Cara Mengukur ROI E-Learning

ROI elearning

ROI atau return of investment, atau nilai balik dari sebuah investasi merupakan salah satu tema yang umum diangkat dalam berbagai diskusi yang menyangkut investasi dalam bentuk apapun. Nilai ROI pada umumnya selalu dikaitkan dengan keuntungan finansial. Di dalam dunia e-learning, para pembuat kursus e-learning juga sering mempertanyakan hal yang sama.

Ada berbagai jenis metode atau formula yang bisa dipergunakan untuk mengukur nilai ROI secara finansial dimana setiap pelaku bisa memilih metode yang paling tepat untuk mereka. Namun di dalam dunia pembelajaran, nilai ROI yang diukur lebih mengacu pada pembuktian kualitas kerja dari sang karyawan terhadap organisasi atau klien mereka, dan bukannya pada keuntungan finansial semata.

Pengukuran nilai ROI yang dilihat dari segi kualitas ini bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu:

Melihat tingkat kepuasan klien

Klien yang puas dan bahagia merupakan salah satu indikasi bahwa pekerjaan yang dilakukan telah berhasil mendapatkan ROI. Untuk bisa membuat klien merasa puas dan bahagia, setiap proyek e-learning harus direncanakan dengan matang dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh klien. Proses perencanaan yang matang, yang kemudian diikuti dengan proses pelaksaan yang sesuai dengan timeline serta diakhiri dengan evaluasi akan memberikan gambaran tentang tingkat kepuasan klien, yang merupakan nilai ROI itu sendiri.

Melihat perubahan yang berhasil diraih setelah proses pembelajaran e-learning selesai

Setiap proyek pembelajaran e-learning pastinya memiliki sebuah tujuan yang spesifik. Para desainer program e-learning akan membuat kursus e-learning yang sesuai dengan tujuan tersebut. Untuk memastikan bahwa kursus tersebut berhasil mengantarkan para trainee menuju tujuan yang dimaksud, perlu dibuat sebuah sistem pengukuran. Jika kursus tersebut melatih para trainee untuk bisa meningkatkan produktivitas kerja dalam hal entri data dengan menggunakan sebuah software baru, maka sistem pengukuran yang bisa dipergunakan adalah dengan mengukur penambahan jumlah data yang bisa dimasukkan oleh setiap orang per harinya. Bila terjadi peningkatan dalam hal produktivitas, maka hal ini berarti kursus tersebut membawa perubahan yang berarti dan perubahan itulah yang menjadi ROI.

Pengurangan biaya produksi

Pengurangan biaya produksi adalah salah satu metode yang bisa ditempuh untuk bisa mendapatkan ROI yang lebih banyak. Secara logika, semakin sedikit biaya produksi yang dipergunakan, maka ROI yang didapatkan akan semakin besar. Pengurangan biaya produksi bisa dilakukan dengan berbagai cara tanpa harus mengurangi kualitas dari isi kursus itu sendiri.

Pada dasarnya, pengukuran nilai ROI dalam dunia e-learning lebih mengacu pada nilai positif yang bisa dibawa oleh para desainer kursus dan bisa dinikmati oleh para klien dan bukan pada nilai finansialnya itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *