[Infografis] Roadmap Implementasi Elearning

Infografis Roadmap Implementasi Elearning

Roadmap Implementasi Elearning
[klik pada gambar untuk ukuran lebih besar]
  1. Tahap Inisiatif.
    Elearning baru sekedar dicoba dan dieksplorasi oleh unit / divisi kerja yang bertanggungjawab terhadap kegiatan diklat (biasanya divisi Diklat / Pengembangan SDM / Learning Center / dsb)
  2. Tahap Alat Dukung.
    Elearning dijadikan sebagai komponen tambahan dalam proses diklat / training yang berjalan di perusahaan (eksisting). Elearning menjadi media tambahan / pendukung training yang berjalan.
  3. Tahap Enabler.
    Elearning dijadikan sebagai media utama untuk menjalankan diklat yang sebelumnya tidak ada. Elearning akan menjadi pembuka peluang baru, terobosan organisasi dan media baru.
  4. Tahap Alat Transformasi.
    Elearning adalah alat untuk membawa perusahaan ke level lebih tinggi melalui keunggulan teknologi yaitu BCLF — better, cheaper, larger dan faster. Elearning menjadi penggerak utama, breakthrough, akselerator, pembaruan.

 

===

Download Ebook: 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

Cara Memilih Penyedia Elearning Terbaik

Cara Memilih Penyedia Elearning Terbaik

Cara Memilih Penyedia Elearning Terbaik: Semakin tingginya permintaan diiringi dengan semakin banyaknya provider yang menyediakan jasa elearning. Diantara begitu banyak provider, provider manakah yang paling tepat? 

Konsep pembelajaran elearning merupakan sebuah konsep yang semakin populer belakangan ini. Semakin tingginya permintaan diiringi dengan semakin banyaknya provider yang menyediakan jasa elearning. Diantara begitu banyak provider, provider manakah yang paling tepat? Hal inilah yang merupakan salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan oleh orang-orang yang hendak membangun elearning untuk perusahaan.

Untuk bisa memilih provider elearning terbaik, ada beberapa langkah yang bisa diikuti yaitu:

  • Jenis materi yang hendak dikembangkan.
    Setiap perusahaan atau setiap individu membutuhkan jenis pengetahuan dan kemampuan yang perlu dikembangkan. Hal inilah yang perlu diidentifikasi terlebih dahulu. Beberapa provider elearning juga menyediakan jasa dalam melakukan identifikasi mengenai jenis materi yang tepat yang perlu dipelajari oleh individu-individu pada lingkungan kerja tertentu
  • Mencari informasi mengenai provider elearning yang ada.
    Provider elearning yang memiliki reputasi yang baik adalah pilihan yang paling tepat. Provider seperti ini biasanya akan menyediakan waktu khusus untuk melakukan asesmen dalam memilih konten atau materi elearning yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada
  • Melakukan pemeriksaan terhadap konten dari elearning tersebut.
    Pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi kompatibilitas antara materi yang ada dengan kebutuhan para elearner, kemudahan penggunaannya, sistem penyampaian materi yang dipergunakan (chatting, video atau sistem lainnya), sistem pendukung yang ada, dan berbagai aspek lain yang memudahkan para elearners dalam memahami materi yang akan mereka pelajari. Selain itu, pastikan juga bahwa konten elearning tersebut dapat diakses dengan menggunakan tablet atau Smartphone, yang akan lebih memudahkan para elearners untuk belajar dari manapun dan kapanpun juga tanpa harus menggunakan komputer.

Memilih penyedia elearning terbaik memang bukanlah hal yang mudah. Setiap individu atau setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun dengan menjadikan kebutuhan tersebut sebagai salah satu dasar dalam pencarian provider elearning, maka siapapun bisa mendapatkan provider yang benar-benar tepat untuk kebutuhan mereka.

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

ELearning sebagai Tipe Training Alternatif

ELearning sebagai Tipe Training Alternatif

ELearning sebagai Tipe Training Alternatif : Di dalam dunia industri dan organisasi, pelaksanaan training merupakan hal yang mutlak dan wajib dilakukan. Training diperlukan untuk memberikan wawasan, pengetahuan atau keterampilan inti maupun tambahan kepada para anggota industri dan organisasi, sehingga nantinya mereka mampu berkontribusi lebih dan secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerja.

Diantara sekian banyak jenis training yang ada, training dalam bentuk elearning atau metode pelatihan dengan menggunakan jaringan internet merupakan salah satu bentuk training yang sedang populer. Minat dan penggunaan elearning terus meningkat beberapa tahun belakangan ini seiring dengan perkembangan tekhnologi dan juga minimnya budget yang tersedia untuk melakukan pelatihan model tatap muka secara langsung.

Penggunaan metode training elearning itu sendiri bisa mengurangi biaya dan waktu yang dihabiskan oleh para trainee dan perusahaan yang mengikutkan karyawan mereka secara signifikan. Tentu saja, manfaat ini bisa didapatkan hanya bila elearning dimanfaatkan secara tepat dan maksimal. Ada beberapa syarat dimana penggunaan elearning merupakan pilihan yang terbaik diantara berbagai jenis training lainnya yaitu:

  • Komunikasi atau interaksi antara trainer dan trainee tidak terlalu diperlukan. Komunikasi atau interaksi antara peserta training dan trainer itu memang menguntungkan, namun dalam beberapa kasus, yang diperlukan oleh para trainee adalah membaca informasi yang tersedia tanpa perlu adanya bimbingan lebih lanjut dari sang trainer
  • Materi yang disediakan dapat dikuasai oleh para trainee dengan sendirinya. Beberapa jenis materi tidak membutuhkan diskusi atau upaya untuk menggali materi tersebut lebih lanjut. Untuk materi-materi seperti ini, metode training elearning adalah solusi yang paling tepat
  • Jenis materi yang akan disampaikan adalah materi yang sama untuk generasi atau angkatan trainee yang berbeda.
  • Tidak adanya waktu khusus untuk mengikuti training. Ada kalanya pelaksaan training merupakan hal yang mendesak dan harus segera dilakukan sementara waktu yang bisa dialokasikan untuk pelaksaan training tidaklah tersedia. Dalam situasi seperti ini, pelaksaan elearning terutam yang elearning berbasis web menjadi solusi, karena para trainee bisa belajar mengenai materi yang ada di waktu luang mereka.

download 5 Langkah Kunci Implementasi Elearning Perusahaan

4 Tahap Penting Penyusunan Strategi Manajemen dalam Balanced Scorecard

Penyusunan Strategi Manajemen dalam Balanced Scorecard

Konsep BSC merupakan konsep yang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam hal penyusunan strategi manajemen di sebuah organisasi atau sebuah perusahaan. Konsep yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton memiliki nilai lebih, dimana konsep ini menyediakan pandangan menyeluruh mengenai berbagai aspek di dalam sebuah perusahaan.

Tidak hanya itu, para manajer juga bisa menggunakan BSC sebagai cara untuk mengembangkan penyusunan strategi manajemen yang bekerja melalui 4 proses atau tahapan penting yaitu:

  •  Menerjemahkan visi menjadi strategi.

Setiap perusahaan atau organisasi pastinya memiliki visi tersendiri. Untuk memudahkan setiap anggota perusahaan untuk bisa mewujudkan visi tersebut, maka perlu ditetapkan tujuan-tujuan yang jelas, yang masing-masing dapat diukur dengan jelas. Tujuan-tujuan ini akan mendorong setiap anggota untuk bekerja menuju arah kesuksesan dalam jangka waktu panjang

  • Komunikasi dan hubungan

Pada tahap ini seorang manajer akan mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak baik atasan maupun bawahan. Konsep BSC akan membantu dalam memastikan sang manajer bahwa semua pihak di dalam perusahaan, yang berasal dari departemen dan level yang berbeda memahami dengan jelas strategi jangka panjang yang dipergunakan oleh perusahaan tersebut dan hendaknya semua pihak menyelaraskan langkah mereka dengan strategi tersebut

  • Perencanaan bisnis

Penggunaan konsep BSC akan memudahkan para manajer dan semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk bisa melakukan alokasi sumber daya yang tepat dan menentukan prioritas yang perlu didahulukan, dimana hal ini merupakan bagian dari strategi kerja jangka panjang

  • Umpan balik dan pembelajaran

Tahapan ini memberikan kesempatan bagi sebuah perusahaan untuk berkembang dan terus menerus belajar melalui umpan balik atau feedback dari berbagai pihak. Dengan konsep BSC sebagai pusat dari sistem manajemen yang ada, setiap perusahaan akan bisa memonitor hasil jangka pendek yang berhasil diraih berdasasarkan tiga aspek atau tiga perspektif yaitu perspektif pelanggan, proses bisnis internal dan juga perspektif pembelajaran, dimana kemudian bisa dilakukan evaluasi mengenai performa kerja yang ada dan pembaharuan strategi bila diperlukan.

Masing-masing tahapan memiliki peran yang penting terhadap upaya pencapaian tujuan jangka panjang yang ditandai dengan keberhasilan-keberhasilan pada setiap tujuan jangka pendek, demi kesuksesan perusahaan tersebut kini dan nanti.

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips Memaksimalkan Balanced Scorecard

Tips memaksimalkan balanced scorecard: Konsep balanced scorecard (BSC) adalah konsep yang sangat umum dan sangat bermanfaat dalam sistem manajemen dan perencanaan strategi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Pentingnya penggunaan konsep ini membuat hampir setiap perusahaan menyediakan sumber daya sendiri untuk memaksimalkan penggunaan konsep BSC.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk memaksimalkan balanced scorecard sehingga bisa memberikan hasil seperti yang diharapkan:

  • Tidak berhenti pada pengukuran semata.
    Konsep BSC memang merupakan konsep yang dapat dipergunakan untuk mengukur performa dari perusahaan atau organisasi dari 4 perspektif yang berbeda yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan juga perspektif pertumbuhan dan perkembangan. Namun banyak perusahaan yang menghabiskan sumber daya untuk upaya pengukuran semata dan tidak mengambil langkah lebih lanjut berdasarkan hasil pengukuran tadi
  • Tidak membiarkan budget yang ada menjadi penghalang utama pelaksanaan strategi.
    Keterbatasan budget memang menjadi sebuah masalah yang umum dihadapi oleh sebuah perusahaan, namun hal ini tidak bisa dijadikan faktor utama yang mendikte arah jalannya strategi yang hendak dijalankan. Kondisi yang paling ideal adalah perencanaan strategi yang solid, yang dibarengi dengan evaluasi dengan menggunakan konsep BSC yang akan membantu menjaga proses budgeting agar tidak keluar jalur
  • Memulai segala sesuatunya dengan tepat.
    Pemilihan konten strategi yang tepat adalah kunci awal pelaksanaan yang sukses. Sebuah strategi yang tepat yang dibuat seiring dengan hasil BSC harus bisa menjawa semua tantangan dan meminimalisir resiko-resiko kesalahan yang mungkin terjadi
  • Menggunakan konsep BSC yang tepat, yang sesuai dengan ukuran perusahaan

Hal-hal tersebut akan sangat membantu dalam memaksimalkan penggunaan konsep BSC di dalam setiap lingkup perusahaan atau organisasi, sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang

Kelebihan dari penggunaan balanced scorecard (BSC) dibandingkan dengan sistem pengukuran yang ada sebelumnya adalah kemampuan BSC dalam mencantumkan aspek-aspek yang harus diukur oleh sebuah perusahaan agar bisa mendapatkan sudut pandang yang seimbang. Kelebihan ini membuat konsep BSC sangat populer untuk dipergunakan oleh bisnis, industri, perusahaan serta berbagai organisasi lainnya.

Keuntungan Penggunaan Balanced Scorecard

Selain memiliki kelebihan tersebut, konsep BSC juga sangat populer karena memiliki berbagai manfaat atau keuntungan bagi para penggunanya yaitu:

  • Meningkatkan komunikasi diantara departemen yang berbeda dalam satu perusahaan dalam hal upaya pencapaian visi perusahaan tersebut
  • Memudahkan para karyawan untuk bisa menjalankan strategi perusahaan setiap harinya
  • Memaksimalkan kerja sama dimana seluruh anggota tim akan terpacu untuk bekerja sama dan mendorong satu sama lain agar bisa meraih kesuksesan
  • Konsep BSC juga memungkinkan adanya proses pembelajaran secara terus menerus melalui umpan balik yang diterima dari berbagai pihak
  • Membantu dalam meningkatkan fokus perusahaan terhadap strategi yang akan dipergunakan serta hasil akhir yang diharapkan
  • Menunjukkan target-taget yang jelas yang perlu dicapai di masa yang akan datang
  • Membantu dalam menetapkan prioritas sesuai dengan tingkat kebutuhan dan waktu yang tersedia
  • Menyediakan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai operasi bisnis yang sedang berjalan
  • Merupakan alat yang tepat dalam merubah strategi menjadi tindakan yang efektif dan memberikan hasil yang diharapkan, dan masih banyak lagi keuntungan lainnya

Konsep BSC membantu perusahaan atau organisasi lainnya untuk melihat secara objektif dan membawa visi yang ada ke dalam bentuk tindakan yang sebenarnya, dan hal inilah yang membuat semua bentuk organisasi akan mendapatkan manfaat dari penggunaan konsep ini.

Cara Mudah Memahami Balanced Scorecard

Cara Mudah Memahami Balanced Scorecard

Konsep Balanced Scorecard atau BSC diperkenalkan oleh Dr. Robert Kaplan dan David Norton sebagai sebuah alat atau sebagai sebuah cara untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan.

