bagaimana mereka bisa demikian adaptif, kuat, dan tegar menghadapi sebesar apa pun hempasan perubahan lingkungan bisnis? Begitu juga bagaimana mereka bisa demikian inovatif dan mampu dengan cepat memanfaatkan peluang-peluang bisnis baru dan reinventing the industry yang menjadi basis dan menentukan masa depannya?”

Jawaban yang tepat dalam kacamata Hermawan Kartajaya terhadap hal tersebut adalah karena mereka mempunyai tiga komponen inti dari sebuah perusahaan: yaitu inspirasi, kultur, dan institusi yang kokoh. Ketiganya harus padu satu sama lain.

Dalam training ini akan disampaikan bagaimana membangun sebuah “Corporate Value and Culture” dalam institusi. Pertama, adalah usaha mengenali, menemukan, menyadari dan menguraikan budaya perusahaan yang build-in dalam organisasi tersebut. Kedua, menetapkan sasaran yang jelas dan terukur berupa program dan sasaran kultural yang berupa keyakinan, sikap maupun perilaku. Ketiga, perencanaan dan penerapan dari tindakan-tindakan yang secara ideal akan mewujudkan perubahan pada empat dimensi, yaitu pada individu, pada anggota tim sekerja, pada pimpinan, dan organisasi secara proses, sistem, kebijakan dan struktur.

 

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini Anda diharapkan :

  1. Memahami pentingnya dukungan top management dalam pelaksanaan “Corporate Value and Culture”
  2. Mengetahui strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dukungan top management dalam pengimplentasian “Corporate Value and Culture”
  3. Mengetahui strategi dan alat (tool) yang dapat diterapkan dalam rangka menumbuhkan “Corporate Value and Culture”
  4. Mengetahui cara menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan “Corporate Value and Culture” yang efektif

 

Target Peserta

Pelatihan ini cocok diikutif  oleh  eksekutif, professional,  dan manager di semua lini perusahaan yang bergerak di bidang migas, pertambangan, manufaktur, perbankan, transportasi, konstruksi, ritel, jasa asuransi dan kesehatan, dll.

 

Topik Materi

  1. “Corporate Value and Culture”  dalam Organisasi Perusahaan
  2. Menyusun visi, misi dan tujuan “Corporate Value and Culture”
  3. Dukungan Top Management dalam penyelenggaraan “Corporate Value and Culture”
  4. Membangun tim implementasi“Corporate Value and Culture”
  5. Pemanfaatan teknologi dalam implementasi “Corporate Value and Culture”
  6. Menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan “Corporate Value and Culture”  yang efektif

 

Durasi

3 hari = 12 sesi = 24 jam

Training Membangun Knowledge Management

Intensive Training Membangun Knowledge Management

“Creating and Delivering a Successful Knowledge Management Strategy”

 

Latar Belakang

Pada dekade terakhir, manajemen pengetahuan (Knowledge Management) telah semakin menjadi praktik strategis penting yang memungkinkan organisasi untuk beroperasi secara lebih efisien dan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar. Namun, dalam perkembangannya di berbagai perusahaan Knowledge Management belum dapat diterapkan dengan baik dan sukses karena berbagai faktor penghambat yang terjadi dalam pelaksanaannya, seperti masalah dukungan manajemen, budaya belajar dan berbagi yang rendah serta alat ukur yang tidak terstandar dalam mengukur efektifitas knowledge management tersebut.

Dalam training ini akan disampaikan 3 (tiga) faktor kunci bagaimana membuat dan menyelenggarakan Knowledge Management di perusahaan agar berjalan dengan sukses dan mencapai tujuannya, diantaranya bagaimana mendapatkan dukungan top management, bagaimana membuat budaya pembelajaran di organisasi menggunakan berbagai media dan bagaimana mengukur efektifitas penyelenggaraan Knowledge Management itu sendiri.

 

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini Anda diharapkan :

  1. Memahami pentingnya dukungan top management dalam pelaksanaan knowledge management di perusahaan
  2. Mengetahui strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dukungan top management dalam penyelenggaraan knowledge management
  3. Memahami pentingnya budaya berbagi (sharing) dan belajar (learning) di organisasi dalam penerapan KM
  4. Mengetahui strategi dan alat (tool) yang dapat diterapkan dalam rangka menumbuhkan budaya berbagi (sharing) dan belajar (learning) di organisasi
  5. Mengetahui cara menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan knowledge management yang efektif

 

Target Peserta

Pelatihan ini cocok diikutif  oleh  eksekutif, professional,  dan manager di semua lini perusahaan yang bergerak di bidang migas, pertambangan, manufaktur, perbankan, transportasi, konstruksi, ritel, jasa asuransi dan kesehatan, dll.

 

Topik Materi

  1. Knowledge Management dalam Learning Organization
  2. Menyusun visi, misi dan tujuan knowledge management
  3. Dukungan Top Management dalam penyelenggaraan KM
  4. Membangun tim Knowledge Management
  5. Pemanfaatan teknologi dalam knowledge management
  6. Membangun kultur berbagi (sharing) dan belajar (learning) dalam organisasi
  7. Menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan KM yang efektif

 

Durasi

3 hari = 12 sesi = 24 jam