Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

dq10

Sebelum menganut sistem penilaian kinerja modern Balanced Scorecard, sebagian besar perusahaan masih menganut sistem tradisional yang mengedepankan tangible asset yang melingkupi aspek finansial dan keuntungan semata. Sistem tradisional tersebut menggunakan penilaian keuangan ROI (Return on Investment), profit margin, maupun rasio operasi yang mengedepankan kekayaan serta laba yang cenderung hanya meraup keuntungan jangka pendek.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan BSC?

Jika perusahaan ingin bertahan selama mungkin di masa mendatang dan bersaing secara kompetitif di era informasi, maka perusahaan harus mulai memikirkan keuntungan jangka panjang. Salah satunya dengan memikirkan loyalitas pelanggan. Dalam sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, loyalitas pelanggan menjadi salah satu perspektif yang diperhatikan dan dikatagorikan sebagai Intangible Asset yang menyangkut pentingnya sumberdaya manusia.

Perspektif-perspektif non keuangan tersebut akan memberikan keuntungan yang saling menguntungkan antara pemilik perusahaan, para pemegang saham, maupun para pelanggan yang loyal dan bersifat profit. Untuk lebih lengkapnya, terdapat beberapa alasan spesifik terkait ketepatan waktu sebuah perusahaan menganut sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard, yaitu :

  • Harga

Loyalitas pelanggan menjadi sangat penting di tengah maraknya kompetitor di ranah produk yang sama bagi sebuah perusahaan. Persaingan akan semakin gencar dengan diluncurkan banyak sistem yang mempermudah tranksaksi produk. Jika perusahaan masih berkutat di sistem tradisional tanpa adanya transformasi performa meliputi inisiatif maupun inovasi, maka bukan tidak mungkin jika perusahaan tersebut akan bangkrut sewaktu-waktu tergerus oleh zaman dan kebutuhan.

  • Produktivitas

Produktivitas akan mempengaruhi harga (meliputi keuntungan dan laba) pada produk perusahaan. Perusahaan yang kurang produktif dalam memanajemen sumberdaya manusia tentu akan mengalami kerugian yang signifikan di masa sekarang maupun di masa mendatang.

  • Profitabilitas

Konsep profit atau keuntungan tidak akan terlaksana tanpa adanya sistem yang terintergrasi dan menyeluruh. Sistem penilaian kinerja Balanced Scorecard akan melingkupi seluruh aspek yang mengedapankan pengembangan seluruh sumberdaya yang ada. Hal ini apabila diterapkan secara konsisten akan mampu mendongkrak nilai keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

Waspada! 4 Rintangan Implementasi BSC

http://www.dataquest.co.id/events/month/

Meskipun Balanced Scorecard merupakan metode terbaik dalam meningkatkan kinerja manajemen suatu perusahaan, namun faktanya, masih ditemukan sejumlah perusahaan yang merasa gagal saat mengimplementasikannya. Rupanya terdapat beberapa hal yang abai diwaspadai para pemangku kepentingan di perusahaan supaya mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari metode Balanced Scorecard tersebut.

Pada dasarnya, metode Balanced Scorecard memfokuskan seluruh level dalam suatu perusahaan pada indikator kinerja utama (Key Performance Indicator) berdasarkan strategi yang ditetapkan. Namun untuk mengoptimalkan, sebaiknya perusahaan menggunakan sistem Balanced Scorecard yang dirancang otomatis dengan software Balanced Scorecard. Penggunaan software otomatis akan memudahkan perusahaan dalam proses pemantauan hingga pengelolaan kinerja. Software ini cenderung efisien karena bisa dikerjakan dengan cepat dalam keadaan online. Penyelesaian masalah juga bisa dilakukan dengan cepat dan terintegrasi langsung dengan pemiliki KPI.

Software Balanced Scorecard juga akan berdampak positif pada pelaksanaan rapat-rapat ekskutif. Para pemilik KPI bisa memfokuskan kinerja yang masih jauh dari harapan. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya dengan membicarakan pengambilan keputusan, namun secara signifikan bisa dialihkan pada strategi kinerja jangka panjang perusahaan.

Di samping itu, terdapat empat faktor rintangan yang harus diwaspadai supaya implementasi Balanced Scorecard bisa bermanfaat secara optimal.

#1 Rintangan visi

Faktanya, tidak semua anggota perusahaan memahami visi dan misi perusahaan mereka. Kondisi ini dapat mengacaukan fokus pelaksaan strategi kinerja. Sistem Balanced Scorecard otomatis juga tidak akan bisa berjalan secara efektif.

#2 Rintangan orang

Seluruh anggota perusahaan merupakan aset penting yang harus dijaga dioptimalkan kemampuannya demi tercapainya kinerja yang optimal. Namun faktanya, tidak semua perusahaan memperlakukan seluruh anggotanya dengan baik. Menurunnya kinerja anggota perusahaan akan berpengaruh secara keseluruhan terhadap unggulnya produk perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian bonus maupun hukuman untuk memotivasi para anggota perusahaan.

#3 Rintangan sumberdaya

Sumberdaya ini meliputi penggunaan anggaran yang tidak semestinya pada suatu perusahaan dan menyebabkan pemborosan. Untuk dapat mencapai strategi meningkatkan kinerja, diperlukan dana yang seharusnya dilibatkan ke dalam anggaran perusahaan. Supaya efektif, dana tersebut harus relevan dengan strategi peningkatkan kinerja. Terutama yang terkait dengan metode Balanced Scorecard.

#4 Rintangan manajemen

Manajemen yang baik akan fokus pada upaya implementasi strategi kinerja jangka panjang. Bukan pada pengambilan keputusan jangka pendek. Sehingga hal ini seringkali menyebabkan metode Balanced Scorecard tidak efektif diimplementasikan.

Bagaimana? apakah 4 Rintangan Implementasi BSC tersebut sudah dapat Anda waspadai?

Diskon Menyambut HUT RI Ke 70

promo HUT RI ke 70 Dataquest

Intensive Training Membangun Knowledge Management

“Creating and Delivering a Successful Knowledge Management Strategy”

DISKON 10%

Kode: RI70DQ

Caranya :

  1. Daftar melalui website http://www.dataquest.co.id/provider-training-jakarta-bandung/formulir-pendaftaran-training/ Masukkan kode diskon
  2. atau melalui SMS dengan format “Daftar: #nama #asal-instansi #kode-diskon”, Contoh: “Daftar: Dewi PT Niaga RI70DQ” kirim ke 0878-2541-2805
  3. Promo berlaku hingga: 31 Agustus 2015

 

Overview Pelatihan

Latar Belakang

Pada dekade terakhir, manajemen pengetahuan (Knowledge Management) telah semakin menjadi praktik strategis penting yang memungkinkan organisasi untuk beroperasi secara lebih efisien dan mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar. Namun, dalam perkembangannya di berbagai perusahaan Knowledge Management belum dapat diterapkan dengan baik dan sukses karena berbagai faktor penghambat yang terjadi dalam pelaksanaannya, seperti masalah dukungan manajemen, budaya belajar dan berbagi yang rendah serta alat ukur yang tidak terstandar dalam mengukur efektifitas knowledge management tersebut.

Dalam training ini akan disampaikan 3 (tiga) faktor kunci bagaimana membuat dan menyelenggarakan Knowledge Management di perusahaan agar berjalan dengan sukses dan mencapai tujuannya, diantaranya bagaimana mendapatkan dukungan top management, bagaimana membuat budaya pembelajaran di organisasi menggunakan berbagai media dan bagaimana mengukur efektifitas penyelenggaraan Knowledge Management itu sendiri.

 

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini Anda diharapkan :

  1. Memahami pentingnya dukungan top management dalam pelaksanaan knowledge management di perusahaan
  2. Mengetahui strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dukungan top management dalam penyelenggaraan knowledge management
  3. Memahami pentingnya budaya berbagi (sharing) dan belajar (learning) di organisasi dalam penerapan KM
  4. Mengetahui strategi dan alat (tool) yang dapat diterapkan dalam rangka menumbuhkan budaya berbagi (sharing) dan belajar (learning) di organisasi
  5. Mengetahui cara menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan knowledge management yang efektif

 

Target Peserta

Pelatihan ini cocok diikutif  oleh  eksekutif, professional,  dan manager di semua lini perusahaan yang bergerak di bidang migas, pertambangan, manufaktur, perbankan, transportasi, konstruksi, ritel, jasa asuransi dan kesehatan, dll.

 

Topik Materi

  1. Knowledge Management dalam Learning Organization
  2. Menyusun visi, misi dan tujuan knowledge management
  3. Dukungan Top Management dalam penyelenggaraan KM
  4. Membangun tim Knowledge Management
  5. Pemanfaatan teknologi dalam knowledge management
  6. Membangun kultur berbagi (sharing) dan belajar (learning) dalam organisasi
  7. Menyusun standar dan alat ukur pelaksanaan KM yang efektif

3 Kriteria Elearning yang Sukses

KM

Inisiatif mengimplementasikan elearning di perusahaan merupakan langkah maju dalam menyikapi peta persaingan bisnis yang semakin ketat. Dengan elearning perusahaan dapat mengembangan Sumberdaya manusia dengan lebih baik karena dibantu dengan keunggulan teknologi informasi yang saat ini menjadi tulang punggung proses bisnis di berbagai aspek. Namun, kita perlu mendefinisikan dengan baik apa saja kriteria yang menjadikan implementasi elearning kita sukses.

Elearning yang sukses terdiri dari 3 (tiga) kriteria, yaitu :

  1. Meaningful content
  2. Effective learning design
  3. Technology that works

Mari kita kupas satu per satu tiga kriteria tersebut

Meaningful Content

Meaningful content atau konten yang bermakna. Sebelum menyiapkan rancangan pembelajaran dan teknologinya, pastikan konten yang akan diberikan melalui elearning kita ini bermakna bagi calon pembelajar/pengguna.

elearning-sukses
3 kriteria elearning yang sukses

Bermakna disini berarti bahwa konten yang akan disampaikan memiliki manfaat yang besar bagi calon pembelajar/pengguna apakah itu untuk meningkatkan kompetensinya, membantu pekerjaannya atau sebagai prasyarat dalam meningkatkan level pekerjaannya.

Effective Learning Design

Effective learning design atau rancangan pembelajaran yang efektif. Konten yang bermakna dan berguna tidak cukup untuk menjadikan elearning kita dapat diterima oleh calon pembelajar / pengguna, diperlukan sebuah rancangan atau desain pembelajaran yang tepat agar konten yang sudah dipilih dapat disampaikan dengan baik hingga diterima dengan baik pula oleh pengguna.

Technology that Works

Technology that works atau teknologi yang bekerja dengan tepat. Kriteria sukses dari sebuah program elearning yang ketiga adalah “technology that works”. Kriteria ini dimaksudkan agar penyelenggara elearning dapat menghadirkan platform elearning yang bekerja dengan baik dan optimal serta mampu memberikan pengalaman belajar (learning experience) yang baik bagi penggunanya.

Pembahasannya kurang lengkap?

Benar! pembahasan tentang 3 kriteria elearning yang sukses di atas baru sekedar preview dari ebook gratis kami: 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan. Silakan download bagi yang membutuhkan referensi lebih lengkapnya di sini :

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

Istilah-Istilah Umum Elearning

istilah-istilah umum elearning

Elearning merupakan singkatan dari Electronic Learning telah menjadi tren dan kebutuhan bagi pengembangan Sumberdaya Manusia di perusahaan saat ini. Di Indonesia sendiri, implementasi elearning di perusahaan-perusahaan sudah mulai terdengar di awal tahun 2000-an (meskipun tidak menutup kemungkinan ada yang telah mengimplementasikan sebelumnya). Elearning sebagai media pembelajaran bagi karyawan di perusahaan menawarkan banyak keuntungan, salah satunya efisiensi biaya dan waktu.