Salah satu konsep yang sangat sering dipergunakan di dalam dunia bisnis, industri, pemerintahan dan juga organisasi nonprofit adalah konsep balanced scorecard (BSC). Konsep ini sendiri diperkenalkan oleh Dr. Robert Kaplan dan David Norton sebagai sebuah alat atau sebagai sebuah cara untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan. Namun, belakangan konsep BSC berkembang menjadi sebuah sistem manajamen dan juga perencanaan strategi yang dipergunakan untuk menyelaraskan aktivitas bisnis dengan visi dari sebuah perusahaan atau organisasi.

Konsep BSC merupakan konsep yang holistik alias menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu area saja. Saat ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan atau sebuah organisasi secara menyeluruh, yang mencakup 4 area yaitu:

  • Keuangan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur segala biaya yang diperlukan termasuk biaya balik modal (ROI) dan juga besarnya pemasukan yang diterima perusahaan atau organisasi tersebut
  • Pelanggan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan juga untuk mengukur nilai pasar yang telah dikuasai
  • Proses bisnis internal
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur biaya serta tingkat kualitas yang berkaitan dengan proses bisnis yang berlangsung
  • Pembelajaran dan pertumbuhan
    Pada area ini konsep BSC dipergunakan untuk mengukur beberapa hal misalnya manajemen pengetahuan dan tingkat kepuasan para pekerja

Keempat area tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak ada yang berdiri sendiri. Keempat area tersebut merupakan 4 faktor penting yang membentuk visi dan strategi dari sebuah perusahaan. Hasil dari penggunaan konsep BSC untuk mengukur salah satu area yang ada akan bisa dijadikan bahan untuk mengembangkan area yang lain dan hal inilah yang membuat konsep BSC sangat bermanfaat bagi dunia industri, bisnis dan berbagai bentuk organisasi lainnya.

Cara Efektif Penerapan Manajemen Pengetahuan

Cara Efektif Penerapan Manajemen Pengetahuan

Penerapan manajemen pengetahuan adalah hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk bisa menerapkan manajemen pengetahuan yang benar-benar efektif dan bisa dipahami oleh semua pihak yang terlibat, maka ada beberapa langkah penting yang bisa diambil

Sebagai salah satu kunci dalam kesuksesan sebuah perusahaan, penerapan manajemen pengetahuan adalah hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk bisa menerapkan manajemen pengetahuan yang benar-benar efektif dan bisa dipahami oleh semua pihak yang terlibat, maka ada beberapa langkah penting yang bisa diambil yaitu:

  • Pemilihan anggota tim yang tepat

Penerapan manajemen pengetahuan akan jauh lebih efektif bila dijalankan oleh tim yang berfokus pada hal tersebut. Anggota tim hendaknya memiliki berbagai pengetahuan dan kemampuan termasuk diantaranya pengetahuan mengenai manajamen pengetahuan, kemampuan komunikasi, perencanaan strategis, pengetahuan tekhnologi informasi dan juga pengetahuan mengenai proses bisnis yang berjalan

  • Penetapan strategi dasar dari manajemen pengetahuan yang hendak diterapkan

Penerapan strategi dasar ini bisa dimulai dengan melakukan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, treats). Setelah melakukan analisis, maka bisa dipilih strategi yang paling tepat, yaitu strategi yang bisa menonjolkan hal terbaik dari perusahaan tersebut dan memperbaiki atau menutupi kelemahan yang ada

  • Melakukan asesmen dan audit

Asesmen dan audit perlu dilakukan terhadap sistem informasi dan pengetahuan yang telah ada. Proses asesmen dan audit ini hendaknya bisa mengungkap aspek-aspek mengenai sistem informasi dan pengetahuan yang telah ada misalnya saja jenis informasi yang tersedia, cara penyimpanan informasi tersebut, pihak yang bertanggung jawab terhadap masing-masing informasi, kriteria yang menjadi patokan dalam penyimpanan informasi, cara penambahan informasi dan cara penggunaan informasi yang ada untuk kebaikan perusahaan

  • Melakukan pengecekan terhadap sistem IT

Langkah ini lebih bertujuan untuk melihat apakah sistem IT yang dipergunakan telah mampu memberikan dukungan terhadap proses penggunaan informasi yang ada dan apakah sistem IT tersebut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada

  • Mengembangkan rencana manajamen pengetahuan yang tepat

Rencana ini dibuat berdasarkan hasil asesmen dan audit yang telah dilakukan sebelumnya. Rencana penerapan manajemen pengetahuan yang tepat adalah rencana yang mampu menjawab pertanyaan 4W 1H (what, where, why, when, how). Rencana inilah yang akan dilaksanakan sebagai bagian penerapan konsep manajemen pengetahuan di masing-masing perusahaan.