Namun, apabila Anda baru pertama kali berkenalan dan bermaksud mengimplementasikan elearning di tempat Anda terkadang dibingungkan dengan banyaknya istilah asing yang disampaikan banyak pihak, termasuk para vendor yang menawarkan jasa mengimplementasikan elearning tersebut. Jangan khawatir, berikut kami rangkumkan Istilah-Istilah Umum Elearning yang dijelaskan dengan singkat yang akan membantu Anda memahami ‘dunia’ elearning lebih mendalam.

Learning Management System (LMS)

LMS adalah perangkat lunak (software) yang didesain untuk mengelola seluruh kegiatan pembelajaran secara online/digital. Fasilitas umum yang ada pada LMS seperti fasilitas pendaftaran, login, pendaftaran kelas/training (enrollment), akses konten digital, forum diskusi, chating, tugas dan quiz.

Istilah lain yang memiliki kemiripan: LCMS (Learning & Content Management System).

Elearning Content

Elearning content atau konten elearning adalah seperangkat bahan ajar / modul digital yang merupakan sumber utama kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam program elearning.

Istilah lain yang memiliki kemiripan : Multimedia Content, Interactive content, elearning module, CBT, WBT.

SCORM

SCORM merupakan singkatan dari Sharable Content Object Reference Model adalah sebuah standar konten elearning yang didesain mengikuti aturan-aturan tertentu yang sudah disepakati sehingga dapat diupload, diakses dan dibagikan di berbagai sistem LMS yang mendukungnya. Salah satu kelebihan konten yang berbasis LMS lainnya adalah dimungkinkannya melakukan tracking terhadap aktivitas belajar tiap pengguna (waktu akses, skor, status, dan sebagainya).

Istilah lain yang memiliki kemiripan: TINCAN API, AICC, xAPI

 Synchronous learning

Secara harfiah berarti pembelajaran secara langsung. Synchronous learning Adalah model pembelajaran elearning yang menggunakan perangkat live streaming seperti video streaming, online chatting, dan sebagainya yang memungkinkan tutor/trainer dapat berkomunikasi langsung dengan para pengguna/trainee seperti layaknya pembelajaran di kelas, hanya dilakukan secara online.

Istilah lain yang memiliki kemiripan: webinar (web seminar), video streaming, instructor led training.

Asynchronous learning

Merupakan kebalikan istilah dari synchronous learning yaitu model pembelajaran elearning yang menggunakan perangkat Learning Management System (LMS) yang memungkinkan pengguna/trainee mengakses bahan ajar/modul/konten secara mandiri tanpa harus bertatap muka/berkomunikasi langsung dengan trainer/tutor-nya. Asynchronous learning dapat berupa konten, forum diskusi, penugasan, quiz, dan sebagainya.

Istilah lain yang memiliki kemiripan: self-paced learning.

Blended learning

Merupakan model pembelajaran elearning yang menggabungkan kegiatan belajar online melalui learning management system (LMS) dengan kegiatan belajar tatap muka/konvensional/classroom. Melalui model blended learning ini dimungkinkan terjadinya modifikasi kegiatan pembelajaran yang menonjolkan keunggulan online maupun tatap muka.

Istilah lain yang memiliki kemiripan: flipped classroom.

Computer Based Training (CBT)

Merupakan istilah yang lahir sebelum era jaringan komputer dan internet dapat diakses dengan mudah. CBT adalah metode pembelajaran yang dibantu oleh perangkat computer (dapat berupa CD, USB Flashdisk, atau melalui jaringan komputer. Pengguna/trainee dapat belajar menggunakan CBT dan tidak memerlukan bantuan seorang tutor/trainer.

Istilah lain yang memiliki kemiripan: elearning, WBT, self-paced learning

Masih belum lengkap?

Mari lengkapi pemahaman istilah-istilah umum Elearning tersebut di atas dengan mengunduh ebook gratis kami. Dalam ebook tersebut akan dibahas lebih lengkap Istilah-Istilah Umum Elearning. Selain itu, akan dipaparkan beberapa ‘rahasia’ sukses mengimplementasikan elearning di perusahaan Anda. Tunggu apa lagi?

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

[Infografis] Roadmap Implementasi Elearning

Infografis Roadmap Implementasi Elearning

Roadmap Implementasi Elearning
[klik pada gambar untuk ukuran lebih besar]
  1. Tahap Inisiatif.
    Elearning baru sekedar dicoba dan dieksplorasi oleh unit / divisi kerja yang bertanggungjawab terhadap kegiatan diklat (biasanya divisi Diklat / Pengembangan SDM / Learning Center / dsb)
  2. Tahap Alat Dukung.
    Elearning dijadikan sebagai komponen tambahan dalam proses diklat / training yang berjalan di perusahaan (eksisting). Elearning menjadi media tambahan / pendukung training yang berjalan.
  3. Tahap Enabler.
    Elearning dijadikan sebagai media utama untuk menjalankan diklat yang sebelumnya tidak ada. Elearning akan menjadi pembuka peluang baru, terobosan organisasi dan media baru.
  4. Tahap Alat Transformasi.
    Elearning adalah alat untuk membawa perusahaan ke level lebih tinggi melalui keunggulan teknologi yaitu BCLF — better, cheaper, larger dan faster. Elearning menjadi penggerak utama, breakthrough, akselerator, pembaruan.

 

===

Download Ebook: 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

Cara Memilih Penyedia Elearning Terbaik

Cara Memilih Penyedia Elearning Terbaik

Cara Memilih Penyedia Elearning Terbaik: Semakin tingginya permintaan diiringi dengan semakin banyaknya provider yang menyediakan jasa elearning. Diantara begitu banyak provider, provider manakah yang paling tepat? 

Konsep pembelajaran elearning merupakan sebuah konsep yang semakin populer belakangan ini. Semakin tingginya permintaan diiringi dengan semakin banyaknya provider yang menyediakan jasa elearning. Diantara begitu banyak provider, provider manakah yang paling tepat? Hal inilah yang merupakan salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan oleh orang-orang yang hendak membangun elearning untuk perusahaan.

Untuk bisa memilih provider elearning terbaik, ada beberapa langkah yang bisa diikuti yaitu:

  • Jenis materi yang hendak dikembangkan.
    Setiap perusahaan atau setiap individu membutuhkan jenis pengetahuan dan kemampuan yang perlu dikembangkan. Hal inilah yang perlu diidentifikasi terlebih dahulu. Beberapa provider elearning juga menyediakan jasa dalam melakukan identifikasi mengenai jenis materi yang tepat yang perlu dipelajari oleh individu-individu pada lingkungan kerja tertentu
  • Mencari informasi mengenai provider elearning yang ada.
    Provider elearning yang memiliki reputasi yang baik adalah pilihan yang paling tepat. Provider seperti ini biasanya akan menyediakan waktu khusus untuk melakukan asesmen dalam memilih konten atau materi elearning yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada
  • Melakukan pemeriksaan terhadap konten dari elearning tersebut.
    Pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi kompatibilitas antara materi yang ada dengan kebutuhan para elearner, kemudahan penggunaannya, sistem penyampaian materi yang dipergunakan (chatting, video atau sistem lainnya), sistem pendukung yang ada, dan berbagai aspek lain yang memudahkan para elearners dalam memahami materi yang akan mereka pelajari. Selain itu, pastikan juga bahwa konten elearning tersebut dapat diakses dengan menggunakan tablet atau Smartphone, yang akan lebih memudahkan para elearners untuk belajar dari manapun dan kapanpun juga tanpa harus menggunakan komputer.

Memilih penyedia elearning terbaik memang bukanlah hal yang mudah. Setiap individu atau setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun dengan menjadikan kebutuhan tersebut sebagai salah satu dasar dalam pencarian provider elearning, maka siapapun bisa mendapatkan provider yang benar-benar tepat untuk kebutuhan mereka.

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

ELearning sebagai Tipe Training Alternatif

ELearning sebagai Tipe Training Alternatif

ELearning sebagai Tipe Training Alternatif : Di dalam dunia industri dan organisasi, pelaksanaan training merupakan hal yang mutlak dan wajib dilakukan. Training diperlukan untuk memberikan wawasan, pengetahuan atau keterampilan inti maupun tambahan kepada para anggota industri dan organisasi, sehingga nantinya mereka mampu berkontribusi lebih dan secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerja.

Diantara sekian banyak jenis training yang ada, training dalam bentuk elearning atau metode pelatihan dengan menggunakan jaringan internet merupakan salah satu bentuk training yang sedang populer. Minat dan penggunaan elearning terus meningkat beberapa tahun belakangan ini seiring dengan perkembangan tekhnologi dan juga minimnya budget yang tersedia untuk melakukan pelatihan model tatap muka secara langsung.

Penggunaan metode training elearning itu sendiri bisa mengurangi biaya dan waktu yang dihabiskan oleh para trainee dan perusahaan yang mengikutkan karyawan mereka secara signifikan. Tentu saja, manfaat ini bisa didapatkan hanya bila elearning dimanfaatkan secara tepat dan maksimal. Ada beberapa syarat dimana penggunaan elearning merupakan pilihan yang terbaik diantara berbagai jenis training lainnya yaitu:

  • Komunikasi atau interaksi antara trainer dan trainee tidak terlalu diperlukan. Komunikasi atau interaksi antara peserta training dan trainer itu memang menguntungkan, namun dalam beberapa kasus, yang diperlukan oleh para trainee adalah membaca informasi yang tersedia tanpa perlu adanya bimbingan lebih lanjut dari sang trainer
  • Materi yang disediakan dapat dikuasai oleh para trainee dengan sendirinya. Beberapa jenis materi tidak membutuhkan diskusi atau upaya untuk menggali materi tersebut lebih lanjut. Untuk materi-materi seperti ini, metode training elearning adalah solusi yang paling tepat
  • Jenis materi yang akan disampaikan adalah materi yang sama untuk generasi atau angkatan trainee yang berbeda.
  • Tidak adanya waktu khusus untuk mengikuti training. Ada kalanya pelaksaan training merupakan hal yang mendesak dan harus segera dilakukan sementara waktu yang bisa dialokasikan untuk pelaksaan training tidaklah tersedia. Dalam situasi seperti ini, pelaksaan elearning terutam yang elearning berbasis web menjadi solusi, karena para trainee bisa belajar mengenai materi yang ada di waktu luang mereka.

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

4 Tahap Penting Penyusunan Strategi Manajemen dalam Balanced Scorecard

Penyusunan Strategi Manajemen dalam Balanced Scorecard

Konsep BSC merupakan konsep yang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam hal penyusunan strategi manajemen di sebuah organisasi atau sebuah perusahaan. Konsep yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton memiliki nilai lebih, dimana konsep ini menyediakan pandangan menyeluruh mengenai berbagai aspek di dalam sebuah perusahaan.

Tidak hanya itu, para manajer juga bisa menggunakan BSC sebagai cara untuk mengembangkan penyusunan strategi manajemen yang bekerja melalui 4 proses atau tahapan penting yaitu:

  •  Menerjemahkan visi menjadi strategi.