Cara Memilih Strategi Manajemen Pengetahuan yang Tepat

Cara Memilih Strategi Manajemen Pengetahuan yang Tepat

Pembahasan mengenai manajemen pengetahuan (management knowledge) pada umumnya melibatkan berbagai strategi atau pendekatan yang berbeda. Beberapa strategi befokus pada penggunaan pengetahuan yang ada sementara strategi yang lain berfokus pada area bisnis yang ada dan ada juga strategi yang lebih berfokus pada hasil akhir yang ingin dicapai.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah strategi mana yang paling tepat untuk digunakan? Setiap strategi akan bekerja secara efektif untuk jenis perusahaan yang berbeda. Untuk membantu dalam memilih strategi yang tepat, ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan, salah satunya adalah nilai disiplin yang dianut oleh perusahaan tersebut. Nilai disiplin yang berbeda akan bekerja dengan baik pada strategi yang berbeda pula yaitu:

  • Nilai disiplin yang mengutamakan pada keunggulan produk atau jasa yang ditawarkan.
    Perusahaan yang menganut nilai seperti ini sangat membutuhkan strategi yang mendukung nilai kreativitas yang tinggi untuk bisa menciptakan produk baru yang bisa masuk ke dalam pasar. Strategi manajemen pengetahuan yang tepat adalah strategi yang melibatkan banyak orang seperti strategi forum diskusi, kolaborasi, komunitas-komunitas dan strategi lainnya yang sejenis.
  • Nilai disiplin yang berfokus pada kedekatan dengan para pelanggan.
    Perusahaan yang menganut nilai ini perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai para pelanggan mereka dan contoh strategi manajemen pengetahuan yang bisa diterapkan adalah data mining, CRM dan juga strategi bisnis inteligensi
  • Nilai disiplin yang berfokus pada kelancaran proses operasional.
    Perusahaan yang menganut nilai ini selalu berupaya untuk mengatasi berbagai rintangan dalam proses produksi dan juga berupaya untuk mengoptimalkan proses bisnis. Strategi manajemen pengetahuan yang tepat untuk perusahaan yang menganut nilai seperti ini adalah strategi BPR, strategi transfer melalui praktek, strategi proses perbaikan dan beberapa strategi lainnya.

Memahami nilai disiplin yang dianut oleh sebuah perusahaan akan sangat membantu dalam memilih strategi manajemen pengetahuan yang tepat, demi kebaikan perusahaan itu sendiri.

Blendedlearning Perguruan Tinggi

PT Dataquest Leverage Indonesia bekerjasama dengan Pakar dari Perguruan Tinggi ternama dengan bangga mempersembahkan:

PENGEMBANGAN SISTEM BLENDED LEARNING dan PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING UNTUK PERGURUAN TINGGI
(Konsep, Perancangan, Implementasi LMS Moodle untuk Blended Learning)


Blended Learning merupakan terobosan terkini dalam dunia pengajaran. Blended Learning merupakan metodologi pengajaran yang menggabungkan pengajaran tatap muka dengan pengajaran dimediasi komputer. Dengan menggabungkan kedua lingkungan belajar tersebut akan memberi akses lebih besar terhadap pengalaman pembelajaran yang maju serta akan bisa menghemat biaya. Blended Learning dalam hal ini akan mengembangkan kemungkinan kualitas dan kuantitas interaksi manusia dalam setting pengajaran. Blended Learning juga menyediakan penggabungan baik teknologi dan interaksi yang merupakan hasil dari pengalaman belajar yang “socially supported”, konstruktif.

Manfaat yang akan dapatkan dengan mengikuti workshop ini:
1. Website Blended Learning Standard ITB
2. Theme Moodle Standard ITB
3. Perancangan Sistem Blended Learning
4. Pengelolaan LMS Moodle
5. Setup dan Pengelolaan Course Homepage
6. Pengelolaan Interaksi dan Komunikasi Menggunakan Moodle
7. Pengelolaan Konten Perkuliahan Menggunakan Moodle
8. Pengelolaan Soal Assesment
9. Contoh Pengembangan Konten Multimedia e-Learning ITB
10. Software Aplikasi Open Source untuk pengembangan e-learning
11. Comlabs Learning (e-Learning berbasis Moodle versi Desktop)

Instruktur:
Arief Bahtiar, MT.

Senior Developer / Researcher e-Learning
Praktisi Blended Learning ITB