Setiap perusahaan atau organisasi pastinya memiliki visi tersendiri. Untuk memudahkan setiap anggota perusahaan untuk bisa mewujudkan visi tersebut, maka perlu ditetapkan tujuan-tujuan yang jelas, yang masing-masing dapat diukur dengan jelas. Tujuan-tujuan ini akan mendorong setiap anggota untuk bekerja menuju arah kesuksesan dalam jangka waktu panjang

  • Komunikasi dan hubungan

Pada tahap ini seorang manajer akan mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak baik atasan maupun bawahan. Konsep BSC akan membantu dalam memastikan sang manajer bahwa semua pihak di dalam perusahaan, yang berasal dari departemen dan level yang berbeda memahami dengan jelas strategi jangka panjang yang dipergunakan oleh perusahaan tersebut dan hendaknya semua pihak menyelaraskan langkah mereka dengan strategi tersebut

  • Perencanaan bisnis

Penggunaan konsep BSC akan memudahkan para manajer dan semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk bisa melakukan alokasi sumber daya yang tepat dan menentukan prioritas yang perlu didahulukan, dimana hal ini merupakan bagian dari strategi kerja jangka panjang

  • Umpan balik dan pembelajaran

Tahapan ini memberikan kesempatan bagi sebuah perusahaan untuk berkembang dan terus menerus belajar melalui umpan balik atau feedback dari berbagai pihak. Dengan konsep BSC sebagai pusat dari sistem manajemen yang ada, setiap perusahaan akan bisa memonitor hasil jangka pendek yang berhasil diraih berdasasarkan tiga aspek atau tiga perspektif yaitu perspektif pelanggan, proses bisnis internal dan juga perspektif pembelajaran, dimana kemudian bisa dilakukan evaluasi mengenai performa kerja yang ada dan pembaharuan strategi bila diperlukan.

Masing-masing tahapan memiliki peran yang penting terhadap upaya pencapaian tujuan jangka panjang yang ditandai dengan keberhasilan-keberhasilan pada setiap tujuan jangka pendek, demi kesuksesan perusahaan tersebut kini dan nanti.

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips memaksimalkan balanced scorecard: Konsep balanced scorecard (BSC) adalah konsep yang sangat umum dan sangat bermanfaat dalam sistem manajemen dan perencanaan strategi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Pentingnya penggunaan konsep ini membuat hampir setiap perusahaan menyediakan sumber daya sendiri untuk memaksimalkan penggunaan konsep BSC.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk memaksimalkan balanced scorecard sehingga bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan:

  • Tidak berhenti pada pengukuran semata.
    Konsep BSC memang merupakan konsep yang dapat dipergunakan untuk mengukur performa dari perusahaan atau organisasi dari 4 perspektif yang berbeda yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan juga perspektif pertumbuhan dan perkembangan. Namun banyak perusahaan yang menghabiskan sumber daya untuk upaya pengukuran semata dan tidak mengambil langkah lebih lanjut berdasarkan hasil pengukuran tadi
  • Tidak membiarkan budget yang ada menjadi penghalang utama pelaksanaan strategi.
    Keterbatasan budget memang menjadi sebuah masalah yang umum dihadapi oleh sebuah perusahaan, namun hal ini tidak bisa dijadikan faktor utama yang mendikte arah jalannya strategi yang hendak dijalankan. Kondisi yang paling ideal adalah perencanaan strategi yang solid, yang dibarengi dengan evaluasi dengan menggunakan konsep BSC yang akan membantu menjaga proses budgeting agar tidak keluar jalur
  • Memulai segala sesuatunya dengan tepat.
    Pemilihan konten strategi yang tepat adalah kunci awal pelaksanaan yang sukses. Sebuah strategi yang tepat yang dibuat seiring dengan hasil BSC harus bisa menjawa semua tantangan dan meminimalisir resiko-resiko kesalahan yang mungkin terjadi
  • Menggunakan konsep BSC yang tepat, yang sesuai dengan ukuran perusahaan

Hal-hal tersebut akan sangat membantu dalam memaksimalkan penggunaan konsep BSC di dalam setiap lingkup perusahaan atau organisasi, sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.